Ponticity post authorKiwi 13 Januari 2021 198

Nakes Kalbar Mulai Divaksin, Presiden Jokowi Disuntik Pertama Covid-19 CoronaVac

Photo of Nakes Kalbar Mulai Divaksin, Presiden Jokowi Disuntik Pertama Covid-19 CoronaVac

PONTIANAK, SP - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi orang pertama yang mendapat suntikan dosis pertama vaksin virus corona (SARS-CoV-2), Rabu (13/1). Penyuntikan vaksin dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Penyuntikan perdana terhadap Jokowi dengan vaksin Covid-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac ini menandai program vaksinasi di Indonesia. Penyuntikan vaksin terhadap Jokowi dilakukan oleh Tim Dokter Kepresidenan. Jokowi disuntik di bagian lengan kiri.

Sebelum penyuntikan Jokowi tampak berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya secara umum. Tim dokter kepresidenan juga menunjukkan kotak vaksin bertulis Sinovac sebelum menyuntikkan vaksin ke Jokowi.

Selanjutnya setelah Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju turut diberikan suntikan dosis pertama vaksin Sinovac. Kendati begitu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ikut disuntik vaksin, karena faktor usia.

Pada program vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini pemerintah telah membuat daftar prioritas penerima vaksin. Kelompok prioritas pertama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Terkait pemberian vaksin ini, pemerintah juga menargetkan setidaknya 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa yang harus diberi vaksin. Ini agar terbentuk kekebalan populasi atau herd immunity.

Sebelumnya, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac. BPOM menyebut vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen. Penny juga memastikan vaksin Covid-19 Sinovac aman digunakan. Menurutnya, efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang.

Efek samping bersifat lokal di antaranya berupa nyeri, iritasi, pembengkakan. Sementara efek samping sistemik, berupa nyeri otot, fetik, dan demam. Sedangkan frekuensi efek samping dengan derajat berat, sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 sampai dengan 1 persen. Efek samping tersebut bukan efek samping yang berbahaya dan dapat pulih kembali.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal untuk penggunaan vaksin Sinovac. Pemerintah melangsungkan vaksinasi perdana mulai 13 Januari,

"Ndak ada, ndak terasa apa-apa waktu suntik, waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam agak pegal dikit. Agak pegal dikit," kata Jokowi dalam video yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1).

Jokowi mengatakan vaksinasi ini dilakukannya setelah sekian lama tak divaksinasi. Dia mengaku terakhir kali divaksinasi saat akan menunaikan ibadah haji. "Disuntik vaksin terakhir. Waduh. Sudah lama ya. Saya sudah lupa. Tapi mungkin pas mau haji itu ada suntik untuk meningitis dan flu," ujarnya.

Jokowi pun berharap seluruh masyarakat bersedia divaksinasi Corona seperti dirinya. Mengingat vaksinasi ini adalah upaya agar Indonesia terbebas dari pandemi Corona.

"Tentunya saya berharap nanti seluruh masyarakat, seluruh rakyat bersedia divaksin karena ini adalah upaya kita untuk bebas dari pandemi. Mengenai waktunya kapan, ini kan semuanya harus bersabar," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan nantinya vaksinasi untuk masyarakat akan dilakukan secara bertahap. Namun, dia meminta masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Karena kan diatur secara bertahap, dilakukan secara bertahap. Tapi yang pasti vaksin ini gratis. Dan ingat, walaupun sudah divaksin nantinya kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. yang paling penting itu," tuturnya.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda