Ponticity post authorKiwi 04 Maret 2021 80

Musrenbang dan RKPD Tahun 2022, Gubernur: Data Harus Valid

Photo of Musrenbang dan RKPD Tahun 2022, Gubernur: Data Harus Valid ist

PONTIANAK, SP – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Singkawang Tahun 2022, di Aula Hotel Mahkota Kota Singkawang, Rabu (3/3).

Musrenbang dan RKPD Kota Singkawang Tahun 2021 menggambil tema ‘Mempercepat Pembangunan Ekonomi Dengan Pembangunan Infrastruktur Menuju Singkawang Hebat 2022’ tersebut, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menyoroti setiap pekerjaan harus berdasarkan data, sebab untuk saat ini data masih belum baik guna merencanakan pembangunan daerah dengan baik dan maksimal dalam melayani masyarakat.

“Tanpa data yang baik percuma merencanakan pembangunan itu dan tidak dapat menghasilkan yang baik, karena apa, pertama bisa sia-sia pembangunan itu, kedua sekala prioritas kita (Pemerintah) tidak jelas yang mana. Sehingga data satu-satunya alat ukur untuk keberhasilan satu pembangunan,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dalam sambutannya.

Dirinya pun memberikan contoh dalam sektor pertanian, saat ia menjabat sebagai gubernur kalbar mendapatkan data pertanian tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena luas pertanian di Kalbar tidak sebanding dengan hasil pertanian yang didapatkan.

“Begitu saya jadi gubernur saya kumpulkan orang-orang yang berkaitan dengan pertanian, karena data yang kita dapat dari data penerimaan jabatan, bahwa luas lahan tanam 512 ribu hektar sampai 529 ribu hektar lahan dengan target hasil 1,7 juta ton gabah kering giling itu setara 1,2 juta ton beras. Sedangkan kebutuhan konsumsi di Kalbar itu sekitar 600 ribu ton beras, lalu saya tanyakan ke bulog jumlah mereka beli beras sama petani sekitar 48 ton gabah kering giling, lalu saya tanya bea cukai tidak ada beras yang keluar dari Kalbar dan mereka mengatakan ke saya beras masuk ke Kalbar sebanyak 97 ribu ton. Bayangkan seharusnya surplus 600 ribu ton beras di Kalbar tapi tidak ada, berartikan datanya tidak valid,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum, juga menyoroti beberapa perihal di Kota Singkawang diantaranya terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan Banjir.

“Seharusnya Kota Singkawang sudah bebas Karhutla dan Banjir. Masyarakat harus dilibatkan sebanyak mungkin untuk mencegah banjir kembali terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., pada Musrenbang dan RKPD Tahun 2022 mengungkapkan, Kota Singkawang sebagai daerah penyangga bagi daerah perbatasan dan proyek startegi nasional Deep Sea Port Kijing yang mana potensi tersebut dapat maksimal bila infrastruktur Kota Singkawang juga memadai.

Serta dengan kondisi perekonomian yang sulit karena dampak pandemic Covid-19 sekarang, Kota Singkawang berhasil mendapatkan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) skim infrastruktur dan Pendidikan sebesar Rp. 200 Miliar dengan harapan dapat memulihkan kondisi perekonomian Kota Singkawang.(*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda