Ponticity post authorAju 14 Januari 2022

Tidak Transparan Penentuan Pemenang Tender SPAM IKK Aruk, Kabupaten Sambas

Photo of Tidak Transparan Penentuan Pemenang Tender SPAM IKK Aruk, Kabupaten Sambas Ketua Tim Investigasi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberantasan Korupsi Kalimantan Barat, Wahyudi

PONTIANAK, SP - Masyarakat menilai proses pengumuman pemenang tender proyek: Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan Pos Lintas Batas Negara (SPAM IKK PLBN) Aruk Sajingan, Kabupaten Sambas, Provinsi kalimantan Barat, Tahun Anggaran 2022, senilai Rp6,3 miliar, tidak transparan.

            Ketua Tim Investigasi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberantasan Korupsi Kalimantan Barat, Wahyudi, Jumat, 14 Januari 2022, mengatakan, penetapan CV Dua Pilar Inti, sebagai pemenang tender perlu diklarifikasi secara lebih transparan.

            “Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2022, harus memberikan penjelasan secara arif dan bijaksana,” kata Wahyudi.

            Menurut Wahyudi, Lembaga Pemberantasan Korupsi Kalimantan Barat, mendapat berkas dari CV Kuda Berantai, sebagai salah satu peserta lelang, dimana kemudian dinyatakan bukan sebagai perusahaan pemenang tender.

            Ada indikasi kecurangan pada paket pekerjaan Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota  Kecamatan Pos Lintas Batas Negara (SPAM IKK PLBN) Aruk Sajingan, Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2022 pada Kelompok Kerja (Pokja) 3.C.

            Surat sanggahan CV Kuda Berantai tanggal 10 Januari 2022, kepada BP2JK Wilayah Kalimantan Barat, mengatakan, dalam proses penentuan peringkat pemenang pelelangan, waktu saat pembuktian kualifikasi ditundang sesuai urutan.

            Pertama, CV Tiara Waringin Manunggal, gugur, karena tidak lulus Analisa Harga Satuan .

            Kedua, CV Kuda Berantai.

            Ketiga, CV Dua Pilar Inti.

            “Menurut hemat kami, kalau sudah pembuktian kualifikasi, berarti sudah final perusahaan tersebut lulus evaluasi administrasi, kualifikasi, teknsi dan harga. Seharusnya kalau CV Tiara Waringin Manunggal, gugur, berarti naiklah CV Kuda Berantai sebagai pemenang pertama.”

            “Sesuai urutan jadwal pembuktian kualifikasi, kami berharap Kepala Balai BP2JK Wilayah Kalimantan Barat, bisa mengatasi masalah ini. Jangan sampai masalah ini berdampak berpengaruh paa paket yang sudah lelang, dalam rangka mendorong terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan profesional. Agar distribusi keuangan negara tetap sasaran dan ditanggungjawabkan secara baik,” kata Wahyudi.

            Wahyudi mengatakan, rujukannya adalah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang: Tidak Pidana Korupsi.

            Dimana di dalam pasal 2 huruf a digariskan, “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Ancaman pidana

Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana disebutkan di atas dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.

            Dalam pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, menurut Wahyudi, ditegaskan, “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya, karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.”

            Dikatakan Wahyudi, manajemen CV Kuda Berantai, telah melayangkan surat sanggahan kepada Kepala BP2JK Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Barat, tanggal 10 Januari 2022.

            Pengumuman pemenang tender nomor 77498064 dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, ada indikasi kesalahan atau pelanggaran tahapan evaluasi.

            Karena sesuai dengan undangan diterima CV Kuda Berantai, pukul 09.41 WIB, 30 Desember 2021, tentang undangan pembuktian kualifikasi yang kemudian diberi jadwal untuk hadir.

            Undangan pembuktikan pukul 13.30 WIB, Senin, 3 Januari 2022, diundang menjadi pukul 15.00 WIB.

Informasi hasil evaluasi

Pada hari dan tanggal yang sama (30 Desember 2021) pada halaman informasi tender Layanan Pengadaan Secara Elektronik/Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE/SPSE), paket pekerjaan: Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan Pos Lintas Batas Negara (SPAM IKK PLBN) Aruk Sajingan, Kabupaten Sambas Tahun Anggara 2022, dengan nomor tender 77498064, Kelompok Kerja (Pokja) telah mencantumkan informasi hasil evaluasi sebagai berikut.

 Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis, Lulus: 3 Penyedia Barang/Jasa. Evaluasi Penawaran Biaya/Harga, Lulus: 3 Penyedia Barang/Jasa.

            Tiga peserta yang diundang Pokja untuk pembuktian kualifikasi adalah sebagai berikut.

            Pertama, CV. Tiara Waringin Manunggal (penawaran harga di bawah 80% dari nilai Harga Penetapan Sendiri (HPS).

            Kedua, CV Kuda Berantai (penawaran harga pas 80% dari nilai HPS).

            Ketiga, CV Dua Pilar Inti (penawaran harga pas 80% dari nilai HPS).

            Pada saat menghadiri undangan, CV Kuda Berantai merasa ada kejanggalan yang dilakukan Pokja dalam melakukan evaluasi, dikarenakan mengundang CV Tiara Waringin untuk pembuktian kualifikasi bersama dengan CV Kuda Berantai dan CV Dua Pilar Inti.

            Sementara CV Tiara Waringin seharusnya belum dpat dikatakan Lulus Evaluasi kewajaran harga, sesuai dokumen pemilihan pasal 29.13 huruf b.

            Hal ini dibuktikan dengan telah dicantumkan Pokja di halaman informasi tender, bahwa telah ada tiga peserta yang lulus evaluasi harga.

            Sementara CV Tiara Waringin seharusnya belum dapat dikatakan Lulus Evaluasi harga, dikarenakan belum dilakukan evaluasi kewajaran harga.

            Pada saat CV Kuda Berantai masuk ruangan pembuktian (antrian kedua), melakukan protes kepada Pokja mengenai hal tersebut. Kemudian Pokja saling pandang satu sama lain.

            Dampak dari protes CV Kuda Berantai, ternyata Pokja menggugurkan CV Tiara Waringin, dengan alasan gagal pada tahap kewajaran harga.

            Pada tahap ini, Pokja melakukan kesalahan kedua kalinya, karena menggugurkan peserta dengan dengan alasan kewajaran harga pada tahap Pembuktian Kualifikasi.

            Padahal menurut CV Kuda Berantai, tahap Pembuktian Kualifikasi dilakukan hanya untuk dan  pembuktian keabsahan dokumen asli dan dokumen-dokumen perusahaan, dan peserta memang sudah lulus evaluasi, harga dan evaluasi teknis.

            Dari proses-proses ini, CV Kuda Berantai menduga Pokja telah lalai ataupun berindikasi melakukan kecurangan.

            Indikasi kekeliruan dan atau kecurangan menentukan peringkat. Dalam hal menentukan peringkat peserta, CV Kuda Berantai menduga ada kekeliruan yang dilakukan Pokja, baik dalam tahap proses undangan pembuktian kualifikasi maupun dalam tahap selanjutnya.

            Indikasi ini, CV Kuda Berantai melihat selalu berubahnya peringkat peserta yang memiliki harga penawaran yang sama.

            Pada awal pembuktian dokumen, CV Kuda Berantai, peringkat 7 dan CV Dua Pilar Inti peringkat 8.

            Beberapa hari kemudian, terjadi perubahan, yaitu CV Kuda Berantai peringkat 6 dan CV Dua Pilar Inti peringkat 10. Peringkat ini sampai pada tanggal 3 Januari 2022 sampai selesai waktu pembuktian kualifikasi.

            Beberapa jam kemudian, terjadi perubahan kembali, yaitu CV Kuda Berantai peringkat 10 dan CV Kua Berantai peringkat 7 dan CV Dua Pilar Inti peringkat 6.

            Pada saat pembuktian kualifikasi, CV Tiara Wariingin, CV Kuda Berantai dan CV Dua Pilar Inti, diundang pada waktu yang bersamaan, dan sama-sama menunggu di ruang tunggu di Kantor BP2JK Kalimantan Barat.

            Pokja memanggil peserta masuk ruang pembuktian secara bergantian, sesuai urutan.

            Pertama, CV Tiara Waringin.Manunggal

            Kedua, CV Kuda Berantai

            Ketiga, CV Dua Pilar Inti.

            Dari dua indicator tersebut, peringkat di SPSE pada saat pembuktikan kuafikasi dan urutan dipanggil, masuk ruangan pembuktian.

            CV Kuda Berantai menduga pada saat pembuktian kualifikasi, Pokja menilai CV Kuda Berantai berapa peringkat dua atau berada di atas CV Dua Pilar Inti. Jika dugaan CV Kuda Berantai, naik menjadi pemenang.

            Dikarenakan sampai pada saat CV Kuda Berantai mengirim sanggahan, Pokja belum memuat Berita Acara Hasil Evaluasi. CV Kuda Berantai belum bisa mengunduh serta membaca hasilnya.

Harga penawaran sama

            Maka CV Kuda Berantai belum bisa melihat hasil evaluasi nilai pengalaman sejenis masing-masing peserta yang memiliki harga penawaran yang sama.

            Karena berdasarkan dokumen pemilihan huruf f, pasal 34.2 menyatakan, “34.2: (a) untuk segmentasi pemaketan usaha kecil, Pokja Pemilihan memilih peserta yang mempunyai nilai pengalaman sejenis lebih besar dan hal-hal ini dicatat dalam Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP).

            Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan ini, CV Kuda Berantai, menyatakan.

            Pertama, Pojka tidak melakukan evaluasi dokumen dengan benar.

            Kedua, Pojka telah melakukan kelalaian dan ataupun pelanggaran hukum dengan tidak melaksanakan prosedur, sesuai dokumen pemilihan.

            Melalui surat sanggahan, CV Kuda Berantai keberatan dan tidak menerima hasil dari pelelangan.

            CV Kuda Berantai menginginkan adanya proses kelanjutan yang berkeadilan, sesuai dengan prinsip dasar pengadaan barang/jasa yang efektif, efesiden, adil dan tidak diskriminatif, bebas dari persengkongkolan, Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN).

            CV Kuda Berantai menginginkan adanya evaluasi ulang dan pembuktian data/uji forensic atas seluruh dokumen penawaran yang dikirimkan atau di-upload oleh CV Kuda Berantai dan CV Dua Pilar Inti, demi transparansi dalam proses dan penetapan pemenang tender.

Tanggapan BP2JK Kalimantan Barat

Wahyudi mengatakan, terhadap surat sanggahan CV Kuda Berantai tanggal 10 Januari 2022, dalam surat tanggal 12 Januari 2022, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia di Wilayah, Provinsi Kalimantan Barat, mengemukakan bantahan.

Menurut Wahyudi, ada 4 point dalam surat jawaban BP2JK Wilayah Kalimantan Barat tanggal 12 Januari 2022, menanggapi surat sanggahan CV Kuda Berantai, tanggal 10 Januari 2022.

Pertama, Pojka Pemilian 3.C BP2JK Wilayah Kalimantan Barat dalam melakukan evaluasi penawaran, merujuk kepada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Nomor 22/SE/M/2020, tentang: Persyaratan Pemilihan dan Evaluasi Dokumen Penawaran Pengadaan Jasa Konstruksi, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2020, tentang: Standard an Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia ddan Peraturan-Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang berlaku.

 Kedua, selanjutnya merujuk kepada ketentuan dalam Dokumen Pemilihan BAB III Instruksi Kepada Peserta angka 41.2 Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi, klarifikasi, konfirmasi dan usulan calon pemenang, tidak boleh diberitahukan kepada peserta, atau orang lain yang tidak berkepentingan, sampai keputusan pemenang diumumkan maksudnya adalah serangkaian kegiatan proses evaluasi penawaran yang dilakukan oleh Pokja Pemilihan, menjadi rahasia dan tidak dapat disampaikan kepada pihak manapun, sampai dengan pengumuman pemenang.

Ketiga, berikutnya, terkait dengan urutan calon pemenang, dapat kami sampaikan bahwa terhadap 3 calon pemenang dengan nilai penawaran sama-sama 80% dari Harga Penetapan Sendiri (HPS).

            Maka sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan Instruksi Kepada Peserta (IKIP) angka 33 yaitu dalam hal ini terdapat calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama, maka untuk segmentasi pemaketan usaha kecil, Pokja Pemilihan memilih peserta yang mempunyai nilai pengalaman sejenis lebih besar, dengan urutan sebagai berikut.

            CV Dua Pilar Inti, nilai penawaran Rp5,039 miliar, nilai pengalaman sejenis Rp1,7 miliar, urutan peringakt calon pemenang.

            CV Kuda Berantai, nilai penawaran Rp5,039 miliar, nilai pengalaman sejenis Rp554 juta, urutan peringkat cadangan 1.

            CV Arta Banyu alam, nilai penawaran Rp5,039 miliar, nilai pengalaman sejenis Rp259 juta, dan urutan peringkat cadangan 2.

            Keempat, merujuk kepada angka 2 dan 3, maka sanggahan CV Kuda Berantai, berdasarkan kesimpulan dari Pokja Pemilihan, tidak dapat diterima.

Jawaban tidak detil

            Menurut Wahyudi, tanggapan BP2JK Wilayah Kalimantan Barat tanggal 12 Januari 2022, tidak menjawab secara detil surat sanggahan CV Kuda Berantai tanggal 10 Januari 2022.

            Wahyudi mengatakan, dua hal prinsip yang harus dijelas BP2JK Wilayah Kalimantan Barat.

            Pertama, masalah kesalahan prosedur tahap evaluasi harga, administrasi dan teknis.

            Kedua, BP2JK Wilayah Kalimantan Barat, tidak menjawab ketidaktransparanan yang terjadi selama proser tender berjalan, tidak dijawa secara substantif.

            “Pokja seharusnya menunjukan hasil koreksi arimatik semua peserta undangan yang nilainya sama.”

            “Pokja 3.C jadwal sistem tidak memberikan waktu sanggah banding dijadwal pelelangan masa sanggah dari tanggal 7 Januari 2022 08.00 sampai 12 Januari 2022 08.00, langsung point Nomor 11, Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa,” kata Wahyudi.*

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda