Ponticity post authorKiwi 14 Oktober 2021

Bank Syariah Indonesia Gelar Media Workshop

Photo of Bank Syariah Indonesia Gelar Media Workshop Media workshop BSI upayakan peningkatan literasi perbankan syariah secara virtual pada Rabu (13/10).

 

PONTIANAK, SP - Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan syariah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali melakukan regional media workshop perbankan syariah. Dengan workshop tersebut diharapkan literasi keuangan syariah ditengah masyarakat akan semakin meningkat.

Direktur Sales dan Distribution Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna dalam sambutannya menyampaikan peranan media sangat penting dalam mempercepat literasi keuangan syariah di tanah air. Sebab ekosistem perekonomian dan keuangan syariah akan selaras dengan tingkat literasi dan inklusi masyarakat.

"Belum tumbuhnya literasi keuangan syariah secara optimal menjadi tantangan bagi BSI. Di sisi lain, dalam meningkatkan literasi keuangan dan perbankan syariah, BSI tidak bisa berdiri sendiri," ucap Direktur Sales dan Distribution Bank Syariah Indonesia, Anton Sukarna pada Rabu (13/10)

Ia menambahkan peningkatan literasi keuangan syariah memerlukan dukungan semua pihak terutama media, kalangan akademisi dan seluruh elemen warga lainnya. Keberadaan media menurutnya menjadi kunci penting dalam mengembankan literasi keuangan. 

Sehingga bisa  memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang literasi keuangan syariah. Selain itu jurnalis dan media dapat memiliki perspektif yang konstruktif tentang konsep-konsep keuangan dan ekonomi syariah. 

"Sehingga ke depan insan pers akan mampu mengelaborasi pemahaman tersebut menjadi informasi berkualitas ke dalam bentuk berita yang memiliki daya edukasi bagi masyarakat," jelasnya.

Anton berharap literasi dan inklusi keuangan syariah dapat semakin meningkat di masyarakat melalui peran media massa. Selain itu manajemen BSI pun berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi dengan segenap stakeholders. 

"OJK sebagai salah satu pemangku kebijakan, dapat menjelaskan upaya pemerintah dalam meningkatkan market share perbankan syariah dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia di masa datang," tutupnya.

Sementara itu Chief Economist Bank Syariah Indonesia, Banjaran Surya Indrastomo menjelaskan peran besar perbankan syariah dalam pemulihan ekonomi nasional. Menurutnya potensi halal industri yang masih sangat luas sehingga kedepannya mampu menjadi energi baru bagi ekonomi Indonesia dan pasar potensial bagi BSI. 

"Walaupun ada kesenjangan antara potensi industri halal Indonesia dengan pembiayaan perbankan syariah," ucap Chief Economist Bank Syariah Indonesia, Banjaran Surya Indrastomo.

Banjaran menyebutkan kesenjangan tersebut justru menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan BSI dalam meningkatkan penetrasi perbankan syariah yang saat ini masih di kisaran 6,48 persen. Terlebih di tengah kondisi pandemi BSI secara keseluruhan menorehkan hasil yang impresif sepanjang semester I 2021. 

Dirinya menyampaikan BSI membukukan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun, naik sekitar 34,29 persen secara year on year (yoy). Bank syariah terbesar di Indonesia ini juga menurutnya mencatat pertumbuhan jumlah pengguna mobile banking yang signifikan di masa pandemi, yaitu menembus 2,5 juta pengguna. 

"Kinerja positif ditorehkan pula BSI Kalimantan Selatan dengan mencetak pertumbuhan pengguna mobile banking," pungkasnya. (din/bob)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda