Ponticity post authorKiwi 06 Desember 2021

Masuk Kalbar Kini Cukup Gunakan Tes Antigen

Photo of Masuk Kalbar Kini Cukup Gunakan Tes Antigen Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Penumpang pesawat yang ingin memasuki wilayah Kalbar, kini tak lagi harus menyertakan Tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif. Namun cukup menggunakan surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan tes cepat antigen.

Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Kalbar, Ignasius IK mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran bagi maskapai penerbangan yang ada di Bandara Supadio, terkait persyaratan tes Covid-19 bagi penumpang pesawat yang sudah bisa menggunakan tes antigen sebagai syarat masuk ke Kalbar.

"Kami telah mengeluarkan surat edaran baru terkait syarat masuk ke Kalbar, di mana mulai tanggal 6 Desember 2021, penumpang yang sudah dua kali vaksin, cukup melakukan tes antigen," kata Ignasius di Pontianak, Minggu (5/12).

Hal tersebut dilakukan guna menindaklanjuti Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 22 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Selain itu, mulai tanggal 6 Desember, setiap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri,” ujarnya.

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara yang masuk ke Kalbar wajib menunjukan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal (3 x 24) jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal (1 x 24) jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

"Penerapan persyaratan perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara ini diberlakukan sejak tanggal 6 Desember 2021, kecuali pada masa peride Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yaitu tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022," katanya.

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara yang masuk ke Kalbar wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RTPCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

"Ketentuan menunjukkan kartu vaksin sebagaimana angka 2 dan 3 di atas, dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun, pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19," katanya.

Untuk itu, katanya, setiap operator moda transportasi udara diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memeriksa hasil tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang menunjukkan hasil negatif dan sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama pada setiap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sewaktu melakukan check-in.

"Perlu diinformasikan bahwa secara berkala dan atau sewaktu-waktu akan dilakukan uji petik dengan metode tes acak (random check) dengan menggunakan uji swab berbasis PCR terhadap para penumpang pada saat tiba di Bandar Udara," kata Ignasius.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson mengatakan, aturan itu mulai berlaku pada Senin (6/12). Tak hanya untuk persyaratan perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara, namun juga laut dan darat.

“Mulai Senin 6 Desember 2021, untuk persyaratan perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara, laut dan darat yang akan memasuki wilayah Kalbar dapat menggunakan tes antigen yang berlaku 1x 24 jam,” kata Harisson kepada wartawan, Minggu (5/12).

Harisson menegaskan, setiap penumpang pesawat dan kapal laut, harus sudah menerima vaksinasi Covid-19, minimal dosis pertama.

“Perubahan kebijakan ini atas dasar penurunan kasus harian Covid-19 di Kalbar dan nasional,” terang Harisson.

Hingga Sabtu (4/12), sebanyak 41.548 kasus positif Covid-19 tercatat di Kalbar. Dari jumlah itu, 40.456 orang atau 97,37 persen sembuh, 1.062 atau 2,55 persen meninggal dunia.

“Kasus aktif saat ini ada 30 orang atau 0,07 persen,” ucap Harisson.

Sebagai informasi, kewajiban penumpang pesawat untuk masuk wilayah Kalbar menggunakan surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan tes swab PCR telah diberlakukan sejak setahun yang lalu, atau persisnya 26 Desember 2020.

Hal tersebut diatur dalam surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2021 dalam tatanan kehidupan kenormalan baru.

Dalam surat edaran itu, terdapat poin yang menyebutkan pelaku perjalanan menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Surat keterangan itu berlaku paling lama tujuh hari sejak tanggal pemeriksaan. Selain itu, pelaku perjalanan diwajibkan mengisi electronic health alert card (eHac).

Meski belakangan pemerintah pusat telah mengatur kembali syarat penerbangan tidak lagi wajib hasil swab PCR, namun Pemprov Kalbar bersikeras tetap menerapkan wajib PCR sebagai syarat masuk di Kalbar. Hal itu mengacu pada Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 75 Tahun 2021.

Hal ini pun sempat mengundang kritikan dari berbagai pihak karena merasa dipersulit saat akan masuk ke Kalbar. (ant/pas)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda