Ponticity post authorKiwi 14 Agustus 2020 37,108

Mantan Bos Kayu Illegal Ketapang Tewas di Jakarta, Anen Ditembak Orang Tak Dikenal

Photo of Mantan Bos Kayu Illegal Ketapang Tewas di Jakarta, Anen Ditembak Orang Tak Dikenal

PONTIANAK, SP - Seorang pengusaha bernama Sugianto alias Anen ditemukan tewas di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8). Berdasarkan informasi dari kepolisian setempat korban tewas akibat luka tembakan di badan dan kepala bagian belakang.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan empat selongsong peluru yang diduga dari senapan api pelaku pembunuhan. Berdasarkan informasi sebelum tinggal di Jakarta, Sugianto juga bernah berdomisili di Ketapang. Di sana, ia dikenal sebagai sosok yang bergeliat dengan bisinis illegal logging.

Illegal logging sendiri, sangat populer pada era 2000-an. Ketapang, merupakan salah satu kabupaten di Kalbar yang dikenal sebagi ‘surga’ bisnis illegal logging. Informasi lain juga menyebutkan Sugiarto sebelumnya juga merupakan DPO Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang atas kasus illegal loging.

Orang Baik

Seorang pengusaha Ketapang, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat terkejut dengan meninggalnya Sugiarto alias Anen yang diakuinya memiliki pribadi yang baik. Ia memang mengenal pribadi Ahen (Anen), karena pernah bersama-sama di Ketapang.

“Terkejutlah, Bang Ahen (Anen) orangnya baik dan supel juga, sehingga mudah bergaul. Saya mengenal almarhum sebagai sosok seorang pengusaha, meskipun tidak terlalu dekat,” katanya.

Dahulu, lanjutnya, Ahen atau Anen ini, merupakan pengusaha kayu yang sukses di ketapang. “Kemudian, kalau tidak salah, belakangan beliau jadi pengusaha kapal atau ekspedisi,” papar sang sumber.

Pemain illegal logging

Meskipun dikenal sebagai mantan pemain illegal logging, Sugianto alias Anen yang ditemukan tewas di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara kemarin, juga dinilai para kerabatnya sebagai sosok yang dermawan. Sejak tahun 2000-an, Anen bermain kayu illegal logging di Kabupaten Ketapang.

Pada jaman itu, memang diketahui illegal logging marak di Kalbar, terutama di Kabupaten Ketapang. Hingga 2008, Anen tetap sukses menjalankan bisnisnya, meskipun di tahun 2007-2008, di mana ada operasi gabungan dari pemerintah pusat secara besar-besaran.

“Ketika saya masuk Ketapang sudah ada almarhum (Anen). Dia pengusaha, punya kapal, pengusaha kayu (illog) dan punya kapal,” kata Toni Wong, salah seorang teman Anen yang berdomisili di Pontianak.

Toni menyebutkan seluruh usaha Anen tersebut sukses. Bahkan kesuksesannya tersebut juga mengantarkan teman-teman bisnisnya yang lain untuk turut berjaya saat itu. Saat operasi gabungan dari pusat dilakukan secara besar-besaran, di tahun 2008 Anen kemudian membuka usaha baru dan meninggalkan usaha kayunya tersebut.

Di Ketapang, beberapa SPBU dibukanya. Ia juga ikut jual beli kapal besi untuk angkutan laut, usaha angkutan pupuk bahkan sampai membuka kebun sawit. “Semua usahanya ini sudah legal dan semua sukses,” ujar Toni.  

Kesuksesannya kali ini, kata Toni tak membuat kepribadian Anen berubah. Relasi dan hubungan dengan teman bisnis hingga keluarga tetap berjalan dengan baik. Bahkan, Toni menyebutkan bahwa Anen sendiri merupakan seorang yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

“Dia punya kepribadian yang baik, bersahabat, hubungan dengan orang lain dijaganya dan tidak frontal,”  ungkap Toni lagi.

Frontal yang dimaksud Toni adalah, Anen tidak pernah mau mencari perkara atau masalah dengan orang lain. Hal itu dapat dilihat dari usaha-usahanya yang selalu berjalan mulus dan sukses. Hanya saja, Toni menyebutkan terdapat satu kelemahan dari Anen yaitu cara komunikasinya yang kurang baik.

“Almarhum kalau ngomong sering ceplas-ceplos. Komunikasinya kurang baik walaupun tidak ada niat untuk menyakiti oranglain namun secara tidak langsung ada orang yang merasa tidak enak. Hal ini bisa menjadi catatan,” ujarnya.

“Tapi saya rasa tidak mungkin kalau hal itu bisa buat dia punya musuh,” tambahnya lagi.

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda