Ponticity post authorBob 09 Agustus 2020 55

Kalbar Dapat Tambahan 13 Kasus Konfirmasi Baru Covid-19

Photo of Kalbar Dapat Tambahan 13 Kasus Konfirmasi Baru Covid-19 Kalbar Dapat Tambahan 13 Kasus Konfirmasi Baru Covid-19

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kadinkes Kalbar), Harisson kembali mengumumkan penambahan kasus Konfirmasi Baru Covid-19. Di mana, ada 13 orang yang dinyatakan kasus Konfirmasi Baru Covid-19.

Ke-13 orang tersebut tersebar di tiga daerah, yaitu Kota Pontianak empat orang, Kabupaten Ketapang tujuh orang dan Kabupaten Bengkayang dua orang. Mereka dinyatakan poisitif usai keluar hasil pemeriksaan Laboratorium Untan, tanggal 8 Agustus.

“Dari 250 sampel yang diperiksa, terkonfirmasi Covid-19 ada 13 orang. Sementara dinyatakan sembuh enam orang, Hasil Negatif 217 orang, dua orang dites ulang dan 13 orang invalid. Itu ada guru, siswa, dan masyarakat yang suspek hasil tracing," kata Harisson.

Menurut Harisson, adanya kecenderungan kasus Konfirmasi Covid-19 sekarang terkena pada guru dan siswa. Karena pihaknya belakangan ini masif melakukan testing terhadap guru dan siswa untuk melihat kesiapan menerapkan pembelajaran tatap muka. 

Dinkes Kalbar sendiri melakukan pemeriksaan swab test kepada populasi guru dan melakukan rapid tes siswa kelas VIII SMP dan XII SMA. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak men-stigma bahwa yang banyak terkonfirmasi guru dan siswa saja atau beranggapan masyarakat yang lain tidak terpapar.

"Kita melakukan pemeriksaan hanya pada kelompok populasi guru dan siswa. Tidak pada kelompok masyarakat yang lain. Maksudnya jangan men-stigma bahwa kasus ini banyak di guru dan siswa, ini karena memang kita melakukan tracing dan swab dikelompok tersebut," jelasnya.

Harisson juga mengakui, pihaknya kembali menemukan kasus Konfirmasi Baru Covid-19, terhadap salah satu masyarakat yang baru datang dari Surabaya. Dijelaskan Harisson yang bersangkutan adalah salah satu penumpang pesawat Rute Surabaya-Pontianak, ketika dia sakit dan kemudian dilakukan swab test di Rumah Sakit Bengkayang. 

"Ternyata ketika keluar hasil laboratorium, dia terkonfirmasi Covid-19. Ini kasus dari Suarabaya, jadi memang perlu kita perhatian terhadap warga yang baru datang dari Surabaya dengan menggunakan pesawat. Karena Setelah kita pelajari ada berapa kasus terkonfirmasi Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak, telah melakukan tracing cepat terhadap riwayat perjalanan IS (42) warga Jombang yang sempat melarikan diri ketika akan di isolasi. IS merupakan salah satu penumpang pesawat rute Surabaya Pontianak yang di nyatakan positif Covid-19. Berdasarkan penelusuran dalam pelariannya tercatat IS sempat berkontak di 15 titik.

Kadinkes Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan pihaknya sudah melakukan anamnesa terhadap Is. Sejak datang pada 1 hingga 4 Agustus, kurang lebih tercatat ada 15 titik yang harus dikejar.

"Ada beberapa titik yang diidentifikasi harus dikejar. Karena ternyata yang bersangkutan melakukan kegiatan. Hal tersebut bisa diindikasikan Is melakukan kontak," ucap Kadinkes Kota Pontianak, Sidiq Handanu.

Ia mengungkapkan sejak Sabtu (1/8) IS tercatat berkontak di minimarket, ATM dan sempat menaiki ojek. Kemudian Minggu (2/8) naik ojek lagi, sempat makan di warung. Selanjutnya di mushola, dan ngopi. Lalu sempat ke kontrakan, apotek dan warung makan.

Sidiq menyebutkan pihaknya menghadapi kendala dalam identifikasi karena yang bersangkutan tidak hapal lokasi yang pernah di singgahi. Terlebih sekarang yang bersangkutan tengah di isolasi dan tidak mungkin diminta untuk menunjukkan lokasi yang pernah di tuju.

"Yang bisa kita tracing dari 15 baru 2 titik. Pertama di wisma dan kontrakan sudah kita tracing dan swab. Akan tetapi pada tempat lain seperti apotek dan lainnya tengah kita telusuri dan kita kejar," jelasnya.

Sidiq menghimbau jika ada tempat yang merasa sudah disinggahi oleh yang bersangkutan untuk bisa melakukan antisipasi masing-masing. Termasuk juga apabila ragu dirinya meminta masyarakat datang ke dinas kesehatan untuk melapor kemudian akan dilakukan pemeriksaan.

"Beginilah cara kita memperlakukan penyakit menular kita harus kejar kemana dia kemudian kita mengurangi resiko penularannya," ungkapnya.

Sidiq menyebutkan Dinkes Kota Pontianak juga melakukan pengambilan sampel swab terhadap penumpang pesawat Citilink yang ditumpangi Is. Dengan total penumpang berdasarkan manifest sebanyak 52 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 18 orang alamat di Kota Pontianak. 

"Dari 18 orang tersebut yang diswab pada hari ini sebanyak sembilan orang. Sisa lima orangnya sudah kembali ke Palangkaraya karena melanjutkan perjalanan, satu orang ke Ketapang dan tiga orangnya tidak respon," katanya.

Dikatakan Sidiq untuk penumpang yang tidak merespon masih belum bisa ditelusuri karena di manifest tidak ada nomor KTP dan tidak ada alamat. Akan tetapi pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Ia menyampaikan berdasarkan catatan pada pesawat Citilink ada penumpang yang berumur satu tahun. Kemudian ada juga yang berumur dua dan lima tahun akan tetapi sudah kembali ke Palangkaraya.

"Untuk anak yang berumur satu tahun akan di rapid test terlebih dahulu jika menunjukkan reaktif baru di swab," jelasnya. 

Dilanjutkan Sidiq pihaknya juga akan melakukan tes swab pada Sabtu (8/8) pagi terhadap penumpang pesawat Lion Air yang ditumpangi M. Seperti diketahui M terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan penumpang pesawat Lion Air Surabaya Pontianak. 

Berdasarkan manifest jumlah penumpang pesawat tersebut sebanyak 99 orang. Kemudian yang beralamat Kota Pontianak sebanyak 35 orang. Sisanya berada di luar Kota Pontianak tersebar di seluruh Kalimantan Barat.

"Pemeriksaan swab akan dilakukan di Untan, jika tidak mengalami penumpukan jumlah sampel sekitar dua hingga tiga hari sudah bisa didapatkan hasilnya," pungkasnya. (ia/din)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda