Ponticity post authorKiwi 09 Juni 2026

Pelatihan Ahli Teknik Jalan 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kompetensi SDM Konstruksi Kalbar

Photo of Pelatihan Ahli Teknik Jalan 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Kompetensi SDM Konstruksi Kalbar

PONTIANAK, SP - Pelatihan Ahli Teknik Jalan Tahun 2026 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gatensi Karya Konstruksi dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat resmi dibuka pada Senin (8/6/2026) di Hotel Grand Tulip, Pontianak.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnain. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi, khususnya dalam bidang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan jalan yang sesuai dengan standar nasional.

Dalam sambutannya, Iskandar Zulkarnain menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengaktifkan kembali Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) yang terbagi dalam empat wilayah kerja guna mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pemeliharaan infrastruktur jalan di berbagai daerah.

Menurut Iskandar, keberadaan infrastruktur jalan yang baik memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas konektivitas antarwilayah, serta mempercepat pemerataan pembangunan di Kalimantan Barat.

"Kompleksitas pekerjaan jalan saat ini menuntut tersedianya tenaga ahli yang tidak hanya memiliki pemahaman teknis yang kuat, tetapi juga kompeten dalam aspek regulasi, pemanfaatan teknologi, manajemen risiko, keselamatan kerja, hingga prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami berharap para tenaga ahli tidak hanya mampu membangun jalan dengan baik, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun," ujar Iskandar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, M. Yodha Muhdiya, melaporkan bahwa pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi di sektor jasa konstruksi. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi teknis yang disampaikan oleh para instruktur dan praktisi berpengalaman. Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah paparan dari RM Rustamaji mengenai Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Dinding Penahan Tanah dan Dinding Pelindung Lereng.

Materi tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Kalimantan Barat yang memiliki karakteristik tanah dan kontur wilayah yang beragam, sehingga membutuhkan perencanaan teknis yang tepat dalam pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur jalan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir tenaga ahli teknik jalan yang semakin kompeten, profesional, dan berdaya saing. Keberadaan SDM konstruksi yang berkualitas menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Barat. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda