Ponticity post authorKiwi 07 Agustus 2020 7,109

Razia Warung Bakso dan Warkop, Tim Gabungan Sita Puluhan Tabung Elpiji Subsidi

Photo of Razia Warung Bakso dan Warkop, Tim Gabungan Sita Puluhan Tabung Elpiji Subsidi

PONTIANAK, SP - Tim gabungan dari Satpol PP, Diskumdag Kota Pontianak, Polisi/TNI dan Pertamina Kalbar, kembali menyita puluhan tabung elpiji tiga kilogram/subsidi di sejumlah warung bakso dan warung kopi (warkop). Menurut aturan mereka tidak berhak menggunakan elpiji subsidi tersebut.

"Bahkan ada satu warung bakso di kawasan Jalan Karya Baru yang kedapatan menyimpan sebanyak 12 tabung tiga kilogram dan satu warung kopi di Jalan Perdana yang juga menyimpan dalam jumlah banyak, yakni 21 tabung elpiji subsidi," kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Pontianak, Fery Abdi di Pontianak, Kamis (6/8).

Dia menjelaskan, rata-rata tempat atau pelaku usaha yang dilakukan razia pada Rabu malam (5/8), masih ditemukan menggunakan elpiji subsidi yang sebenarnya hak masyarakat tidak mampu tersebut, yakni dua tempat usaha di Jalan Tanjungpura, satu di Jalan Karya Baru dan dua di Jalan Perdana atau total yang disita sebanyak 48 tabung elpiji tiga kilogram.

"Kami imbau kepada para pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji subsidi agar segera beralih kepada elpiji nonsubsidi, karena itu merupakan haknya masyarakat tidak mampu," katanya.

Sebelumnya Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Provinsi Kalbar, Syarifah Adriana mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia guna menertibkan pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji tabung tiga kilogram atau elpiji subsidi yang merupakan haknya masyarakat tidak mampu.

Hingga saat ini, pihaknya sudah mengamankan sebanyak 162 tabung elpiji tabung tiga kilogram atau elpiji subsidi dari beberapa kali melakukan razia bersama tim gabungan di sejumlah rumah makan dan warung kopi, bahkan kemarin ada satu rumah makan yang kedapatan menyimpan sebanyak 25 tabung elpiji tiga kilogram.

"Dari pengakuan (pemilik rumah makan dan warkop), mereka membeli dari pengecer atau dari orang yang membeli untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi," ungkapnya.

Dia menambahkan, apabila berulang akan dikenakan Perda Ketertiban Umum Nomor 11 Tahun 2019, yang mengatur usaha yang memiliki omzet di atas Rp50 juta dilarang menggunakan elpiji subsidi.

"Bahkan pelaku usaha itu bisa diberikan sanksi denda Rp500 ribu, tetapi untuk sementara waktu kami masih melakukan pembinaan, kepada pelaku usaha yang masih menggunakan elpiji tiga kilogram untuk segera menukarnya dengan tabung elpiji nonsubsidi," katanya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebelumnya juga mengingatkan kepada para pelaku usaha menengah ke atas, seperti restoran, rumah makan, serta rumah tangga yang tergolong mampu agar tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi.

"Saya ingatkan pada para pelaku usaha yang masih menggunakan gas elpiji tiga kilogram, segera tukarkan dengan gas non subsidi seperti bright gas 5,5 kilogram atau di atasnya," katanya usai meninjau operasi pasar elpiji subsidi di Pontianak, belum lama ini.

Edi menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan razia atau sidak di tempat-tempat usaha menengah seperti rumah-rumah makan, warung kopi, restoran dan laudry agar tidak menggunakan lagi elpiji tiga kilogram tersebut.

"Silahkan saja pihak rumah makan, restoran, hotel dan termasuk laundry untuk berusaha, tetapi jangan menggunakan elpiji subsidi, karena itu memang haknya masyarakat tidak mampu dan pelaku usaha kecil," katanya.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan gas elpiji 3 kilogram sesuai HET, pihaknya bersama Pertamina juga melakukan operasi pasar menjual elpiji susbidi.

OP Mulai Sepi Pembeli

Sales Area Manager Pertamina Kalbar Weddy Surya Windrawan mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi pasar elpiji subsidi, bahkan dalam beberapa hari terakhir OP yang pihaknya gelar mulai sepi pembeli, hal itu menandakan bahwa kebutuhan elpiji oleh masyarakat sudah terpenuhi.

"Selain akan terus melakukan operasi pasar sesuai permintaan masyarakat, pihaknya saat ini bekerjasama dengan Satpol PP, Diskumdag Kota Pontianak dan pihak kepolisian serta dibantu TNI juga gencar melakukan razia terhadap rumah makan dan warung kopi yang hasilnya masih banyak ditemukan mereka menggunakan elpiji subsidi yang bukan hak mereka, melainkan haknya masyarakat tidak mampu," ujarnya.

Dia menambahkan penyaluran elpiji subsidi yang pihaknya lakukan sebenarnya sama bahkan juga dilakukan penambahan sebagai antisipasi terjadinya peningkatan menjelang dan sesudah Idul Adha.

Weddy mengimbau masyarakat tidak perlu panik, dan belilah elpiji sesuai kebutuhan, karena kalau panik malah menimbulkan antrian di pangkalan, padahal stoknya cukup.

Dia juga menyambut baik pihak Pemkot Pontianak yang telah ikut melakukan pengawasan seperti yang saat ini sudah dilakukan, serta peran serta masyarakat agar juga mengawasi dan bagi yang mampu untuk beralih kepada elpiji nonsubsidi, mulai dari Bright Gas 5,5 kilogram ke atas. (din/ant)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda