Ponticity post authorKiwi 13 Januari 2021 251

Nakes Kalbar Mulai Divaksin, Presiden Jokowi Disuntik Pertama Covid-19 CoronaVac

Photo of Nakes Kalbar Mulai Divaksin, Presiden Jokowi Disuntik Pertama Covid-19 CoronaVac
Distribusi ke Daerah

Gubernur Kalbar, Sutarmidji melepas secara resmi rombongan  pendistribusian Vaksin Covid-19 ke Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah. Dijelaskan Sutarmidji tahap pertama ini ada sekitar 18 ribuan yang didistribusikan ketiga daerah tersebut.

Dipilihnya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, karena berdekatan dengan pusat Pemprov Kalbar. Serta tiga daerah ini tingkat keterjangkitanya tinggi, karena aktivitas masyarakat padat dan ramai.

"Makanya tiga daerah ini jadi pendistribusian dan pelaksanaan Vaksinasi termin pertama. Setelah ini Singkawang Sambas kemudian daerah yang mempunyai mobilitias tinggi," ungkapnya.

Sementara vaksinasi Covid-19 akan dimulai 14 Januari 2021. Dimana nantinya satu orang harus di vaksin dua kali dengan jarak 14 hari. Untuk tingkat provinsi, vaksinasi ditandai dengan diberikan kepada 10 pejabat dan tokoh masyarakat, seperti Kapolda dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar.

Namun untuk penerima vaksinasi nantinya harus diperiksa terlebih dahulu kesehatannya dan dilihat memenuhi syarat atau tidak. "Karena ada 14 kelompok yang tidak boleh mendapat vaksin dan tidak menjadi prioritas," jelasnya.

Sutarmidji memastikan Tim vaksinasi sudah dilatih karena sudah terbiasa, karena sebelumnya mereka sudah biasa melakukan program vaksinasi. Tidak hanya sumber daya manusia, fasilitas kesehatan juga sudah sangat siap.

"Faskes kita sudah memadai, 93 persen wilayah pusat pelayanan yang bisa vaksinasi," lanjutnya.

Sutarmidji menjelaskan bagi yang menolak vaksin sudah ada UU tentang wabah, yang menjelaskan bahwa vaksin bukan hak tapi kewajiban. Karena seseorang bisa menularkan kepada orang lain karena itu virus, sehingga wajib untuk vaksin.

Mengenai pemberian sanksi yang menolak, masih menunggu petunjuk. Sutarmidji tidak mau mengambilan kesimpulan sendiri, karena UU harus ada peraturan pelaksana yang jelas.

"Tapi intinya semua harus mau di vaksin supaya aktivitas lebih leluasa saya mendaftar sebagai orang pertama di vaksin tapi saya sudah pernah terpapar tidak menjadi prioritas," kata Bang Midji.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda