Ponticity post authorKiwi 10 Juni 2021

Amoy Pontianak Direkam Bugil Samseng Malaysia, Satu Korban TKI Lepas Setelah Diperas & Melapor Ke Polda Kalbar

Photo of Amoy Pontianak Direkam Bugil Samseng Malaysia, Satu Korban TKI Lepas Setelah Diperas & Melapor Ke Polda Kalbar

PONTIANAK, SP - Lima warga Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, disandera para pelaku human trafficking (perdagangan orang) di Kuching, Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia.

Hal itu dikemukakan kuasa hukum korban, yaitu Cory S Ardiansjah Lim SH dan Agustiawan SH di Kantor Redaksi Harian Suara Pemred, Pontianak, Kamis, 10 Junii 2021.

“Mirna, salah satu korban berhasil dipulangkan ke Pontianak, setelah keluarganya membayar uang tebusan Rp29 juta. Tapi empat korban lainnya, sampai sekarang tidak jelas keberadaannya,” kata Cory S Adriansjah.

Menurut Cory, berdasarkan pengakuan Mirna (26 tahun) yang sudah dipulangkan ke Pontianak setelah menerima uang tebusan Rp29 juta, empat korban lainnya, di antaranya bernama Sugito, mereka disekap di lokasi Judi Online, Apartemen Beautriz Sim, The Ryegates B2/11, Lantai 1, Kuching, Ibu Kota Negara Bagian Sarawak.

Setelah tiba di Pontianak, Cory S Adriansjah Lim dan Agustiawan, mendampingi Mirna melapor ke Polisi Daerah Kalimantan Barat di Pontianak, 22 Maret 2021, dengan Laporan Polisi Nomor TBL/115/III/RES.1.15/2-21/Kalbar/SPKT.

Kategori Laporan Polisi, yaitu Tindak Pidana Perdagangan Orang, sesuai dengan pasal 2, 4, dan 10 pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang: Tindak Pidana Perdagangan (TPPO) jo Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Petugas Piket di Polisi Daerah Kalimantan Barat, kemudian mengirim surat pengantar kepada Kepala Rumah Sakit Anton Sujarwo Polisi Daerah Kalimantan Barat, untuk dilakukan visum et revertum.

“Sampai sekarang belum ada perkembangan,” kata Cory S Ardiansjah Lim didampingi Agustiawan.

Dikatakan Cory, jumlah korban 5 orang yang disekap di Kuching, berdasarkan pengakuan korban Mirna. Dari empat orang rekannya yang disekap, Mirna hanya mengenal Sugito, tapi tiga korban lainnya, tidak dikenal, tapi dipastikan semuanya berasal dari Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Penyekapan 5 warga Indonesia di Kuching, bermula dari ajakan Novitasari kepada Mirna, tentang peluang kerja pada sebuah caffe di Kuching, dengan imbalan gaji RM1.500 (Rp4 juta) per bulan.

Berteman Lama

Novitasari dan Mirna, berteman lama sejak di bangku Sekolah Dasar. Karena berkali-kali ditawarkan, Mirna setuju.

Pada 16 Maret 2021, Mirna diberangkatkan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat

Sampai di PLBN Aruk, Mirna dipertemukan dengan 4 orang lain, di antaranya Sugito. Di Entikong, para korban diselundupkan menggunakan sepeda motor ke wilayah Sarawak lewat jalan setapak di seputar PLBN Aruk.

Pada 17 Maret 2021, kelima korban dimasukkan Apartemen Beautriz Sim, The Ryegates B2/11, Lantai 1, Kuching.

Di sana, mereka bukan dipekerjakan di caffe sebagaimana dijanjikan di Pontianak, tapi pada sebuah lokasi perjudian onlie. Martina, langsung protes, dan meminta dipulangkan ke Pontianak kepada seseorang bernama Dom, pengelola dan pemilik Judi Onlie di Apartemen Beautriz Sim, The Ryegates.

Di sinilah, terjadi perlakuan tidak manusiawi. Mirna ditelanjangi, dipukul dan direkam dengan audio visual oleh 6 orang bodyguard.

Dalam keadaan tidak berbusana, kedua tangan diborgol, Mirna diperbolehkan berkomunikasi lewat video call dengan keluarganya di Pontianak dan Jakarta.

Dalam percakapan lewat video call, Dom bersama 6 body guard, mengatakan, Mirna boleh dipulangkan ke Pontianak, apabila disiapkan uang tebusan Rp29 juta. Pertama dikirim uang Rp10 juga lewat rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama Hodina.

Setelah sisa uang Rp19 juta sudah dkirim lewat nomor rekening yang sama, pada tanggal 19 Maret 2021 pagi, Mirna dipulangkan ke Pontianak lewat biro travel.

“Saat di Pontianak, Mirna dalam kondisi ketakutan. Karena diancam akan dibunuh keluarganya di Pontianak, jika berani lapor Polisi,” kata Cory.

Setelah dilakukan diskusi panjang, Cory S Ardiansjah Lim dan Agustiawan, berhasil membujuk Mirna untuk membuat laporan Polisi di Polisi Daerah Kalimantan Barat di Pontianak, 22 Maret 2021.

Menurut Cory, otoritas berwenang di Pontianak dan Jakarta, diharapkan segera melakukan langkah konkret untuk menyelamatkan 4 rekan Mirna yang masih berada di Kuching, dalam kondisi tidak menentu sampai sekarang.

Usut Sindikat

Untuk mengusut sindikat human traffiching, terlebih dahulu meminta informasi keluarga Vitasari yang ada di Pontianak. Karena semenjak itu, Vitasari yang sekarang dilaporkan masih berada di Kuching, tidak bisa dilacak.

Pihak Liassion Officer Polisi Republik Indonesia di Kuching dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, bisa diminta bantuan untuk melacak sindikat human trafficking di lokasi Judi Online, Apartemen Beautriz Sim, The Ryegates, Kuching.

Human trafficking kerap terjadi di Kalimantan Barat. Seorang remaja di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, mengalami trauma dan depresi atas dugaan kasus perdagangan manusia (human trafficking) dan kejahatan seksual yang dialaminya. Kini kasus tersebut tengah didalami oleh Ditreskrimum Polda Kalbar.

Januari 2021, Polisi di Kalimantan mengungkap korban human trafficking di lingkungan Polisi Resort Kubu Raya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Donny Charles Go, Minggu, 12 Januari 2021, mengatakan, korban merupakan warga pendatang dan tinggal seorang diri.

Korban berinisial L masih di bawah umur, dibawa seseorang berjenis kelamin perempuan ke Pontianak.

Karena di bawah umur, penanganan korban dikoordinasikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Kubu Raya.

Tahun 2020, sebanyak delapan kasus perdagangan orang sepanjang tahun 2020 berhasil ditangani oleh jajaran Polda Kalimantan Barat. Dari delapan kasus tersebut polisi menetapkan 11 orang menjadi tersangka.

"Terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Polda Kalbar menangani delapan kasus di tahun ini," jelas Kepala Polisi Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Dr Remegius Sigit Tri Hardjanto, Minggu, 27 Desember 2020.

Modus Operandi

Beberapa modus operandi kasus perdagangan orang yang berhasil diungkap di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2020, yakni kasus prostitusi sebanyak tiga kasus, kemudian ketenagakerjaan tiga kasus, satu kasus anak-anak, dan satu kasus penjualan bayi.

Cory mengharapkan Polisi Daerah Kalimantan Barat, dapat membongkar jaringan human trafficking, agar masyarakat kecil, tidak terus-terusan menjadi korban.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda