Ponticity post authorKiwi 13 Juli 2020 34,692

Nikahi Staf Magang Diam-diam, Anggota Dewan Pontianak Dituntut Bayar Adat Rp 450 Juta

Photo of Nikahi Staf Magang Diam-diam, Anggota Dewan Pontianak Dituntut Bayar Adat Rp 450 Juta

PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Kota Pontianak, M Yuli Armansyah (Maman) dituntut membayar adat Rp450 juta karena dianggap telah melanggar hukum adat Dayak Suru dengan menikahi seorang gadis bernama Yola tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Orang tua Yuli, Aloysius Rewa yang menetap di Kapuas Hulu mengungkapkan, pada saat anaknya magang di Kantor DPRD Kota Pontianak, anaknya sering berbohong terkait aktivitas yang dilakukannya. Karena curiga, dia meminta pihak keluarga yang ada di Kota Pontianak untuk mengecek anaknya di rumah. Namun ternyata anaknya tidak berada di rumah.

"Adik saya coba mengecek di rumah Maman ternyata anak saya ada di rumah Maman," ucap Aloysius Rewa saat diwawancarai usai sidang adat di Rumah Betang, Sabtu (12/7).

Mengetahui kenyataan tersebut, Aloysius langsung berbicara kepada Maman melalui sambungan telepon dan miminta Maman melepaskan anaknya.

"Saya bilang kamu lepaskan anak saya, kalau tidak diepas nanti saya turun dari Putusibau," kata Aloysius.

Aloysius menyebutkan pihaknya telah mencurigai terjadi sesuatu terhadap anaknya. Berdasarkan interogasi kepada Yola ternyata sudah dinikahkan dan di-Islamkan tanpa sepengetahuan orang tua Yola.

"Inilah yang kita tuntut masalah adat, bagaimanapun orang tua kami Temenggung yang turun menurun, dapat kasus seperti ini baru sekarang," ungkapnya.

Aloysius menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan terkait agama. Namun yang sangat disesalkan yakni cara yang dilakukan oleh Maman karena pernikahan dan pengislaman Yola tanpa sepengetahuan orang tua.

Ia pun meminta Gubernur, Kapolda, Ketua DPRD Kota Pontianak, DAD, dan Ketua Partai Nasdem untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pihak keluarga juga menginginkan agar proses adat dijalankan, karena bagaimanapun dalam adat Dayak, hukum adat tetap berjalan.

"Apalagi kami ini keluarga besar, kami merasa malu, Maman harus menyelesaikan adat, karena atas perbuatannya dia harus bertanggungjawab," tutupnya.

Kepala Adat Suku Dayak Suru, Simon Petrus mengatakan, berdasarkan keputusan sidang adat yang bersangkutan dituntut membayar uang sebesar Rp450 juta.

"Pihak Maman bersedia membayar tapi dia belum bisa menentukan nominal yang akan di bayar. Dia minta jeda," ucap Simon Petrus.

Simon menyampaikan berdasarkan adat ada tiga jeda yang diberikan kepada yang bersangkutan. Pertama tiga hari, kemudian lima hari dan tujuh hari. Tuntutan tersebut berdasarkan adat Dayak Suru yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Penetapan hukum adat diuangkan, kita sudah sampaikan tinggal mereka yang menjawab, yang jelas ini final kita tidak ada negoisasi lagi," pungkasnya. (din)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda