Ponticity post authorKiwi 05 Maret 2021 49

Masyarakat Diminta Pilah Sampah dari Rumah Tangga

Photo of Masyarakat Diminta Pilah Sampah dari Rumah Tangga Ilustrasi

PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan. Ia berharap masyarakat sudah mulai memilah sampah rumah tangga sehingga sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang.

“Sampah yang dipilah bisa dimanfaatkan di bank sampah yang ada. Sehingga sampah-sampah tersebut bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis," katanya pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2021, kemarin.

Ia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan ditingkatkan. Sebab dengan masyarakat peduli terhadap lingkungannya, maka masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya. Demikian pula kebersihan lingkungan pasar juga tak kalah pentingnya.

"Di pasar-pasar tradisional juga diharapkan pedagang maupun pembeli sama-sama peduli menjaga kebersihan lingkungan pasar," tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Saptiko menambahkan, dalam menjaga kebersihan kota, tidak cukup peran pemerintah saja, namun butuh peran dan kesadaran masyarakat. Salah satu caranya adalah dimulai dari masyarakat dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Memisahkan sampah organik seperti buah, sayur atau sisa makanan. Kemudian untuk sampah non organik seperti plastik, kertas dan sejenisnya juga dipilah.

"Dengan demikian sampah-sampah tersebut bisa dimanfaatkan oleh komunitas peduli lingkungan atau masyarakat sehingga bernilai ekonomi," sebutnya.

Saptiko menuturkan, ada dua cara dalam mengolah sampah organik, yakni membuat kompos dan budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai baham baku pakan alternatif. Untuk budidaya maggot, lanjutnya, sudah ada masyarakat  yang mengelolah secara swadaya.

"Bahkan sudah ada yang skala besar dengan penghasilan sekitar Rp14 juta per bulan," ungkapnya.

Sedangkan sampah anorganik, bisa dipilah dan dimasukkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomis. Pandemi Covid-19 mempengaruhi jumlah sampah hingga turun sekitar 10 persen. Ia mengimbau masyarakat sudah mulai memilah sampah rumah tangga.

"Kami juga mengimbau warga untuk mematuhi jadwal pembuangan sampah di TPS, yakni mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB," tutupnya.

Sementara, Ketua Kreasi Sungai Putat (KSP) Syamhudi mengatakan tema Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 yakni ampah bahan baku ekonomi di masa pandemi cukup menarik. Namun dirinya menillai menilai, hal itu sangat tampak sederhana tetapi  terasa rumit. 

“Kerumitan itu terjadi karena situasi pandemi yang menyebabkan daya beli masyarak sedang menurun. Artinya produk apapun yang berbahan baku sampah siklus ekonominya akan tersendat,” ucap Syamhudi.

Ia menambahkan situasi seperti ini KSP merealisasikannya dengan konsep  pengelolaan sisa pakai organik untuk kemandirian pangan. Salah satunya dengan cara budidaya BSF/maggot. Minimal dengan konsep seperti ini, KSP  masih bisa survive di stuasi pandemi.

 “Kami tidak hanya menarasikan sampah bahan baku ekonomi di masa pandemi, namun sudah merealisasikannya dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang ada," katanya.

Syamhudi menyampaikan budidaya BSF tidak hanya memberikan jawaban terhadap persoalan lingkungan. Namun juga menghadirkan solusi bagi petani dengan pupuknya, pembudidaya ikan dan peternak unggas kecil dengan pakannya.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Pontianak bisa mencarikan role model bisnisnya. Karena hal tersebut akan penting, agar semakin kuat masyarakat yang bergerak budidaya BSF/maggot kedepannya.

"Kita mengingatkan betapa pentingnya ekonomi kemandirian kerakyatan di tengah pandemi Covid-19," tutupnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda