Ponticity post authorKiwi 15 September 2021

Warga Tunggu Realisasi Duplikasi Jembatan Kapuas I

Photo of Warga Tunggu Realisasi Duplikasi Jembatan Kapuas I Jembatan Kapuas I

PONTIANAK, SP –Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak saat ini tinggal menunggu jawaban atau keputusan dari pemerintah pusat kapan akan dimulainya pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I. Warga berharap pembangunan jembatan ini dapat segera direalisasikan.

Wandy, warga Siantan, Pontianak Utara, menggapi positif progress rencana pembangunan jembatan tersebut. Keberadaan duplikasi Jembatan Kapuas I akan dapat membuat akses jalan di kawasan itu menjadi lancar dan bisa mempermudah segala urusannya.

"Baguslah biar tidak macet terus. Kalau dilihat dengan adanya duplikasi Jembatan Kapuas II Siantan itu kan sudah tidak macet lagi dan arus lalu lintas jadi lancar," kata pengendara sepeda motor ini, Selasa, (14/9).

Wandy juga mendukung upaya pemerintah daerah terkait ganti rugi lahan bagi warga yang terdampak pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I tersebut.

"Kalau ada pergantian, ganti rugi lahan untuk warganya tidak apa-apa sebagai pembebasan lahan," ujarnya.

Dia berharap pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I ini dapat dengan cepat untuk direalisasikan.

"Biar lebih cepat dan aksesnya lebih lancar untuk  pengguna jalan," tukasnya.

Rencana pembangunan duplikat Jembatan Kapuas I ini tentunya membuat sejumlah warga terkena dampak. Mereka harus merelakan lahan, bahkan sumber usaha demi kepentingan pembangunan jembatan dan penataannya.   

Dila, pemilik toko sembako di Jalan Abu Naim, Tanjung Raya I misalnya, mengaku harus kehilangan usaha toko sembakonya yang berada di bawah Jembatan Kapuas I.

"Mata pencaharian yang sudah bertahun-tahun harus terpaksa pindah karena pembangunan tersebut," kata Dila.

Dila mengaku, dia dan warga sekitar sejauh ini hanya baru mendapat ganti rugi dan belum mendapat informasi yang jelas atas pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I.

"Kemarin hanya baru ganti rugi, dan belum mendapatkan info lebih lanjut," ungkapnya.

Meski demikian, Dila turut mendukung adanya pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I ini karena banyak memiliki manfaat. Karena dapat mengurangi kemacetan dan tentunya dapat mempermudah siswa pergi sekolah. 

"Mengurangi macet, apalagi sekarang sekolah sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau sekolah offline, yang mana banyak anak yang pergi sekolah di pagi hari," tutup Dila.

Kejelasan Harga Ganti Rugi Lahan Pembangunan Jembatan Kapuas 1

Sementara itu, Jaima warga Jalan Abu Naim yang tinggal di samping Jembatan Kapuas 1 mengaku bahwa ganti rugi lahan saat ini belum sepenuhnya diberikan.

"Ada yang buka warung tuh dan di sebelahnya belum dibayar juga. Jadi belum taulah nih bile mau dibangunnye. Karena kan memang separuhnya sudah dibayar, tapi separuhnya belum," ungkapnya.

"Tapi ada yang suratnya belum genah gitu dan belum tahu juga berapa lama untuk yang belum dibayarkan,” imbuhnya.

Jaima mengaku demi kepentingan pembangunan, warga sekitar rela pindah. Meski memang masih ada pertibangan soal harga ganti rugi lahan.

"Ya kita pindahlah. Masa kita mau ngelawan pemerintah, kan adanya jembatan itu untuk kita juga. Cuma masalah harga jak," katanya.

Kawal Proses Pembangunan

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berjanji akan mengawal proses perencanaan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I tak hanya sebatas pembebasan lahan, namun juga mengawal mulai prosesnya hingga pembangunan jembatan dan penataannya terwujud.

Untuk mempercepat proses pembangunan, ia menyerahkan secara langsung berkas kesiapan lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Saya menyerahkan secara langsung berkas-berkasnya kepada Direktur Pembangunan Jembatan yang ada di Kementerian PUPR di Jakarta," ujarnya, belum lama ini.

Sejauh ini, lanjutnya, lahan yang akan dimanfaatkan untuk jalan penunjang duplikasi Jembatan Kapuas I sudah dibebaskan dan pembayarannya juga sudah diselesaikan. Memang masih tersisa satu lahan yang konsinyasi sehingga dititipkan ganti ruginya di pengadilan.

"Untuk pembebasan lahan tidak ada masalah, semua sudah kita bayarkan. Hanya tersisa satu konsinyasi yang kita titipkan ganti ruginya di pengadilan. Total anggaran yang dikeluarkan untuk pembebasan lahan sebesar Rp43,7 miliar," tegasnya.

Selain pembebasan lahan yang telah diselesaikan pembayarannya, Detail Engineering Design (DED) juga telah rampung.

Edi berharap hasil dari penyampaian berkas pembebasan lahan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh Kementerian PUPR khususnya Direktorat Pembangunan Jembatan.

"Karena untuk pembangunan jembatannya sumber dananya dari APBN," katanya.

Ia berharap pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I. Sebab menurutnya kehadiran duplikasi jembatan tersebut merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu. Dia yakin sebagian besar masyarakat mendambakan kehadiran duplikasi jembatan itu.

"Kita semua berharap pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I ini bisa segera terealisasi karena kondisi arus lalu lintas yang melintasi kawasan di sana sering terjadi kemacetan," imbuhnya. (magang/fpn/grs/wda/din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda