Ponticity post authorKiwi 14 September 2021

Perusahaan Perkebunan Salurkan Bantuan Sembako untuk Kalbar

Photo of Perusahaan Perkebunan Salurkan Bantuan Sembako untuk Kalbar Istimewa

 

PONTIANAK, SP - Perusahaan perkebunan Kalbar kembali menyerahkan bantuan penanganan pandemi Covid-19 kepada Pemerintah Provinsi Kalbar. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan obat-obatan penanganan Covid-19, kali ini perusahaan tersebut menyalurkan bantuan dua ton beras dan satu ton minyak goreng.

Head SSL Perusahaan, Roby Alyansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kalbar. Menurutnya penyerahan bantuan sembako tersebut merupakan rangkaian dari bantuan obat-obatan untuk penanganan Covid-19 sebelumnya.

"Sebagaimana arahan Pak Gubernur minggu lalu, hari ini kita ada bantuan satu ton minyak dan dua ton beras untuk warga Kalbar yang terdampak Covid-19," ucap Roby Alyansyah pada Senin (13/9).

Ia menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang mengalami kesulitan. Bantuan tersebut menurutnya diserahkan ke Pemprov Kalbar. Untuk kemudian selanjutnya di serahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Bantuan ini sepenuhnya kami percayakan ke Pemprov Kalbar. Nanti pemprov yang salurkan karena mereka yang tau siapa-siapa yang terdampak," katanya.

Sementara itu Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lewat bantuan beras dan minyak goreng ini. Ia mengungkapkan bahwa kepedulian perusahaan swasta dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sejauh ini sudah cukup baik.

"Sejauh ini perusahaan-perusahaan di Provinsi Kalbar cukup baik dalam membantu pemerintah provinsi. Hari ini perusahaan membantu minyak goreng hingga 1 ton dan beras 2 ton," ucap Sutarmidji.

Ia mengungkapkan bantuan dari perusahaan tersebut bakal disalurkan ke sejumlah daerah di Kalbar. Terutama bagi masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya. Seperti korban terdampak bencana alam, penghuni panti asuhan dan panti jompo, masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak huni.

"Serta masyarakat yang tidak termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," katanya.

Midji menyebutkan dirinya juga telah melakukan pendataan daerah-daerah atau wilayah yang perlu di support dengan bantuan. Misalnya pada daerah Pulau Lemukutan akibat peristiwa badai beberapa waktu. Lalu akhirnya berdampak pada tingkat pendapatan masyarakat.

"Saya sudah meminta untuk dilakukan pendataan berapa yang dibutuhkan lalu akan kita berikan bantuan," jelasnya.

"Selain itu pada daerah nelayan seperti Sungai Kunyit yang juga ada kegiatan perusahaan pada wilayah tersebut. Kita akan data berapa masyarakat di sana yang membutuhkan," tambahnya.

Dikatakannya Pemprov Kalbar akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang bisa menyalurkan bantuan hingga ke pelosok-pelosok. Jika satu KK mendapatkan satu liter, maka bantuan tersebut cukup untuk 1.000 KK. Bantuan tersebut akan difokuskan bagi mereka yang membutuhkan.

"Bantuan ini diberikan bagi masyarakat di luar DTKS. Namun jika ada masyarakat yang kondisi rumah yang tidak layak huni tetap kita berikan walaupun sudah masuk dalam DTKS," pungkasnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda