Ponticity post authorBob 06 Agustus 2020 473

Kisah Buronan Covid-19, Kini Jalani Isolasi di Rusunawa Nipah Kuning Dalam

Photo of Kisah Buronan Covid-19, Kini Jalani Isolasi di Rusunawa Nipah Kuning Dalam Kisah Buronan Covid-19, Kini Jalani Isolasi di Rusunawa Nipah Kuning Dalam

PONTIANAK, SP - IS (42), penumpang pesawat dari Surabaya, Jawa Timur, yang ternyata terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) dan sempat kabur dari penginapan di Pontianak, akhirnya ditemukan. Ia ditemukan petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu), Desa Jawa Tengah, Sungai Ambawang.

Dari keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kadinkes Kalbar), dr Harisson, M.Kes, IS sudah termasuk dalam status sebagai pasien Positif Covid-19. Ia memang sempat melarikan ketika hendak diisolasi oleh Dinkes Kalbar.

“Is adalah warga asal Jombang dan penumpang pesawat rute Surabaya-Pontianak, yang dinyatakan positif Covid-19. Ia melarikan diri ketika hendak diisolasi,” papar dr Harisson. 

Adapun ditemukanya IS, kata dr Harisson, berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB Rabu (5/8). Saat itu Polsek Ambawang dan Dinkes Kubu Raya, mendapat laporan dari warga di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang. mereka melihat orang mirip IS. Ketika hendak diamankan warga, IS kembali melarikan diri dan masuk ke perkebunan warga.

"Pada pukul 22.30 WIB, saudara IS keluar lagi dari hutan dan langsung digiring warga ke Puskesmas Sungai Ambawang. Dari situ, baru dikoordinasikan, agar yang bersangkutan dibawa ke Rusunawa Nipah Kuning, Kota Pontianak untuk diisolasi," katanya.

Dijelaskan dr Harisson, keadaan IS dalam kondisi sehat. Namun, nantinya ia akan diisolasi selama 10 hari. Kemudian, akan kembali diek dnegan diambil sampel swab

"Kalau pemeriksaan swab negatif, IS langsung kita pulangkan ke Jombang dan biaya pemulangan akan ditanggung oleh Dinkes Provinsi. Semoga, saat diisolasi, IS tidak kembali berulah," tutur dr Harisson.

Dr Harisson menjelaskan, kemungkinan IS ini melarikan diri karena enggan diisolasi. Ia mennggap ketika diisolasi nantinya, akan dikucilkan atau mendapatkan perbuatan yang kurang berkenan. 

IS sendiri, datang ke Pontianak untuk mencari pekerjaan dan ia sudah punya kenalan. Namun setelah kenalannya tahu bahwa IS positif Covid-19, maka mereka menolak untuk menampungnya.

"Saudara IS ini kebingungan dan sebenarnya ia berjalan ke Ambawang tanpa tujuan. Untuk melaporkan ke petugas kesehatan, ia masih khawatir akan dikarantina," ujar mantan Kadinkes Kapuas Hulu ini. 

“Kita juga langsung tracing untuk mencari siapa saja yang berkontak langsung selama pelariannya. Kita akan rapid test atau swab terhadap kontak saudara IS ini. Termasuk nanti seluruh penumpang yang ada di Pesawat Citilink Surabaya-Pontianak QG420," katanya 

Harisson menegaskan agar masyarakat tidak menolak untuk dikarantina atau isolasi ketika dinyatakan sebagai pasien Covid-19. 

"Jadi bagi siapa saja menolak untuk di karantina atau diisolasi itu ada sanksi hukumnya. Itu sudah diatur dalam UU 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan UU no 6 Tahun 2018 tentang kekarantina kesehatan," ungkap dr Harisson.

Kondisi Sehat

Dr Harisson menyatakan, bahwa ia telah mengecek konisi IS walau dari jarak jauh kondisi di tempat isolasi Rusunawa, Nipah Kuning, Kota Pontianak. IS, pasien Konfirmasi Covid-19 asal Jombang, Jatim  yang sempat kabur saat hendak dijemput untuk di isolasi telah ditemukan di sekitar wilayah Desa Jawa Tengah , Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

“Pagi Kamis (6/8), saya menyempatkan diri untuk mengecek langsung keadaan Pasien kasus konfirmasi asal Jombang yang telah diisolasi di Rusunawa Nipah Kuning, Pontianak sejak ditemukan kemarin malam,” paparnya.

Dr Harisson sempat melihat keadaan pasien dari jarak jauh dan sempat berbicara sekedar menanyakan keadaanya dari kejauahan. Pada kesempatan tersebut, tampak IS, keluar dari ruang Isolasi dengan menggunakan masker dan baju biru dongker serta mengenakan sarung berwarna hijau.

Kadinkes menyampaikan bahwa kalau IS sudah dinyatakan negatif dari hasil pemeriksaan yang akan dilakukan besok akan dipulangkan kembali ke kampung halaman.

“Nanti pulangnya dari Pontianak ke Surabaya. Dari Surabaya ke Jombang pakai bus ya. Bapak makan yang bagus saja dulu baru kita swab dan mungkin sudah bisa diambil sampelnya,” ujarnya saat berbincang dengan IS dari jarak jauh di Rusunawa Pontianak.

Dr Harisson sempat menanyakan kepada IS makanan apa yang ia ingin makan saat ini . Ia menjawab bahwa dirinya lebih suka makanan yang ada di Warteg karena lidahnya tak terbiasa dengan makanan atau rasa masakan yang ada di Kalbar.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarganya sudah mengetahui kabar dan keberadaan IS saat ini. Selaku Kadis Kalbar juga turut simpati atas apa yang menimpa IS saat ini bukan lah kemauan dirinya. IS mengaku kondisinya saat ini seha-sehat saja dan mengaku bahwa sebenarnya dirinya tidak kabur hanya saja merasa bingung dan kondisi handpone yang drob.

“Ia juga meminta maaf serta mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantunya saat ini. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak,” paparnya.

Sebelumnya, IS tiba di Pontianak pada Sabtu (1/8). Ia diketahui positif Virus Corona berdasarkan hasil swab test RT-PCR di RS Untan, usai hasil rapid test nya dinyatakan reaktif. Pria asal Jombang, JawaTimur itu sempat kabur dari penginapannya. IS sempat menginap semalam di Hotel Jeruju, Pontianak. Namun saat hendak dijemput petugas untuk diisolasi, ia telah meninggalkan kamarnya.

Ditemukannya IS, sempar dikomentari oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Menurutnya, kaburnya IS sempat meresahkan masyarakat, sehingga Pemprov Kalbar, melalui Dinkes, berupaya menemukan pria asal Jombang, Jatim tersebut.

“Yang kabur kemarin sudah ketemu. Lebih baguskan memang ia menyerahkan diri ke kite. Ya kita obati, kita tangani supaya sembuh. Dan ia tidak menyebarkan penyakit ke orang lain, karena kita tidak tahu virus di suatu daerah dengan di daerah lainnya,” paparnya.

Menurut Bang Midji, bisa saja kandungan virus di dalam tubuh IS di atas rata-rata. Misalnya saja di Kalbar ini rata-rata di bawah 225 partikel, namun, kalau di luar biasanya sampai 4000-5000 partikel virus.

“Ini yang kita khawatirkan. Kalau misalnya dia nginap di sini atau di sana, kan repot kita. Contoh menginap di Jeruju, kita harus swab penghuni di situ. Kita harus sterilkan kamarnya, kemudian lari lagi ke Jalan Tani, Saigon, nah dia mau lari kemana, nggak bisa, tetap ketemu. Akhirnya masyarakat sadar dan takut, sehingga ia nyerah juga,” papar Bang Midji.

Bang Midji juga menyoroti tentang adanya wacana dari Kemenhub, yang tidak lagi memberlakukan rapid test kepada calon penumpang pesawat. Menurutnya, ini sangat bahaya.Kalau ini teap diberlakukan, maka sama saja Kemenhub memindahkan satu penyakit ke daerah lain.

Nggak boleh ini, jangan masalah menyelematkan maskapai penerbangan, tapi kita membahayakan nyawa masyarakat. Saya tidak setuju, semoga ini tidak benar. Saya tetap minta ketentuan tentang rapid test diberlakukan. Soal harganya, kenapa harus repot,diakumulasikan saja dengan tiket, kan ndak masalah,” tuturnya.

Nomor HP Terlacak

Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Komarudin menyatakan pihaknya telah mengerahkan jajarannya, untuk mengejar seorang penumpang maskapai penerbangan yang positif Covid-19. Penumpang berinisial IS (42) itu kabur dari suatu penginapan di kawasan Jeruju, Kecamatan Pontianak Barat, Provinsi Kalbar.

"Saat ini, penumpang maskapai dari Surabaya tujuan Kota Pontianak itu dalam pencarian kami," kata Komarudin di Pontianak, Selasa.

Komarudin berharap, penumpang maskapai tersebut kooperatif. Dengan begitu, Is bisa ditangani oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. "Nomor ponsel yang bersangkutan saat ini tidak aktif, sehingga menyulitkan kami dalam melakukan pencarian," ujarnya.

Dua orang penumpang pesawat penerbangan dari Surabaya-Pontianak pada Sabtu (1/8) terkonfirmasi positif Covid-19 menurut uji PCR Untan. Mereka berinisial Mis (58) warga Kubu Raya dan IS (42) warga Jombang, Jatim.

Is diinformasikan sempat menginap di Hotel Jeruju Baru, tapi ketika dijemput untuk diisolasi di Rumah Isolasi Rusunawa Kota Pontianak yang bersangkutan telah meninggalkan hotel (melarikan diri). Sebelumnya, petugas kesehatan sempat melakukan kontak melalui handphone untuk informasi penjemputan, tapi setelah itu ponsel yang bersangkutan tidak aktif.

Dinas Perhubungan Kalbar telah menutup rute penerbangan Citilink tujuan Surabaya-Pontianak sampai tujuh hari ke depan, terhitung mulai Ahad sampai Rabu, 5 Agustus mendatang. Kebijakan itu diberlakukan untuk mencegah masuknya penumpang yang diduga tertular Covid-19 ke Kalbar.

"Memperhatikan hasil tes cepat dadakan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan arahan Bapak Sutarmidji, Gubernur Kalbar tanggal 1 Agustus 2020 kemarin, bahwa sesuai hasil pemeriksaan tes cepat secara acak, terhadap 21 penumpang Citilink 06420 Rute Surabaya ke Pontianak tanggal 1 Agustus 2020, ditemukan dua penumpang berstatus reaktif," kata Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto Saidi.

Manto menjelaskan, dari peristiwa tersebut, kegiatan tes cepat dadakan akan terus diintensifkan pada penumpang bandara dan pelabuhan yang akan masuk ke Kalimantan Barat, terutama dari daerah zona merah.

Setiap maskapai penerbangan yang kedapatan membawa masuk penumpang dari luar Kalimantan Barat dalam kondisi reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes cepat di terminal kedatangan Supadio akan diberikan sanksi yang sama, yaitu penutupan sementara rute penerbangan maskapai tersebut.

Sebar Foto

Dinkes Kalbar, Kota Pontianak, dan Kubu Raya, bekerja sama dengan TNI-Polri untuk memburu keberadaan penumpang berinisial IS tersebut. Bahkan Dinkes merilis wajah IS agar masyarakat ikut melapor jika mengetahui keberadaannya.

Peristiwa bermula, saat petugas melakukan rapid test secara acak kepada penumpang di Bandara Supadio, Pontianak. Dari 21 penumpang, hasilnya ada dua orang yang menunjukkan reaktif.  

Satu orang warga Kabupaten Kubu Raya dan satu orang warga asal Jombang, Jawa Timur, yang akan mencari pekerjaan di Pontianak. Berdasarkan uji swab di laboratorium Rumah Sakit Untan Pontianak, mereka rupanya dinyatakan positif Covid-19.

Keberadaan sempat terlacak dari informasi istrinya yang berada di Jombang. Selain itu, dari sinyal ponsel IS, dia diketahui berada di kawasan Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Namun saat petugas menjemput, IS kembali kabur. (sms/iat/jee)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda