Ponticity post authorKiwi 14 Oktober 2021

Selama Pandemi Covid-19, Layanan Posyandu Lansia Dihentikan

Photo of Selama Pandemi Covid-19, Layanan Posyandu Lansia Dihentikan Petugas kesehatan memeriksa pasien lanjut usia. Pelayanan posyandu lansia di Kota Pontianak dihentikan selama masa Pandemi Covid-19.

PONTIANAK, SP – Sebelum pandemi Covid-19 melanda, setidaknya ada sebanyak 50 pelayanan pos pelayanan terpadu (posyandu) lanjut usia (lansia) di Kota Pontianak. Posyandu ini memberikan pelayanan pemeriksaan penyakit tidak menular. Namun selama pandemi, pelayanan posyandu tersebut dihentikan.

Posyandu di Gang Landak, Jalan Tanjung Pura Pontianak misalnya. Sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 hingga sekarang, aktivitasnya dihentikan sementara.

"Berhubung ada Covid pada bulan tiga tahun 2020, kami stop dulu. Karena dari Dinas Kesehatan, Kesra, Walikota, dan Puskesmas juga belum ada izin. Jadi sementara vakum dulu. Namun untuk posyandu balita masih berjalan. Karena kan lansia ini rentan, jadi belum dibolehkan," ungkap Salma, Ketua Posyandu Lansia Gang Landak kepada Suara Pemred, belum lama ini.

Menurut Salma, Posyandu Lansia Gang Landak didirikan sejak tahun 2005 dan merupakan binaan dari Puskesmas Gang Sehat, Kota Baru. Posyandu ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan oleh dua petugas kesehatan dari Puskesmas.

"Kalau pemeriksaan dan pengobatannya ada dari puskesmas dua orang tenaga medis. Sementara kader posyandu hanya melakukan pemeriksaan seperti timbang berat badan, ukur tinggi dan mencatat pembukuan," jelasnya.

Saat masih aktif, aktivitas posyandu lansia dilakukan sebulan sekali, yakni setiap tanggal 20 dari pukul 09:00 WIB hingga pukul 11:00 WIB. Tetapi jika di tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur, maka akan dialihkan pada hari kerja.

Selain pengobatan ataupun pemeriksaan, posyandu ini juga memberikan edukasi tentang kesehatan kepada pasien lansia. Perkerjaan ini merupakan bentuk sosial dari masyarakat.

"Ini perkerjaan sosial dan hanya untuk orang-orang yang punya kemauan untuk berkerja. Baru beberapa tahun yang lalu ini ada perhatian dari pemerintah kota, barulah ada uang transportasi. Cuma biayanya untuk berbagi dan disisihkan juga untuk kegiatan yang dikurang," ungkapnya.

Untuk fasilitas di posyandu lansia ini sendiri, meski menurut Salma sudah cukup baik, namun masih ada kekurangan seperti fasilitas kursi dan meja.

"Kami tidak ada kursi dan meja. Kemarin dari Kementrian Kesehatan ada datang, saya sampaikan ke mereka. Mudah-mudahan diterima dan direalisasikan," ungkapnya.

Salma menambahkan, pelayanan pemeriksaan pasien di posyandu tidak dipungut biaya. Namun jika ada obat yang diperlukan dan pasien bersedia untuk dibelikan ke apotek, pihaknya memang memungut biaya dari pasien.

"Kalau memang ada subsidi dari pemerintah dan kayak pemeriksaan asam urat, gula darah, kolesterol kita tidak melakukan pungutan biaya. Tapi kalau memang tidak ada, dan berhubung pasiennya mau, jadi saya belikan obat yang diperlukan tersebut. Kalau dipikir-pikir ke apotek kan juga perlu biaya. Jadi untuk itu dipungut bayaran karena kita memang tidak ada dana,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidig Handanu mengatakan, saat ini Kota Pontianak memang sudah berada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak masih belum mengaktifkan pelayanan posyandu balita dan lansia.

"Biasanya pelayanan posyandu itu setiap bulan sekali masyarakat berkumpul kemudian mendapatkan pelayanan, di masa pandemi ini pelayanan yang biasanya dilakukan di posyandu, kini dilakukan di puskemas," kata Sidiq Handanu pada Rabu (13/10).

Ia menambahkan di tengah pandemi Covid-19, puskemas-puskesmas membuat inovasi pelayanan dalam skala kecil. Misalnya untuk pelayanan imunisasi dijadwalkan pada hari tertentu di puskesmas. Hal tersebut untuk menghindari agar balita tidak berkumpul dengan pasien. Serta menghindari kerumunan di tempat pelayanan.

Menurut Sidiq, sebelum pandemi Covid-19 di Kota Pontianak terdapat sebanyak 50 posyandu lansia. Namun selama pandemi, pelayanan posyandu tersebut dihentikan.

“Akan tetapi untuk pelayanan kesehatan terhadap lansia dalam beberapa waktu terakhir digabungkan dengan vaksinasi Covid-19. Jadi vaksinasi Covid-19 sekaligus pemeriksaan penyakit tidak menular terhadap lansia,” katanya.

Sidiq menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya juga kembali menggencarkan kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat untuk lansia. (wda/magang/din)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda