Ponticity post authorKiwi 10 Agustus 2020 24,571

Universitas OSO Resmi Dibuka, Mulai Terima Mahasiswa Baru pada 15 Agustus 2020

Photo of Universitas OSO Resmi Dibuka, Mulai Terima Mahasiswa Baru pada 15 Agustus 2020

PONTIANAK, SP - Tokoh nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Odang (OSO), telah berhasil mewujudkan cita-cita mulia dalam hidupnya, yaitu membangun Perguruan Tinggi (PT) berstandar internasional di Kota Pontianak. Kampus tersebut akhirnya akan segera beroperasi.

Pengoperasiannya sesuai dengan Surat Keputusan Pendirian Universitas Oesman Sapta Odang (Universitas OSO) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Nomor 172/M/2020, tanggal 31 Januari 2020.

Universitas OSO, membuka lima Program Studi tingkat Sarjana (S1), yaitu S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Biologi, S1 Ilmu Kelautan, dan S1 Kimia. Adapun fasilitas yang disediakan adalah dosen lengkap (S2 dan S3). Ruang belajar full AC, wifi gratis, laboratorium Prodi, Perpustakaan, halaman parkir luas, kampus sendiri, terletak di pusat kota, yakni 500 meter dari Ayani Mega Mall Pontianak.

Letak Kampus Universitas OSO, sangat strategis. Yaitu berada di Pusat Kota Pontianak, yaitu di Jalan Palapa, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113. Sebagai kampus baru di Kalbar, Universitas OSO siap menerima mahasiswa baru angkatan pertama Tahun Akademik 2020-2021.

Buka 12 Prodi

Menurut Rektor Universitas OSO, Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng, IPU, sebentar lagi pihaknya akan membuka penerimaan mahasiswa baru. Sejauh ini untuk perizinan sudah diterima. Sehingga Universitas OSO telah siap untuk menerima mahasiswa baru.

Ia menambahkan Universitas Oso akan mewujudkan universitas berstandar internasional. Hal itu tentu akan dimulai dari awal sehingga kualitas dosen dan sistem manajemen juga harus berstandar internasional. Manajemen akan dilakukan secara digital sehingga clear and clean. 

"Dengan satu warna yang berbeda dengan universitas lainnya, Universitas OSO ingin menerapkan sebuah sistem digital yang akan diperbaiki terus, sehingga Universitas OSO menjadi universitas digital yang terdepan di Indonesia," kata sang Rektor Universitas OSO.

Mantan Staf ahli Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) ini menyebutkan, adanya Universitas OSO, karena adanya pemikiran universitas yang ada saat ini perlu dikembangkan. Untuk menghadapi perkembangan era 4.0. Sehingga seluruhnya harus disiapkan secara betul. 

Ia mengungkapkan hingga saat ini persiapan Universitas OSO masih relatif rendah. Sehingga Universitas OSO memiliki peluang yang besar untuk menuju universitas yang berkelas dunia.

"Kolaborasi antara industri dan universitas, seperti industri yang dimiliki pak Oso banyak juga, kita bisa memulai dari situ, sehingga link and match antara universitas dan industri kita sudah memiliki jalur yang lebih baik dari universitas yang lain," jelasnya.

Pria yang juga merupakan Mantan Deputi Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas Kementerian Riset dan Teknologi mengungkapkan, ke depan hubungan dengan negara-negara ASEAN dan negara lain juga bisa digalang untuk bisa menjadi rekan dalam upaya memajukan Sumber Daya Manusia (SDM).

SDM yang akan diciptakan yakni yang beradap dan memiliki kemampuan untuk menyelaraskan terhadap perkembangan global. Menurutnya, tahun 2020 ini, pihaknya sudah mulai pendaftaran mahasiswa baru. Penerimaan ini difokuskan pada mahasiswa yang berkelas, sehingga bisa langsung dimanfaatkan oleh industri.

Agus Puji Prasetyono, mengatakan Universitas OSO akan dimulai dari Program Studi Hukum, Ekonomi, Kelautan, Kimia dan Biologi. Tentu dengan pembukaan Universitas OSO menjadi potensial untuk dikembangkan. , sehingga dengan berbasiskan sistem digital dan kurikulum yang di modernisasi maka diharapkan lulusan bisa mendapatkan tempat terbaik.

“Kedepannya, akan dikembangkan Prodi yang bisa memajukan Provinsi Kalbar serta Indonesia. Universitas OSO diharapkan bisa maju ke depan dengan baik," papar Agus Puji.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Universitas OSO, Prof. Dr. Maswardi M.Pd mengatakan, Universitas OSO ke depannya diinginkan bertaraf internasional tidak hanya pada lima Prodi. Pembukaan lima Prodi ini hanya untuk tahap awal. Semula pihaknya mengajukan 20 Prodi.

“Kemudian, berubah menjadi 12 Prodi yang telah disetujui oleh LLDIKTI. Lalu dengan berubahnya peraturan maka cukup dengan lima program studi. Ke depan tentu akan ada program studi unggulan yang bertaraf internasional," katanya.

Ia menambahkan untuk sistem pembelajaran jika belum memungkinkan sistem tatap muka maka akan dilakukan secara daring. Jika sudah diperbolehkan sistem tatap muka maka akan dilakukan dengan tatap muka.

Untuk dosen-dosen yang akan mengisi Universitas OSO sudah terpenuhi semua dengan minimal lima orang. Kemudian dengan pendidikan S2, belum memiliki NIDK dan NIDN serta belum PNS.

"Untuk dosen sudah siap semua, tentu peralatan pembelajaran harus diadakan oleh pihak yayasan, ini harus lengkap semua," katanya.

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda