Ponticity post authorKiwi 10 Februari 2026

FKUB Kota Pontianak Gelar Diskusi Panel untuk Memperkuat Kerukunan Umat Beragama

Photo of FKUB Kota Pontianak Gelar Diskusi Panel untuk Memperkuat Kerukunan Umat Beragama

PONTIANAK,SP – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pontianak bekerja sama dengan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pontianak menggelar diskusi panel bertema “Memperkuat Kerukunan Umat Beragama Dalam Rangka Menjaga Kondusifitas Kamtibmas Kota Pontianak yang Harmonis dan Bersahabat”, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Jalan KS Tubun, Kecamatan Pontianak Selatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., Kapolresta Pontianak yang diwakili Kasat Binmas AKP Agus Wandi, Kepala Kemenag Kota Pontianak H. Ruslan, S.Ag., M.A., perwakilan Kesbangpol Kota Pontianak, camat dan lurah se-Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Barat, Ketua FKUB Kota Pontianak H. Abdul Syukur, Ketua LDII Kota Pontianak Nur Bambang, S.Sos., serta Ketua Pokdar Kamtibmas H. Kardiman.

Ketua FKUB Kota Pontianak H. Abdul Syukur dalam sambutannya menjelaskan bahwa FKUB merupakan wadah yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah daerah untuk membangun, memelihara, dan memberdayakan kerukunan umat beragama. FKUB memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan dan meningkatkan toleransi di tengah keberagaman, khususnya di Kota Pontianak.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak melalui Kasat Binmas AKP Agus Wandi menyampaikan bahwa Kota Pontianak merupakan gambaran nyata kehidupan masyarakat yang plural dan majemuk. Keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, sinergi FKUB dan LDII dalam kegiatan tersebut merupakan contoh konkret praktik kerukunan umat beragama yang substantif, bukan sekadar simbolik.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting sebagai penyejuk umat serta pencegah potensi konflik,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., saat membuka acara secara resmi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Kota Pontianak yang toleran, harmonis, dan bersahabat. Ia menekankan bahwa kerukunan umat beragama tidak hadir dengan sendirinya, melainkan harus terus dirawat melalui dialog, saling pengertian, dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Dengan kerukunan yang terjaga, stabilitas kamtibmas akan tetap kondusif sehingga pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat dapat berjalan dengan baik,” kata Bahasan.

Dalam sesi diskusi panel, Kapolresta Pontianak, Kemenag Kota Pontianak, dan Ketua DPD LDII Kota Pontianak memaparkan pentingnya moderasi beragama, dialog lintas iman, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah ujaran kebencian dan provokasi, baik di lingkungan masyarakat maupun media sosial.

Diskusi juga diwarnai sesi tanya jawab yang membahas potensi kerawanan kamtibmas akibat irisan bulan Ramadhan dan perayaan Imlek, fenomena kenakalan remaja, serta upaya merawat toleransi antarumat beragama. Para narasumber sepakat bahwa pendekatan persuasif, pembinaan, dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama menjaga keamanan dan keharmonisan di Kota Pontianak.

Melalui kegiatan ini, FKUB Kota Pontianak dan DPD LDII Kota Pontianak berharap kerukunan umat beragama semakin kuat, sehingga Kota Pontianak tetap terjaga sebagai kota yang aman, harmonis, dan bersahabat bagi seluruh masyarakat.(*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda