Ponticity post authorKiwi 09 Juni 2026

Ciptakan Lingkungan dan Ekosistem Inklusif, IAIN Pontianak Miliki Relawan Pendamping Mahasiswa Disabilitas

Photo of Ciptakan Lingkungan dan Ekosistem Inklusif, IAIN Pontianak Miliki Relawan Pendamping Mahasiswa Disabilitas

PONTIANAK, SP - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak menggelar kegiatan Short Course Relawan Pendamping Mahasiswa Disabilitas pada Selasa (9/6/2026) di Ruang VIP Gedung Aula A. Rani IAIN Pontianak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan ramah bagi mahasiswa disabilitas.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa sebagai calon relawan pendamping tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman dan keterampilan dasar dalam mendampingi mahasiswa disabilitas selama menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.

Ketua panitia kegiatan, Nopita Sari, M.Pd., selaku Koordinator Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi IAIN Pontianak, mengatakan bahwa keberadaan relawan pendamping menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan kampus yang inklusif.

“Kegiatan relawan pendamping ini akan berjalan selama tiga hari ke depan. Kami menyadari bahwa untuk menumbuhkan kampus yang inklusif diperlukan tenaga relawan guna menciptakan lingkungan yang positif bagi teman-teman disabilitas,” ujarnya.

Nopita juga menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti program ini akan memperoleh manfaat akademik berupa Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) setelah menyelesaikan studi.

“Benefit yang diberikan kepada peserta, khususnya mahasiswa, adalah SKPI setelah lulus perkuliahan sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut pernah menjadi relawan pendamping disabilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris LP2M IAIN Pontianak, Andry Fitriyanto, M.Ud., menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan layanan disabilitas di lingkungan kampus.

Menurutnya, pelaksanaan short course ini juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan data dan penguatan sistem layanan yang dibutuhkan dalam proses audit surveillance ISO, khususnya terkait jumlah dan layanan bagi mahasiswa disabilitas.

“Kegiatan ini penting sebagai bahan audit surveillance ISO mengenai data jumlah mahasiswa disabilitas di kampus kita. Hal ini tidak terlepas dari keinginan kampus untuk menyiapkan lingkungan atau ekosistem yang inklusif bagi teman-teman disabilitas,” ungkap Andry.

Ia menambahkan bahwa IAIN Pontianak terus menjunjung tinggi hak pendidikan bagi mahasiswa disabilitas agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Kita terus menjunjung tinggi hak pendidikan bagi teman-teman disabilitas agar semangat mereka dalam mengubah nasib tetap dapat dikawal hingga akhir. Alhamdulillah, pimpinan melalui Bapak Rektor juga memberikan dukungan penuh terhadap mahasiswa disabilitas, salah satunya melalui program pembebasan UKT bagi mahasiswa yang memenuhi syarat,” katanya.

Andry berharap sinergi yang terjalin antara LP2M, Komisi Disabilitas, relawan pendamping, serta berbagai pihak terkait dapat mendukung kelancaran program dan memberikan manfaat yang luas bagi civitas akademika.

“Dengan adanya bantuan dan kolaborasi dari Komisi Disabilitas serta pedoman relawan pendamping disabilitas, kami berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang besar guna mewujudkan lingkungan kampus inklusif yang kita inginkan bersama,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, IAIN Pontianak kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang setara, inklusif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. (aep)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda