Ponticity post authorKiwi 09 Juli 2020 6,845

Misteri Bebas Tugas Rektor IAIN

Photo of Misteri Bebas Tugas Rektor IAIN

PONTIANAK, SP - Dr H Syarif, MA dibebastugaskan dari jabatan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak periode 2018- 2022. Selanjutnya, Direktur Pascasarjana Dr Misdah MPd ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor IAIN Pontianak.

Informasi pemberhentian pucuk pimpinan IAIN Pontianak tersebut beredar luas di kalangan dosen dan mahasiswa IAIN Pontianak. Kepastian penyebab pergantian pun masih simpang siur. Namun, jika merunut kebelakang selama kepemimpinan Dr Syarif sebagai Rektor IAIN Pontianak, setidaknya ada dua kasus yang menyita perhatian.

Pertama, Rektor IAIN Pontianak Syarif bersama Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy, dan Rektor UIN Arraniry Banda Aceh Warul Walidin pernah dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketiganya dimintai keterangan terkait dugaan suap dalam proses seleksi jabatan rektor pada universitas negeri Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, penyidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag telah menjerat Ketua Umum PPP nonaktif Romahurmuziy alias Romy.

Selain ketiganya, penyidik juga memeriksa sejumlah dosen dan guru besar yang sebelumnya menjadi calon rektor. Di antaranya Wakil Rektor I IAIN Pontianak Hermansyah, Dosen IAIN Pontianak Wajidi Sayadi, Guru Besar UIN Sunan Ampel Ali Mudlofir, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Akh Muzakki.

Ketika itu Syarif membantah pernah melakukan pertemuan dengan Romy. “Dulu di Muktamar NU pernah. Hanya itu, enggak pernah lagi. Enggak ada (mengobrol). Orang penting mana mau ketemu saya,” ujar Syarif dikutip dari FIN edisi 18 Juni 2019.

Syarif dilantik Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, 6 Juni 2018. Pelantikannya tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor:B.II/3/18301 dan 18302.

Kasus lainya adalah, dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berinisial FI terhadap salah seorang mahasiswinya, Feni (nama samaran).

Syarif selaku Rektor IAIN Pontianak memilih menutup rapat hasil pemeriksaan dan pendalaman kasus yang dilakukan Satuan Pengawas Internal IAIN Pontianak yang dipimpin Fauziah.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Satuan Pengawas Internal IAIN Pontianak disampaikan ke Rektor IAIN Pontianak. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka pihak kampus menelaah peraturan tersebut untuk kemudian disandingkan dari hasil pemeriksaan.

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda