PONTIANAK, SP – Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalbar bekerja sama dengan PSLCC dan APKS Kalbar menggelar pelatihan bertajuk “Strategi Guru Adaptif Melalui Growth Mindset dan Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Bermutu.”
Menggunakan moda hybrid, pelatihan ini diikuti sebanyak 106 peserta secara luring dan 112 peserta secara daring. Peserta merupakan para guru dari jenjang TK hingga SMA yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.
Ketua PGRI Kalbar, M. Firdaus, dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan persembahan dari guru dan untuk guru. Ia menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Ini adalah upaya nyata untuk mendorong profesionalisme guru, sekaligus merespons tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang,” ujarnya, kemarin.
Hadir sebagai pembicara kunci, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Kalbar, Faisal Indahmawan Alkadri, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar.
Dalam paparannya, Faisal menekankan pentingnya keterkaitan antara growth mindset, pembelajaran mendalam, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Guru dengan growth mindset mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman, aktif, dan inovatif. Hal ini akan melahirkan pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful bagi peserta didik,” paparnya.
Ketua panitia, Dede Yetty Suminar, menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk mendorong guru mendesain pembelajaran yang adaptif dan inovatif melalui penerapan growth mindset dan pembelajaran mendalam berbasis teknologi AI.
Menurutnya, antusiasme peserta, baik yang hadir langsung maupun secara daring, menjadi bukti semangat para guru untuk terus berinovasi di tengah tantangan pendidikan modern.
“Menariknya, kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang growth mindset dan pembelajaran mendalam, tetapi juga pengalaman konkret dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan memberdayakan siswa melalui dukungan teknologi,” ujarnya.
PGRI Kalbar bersama Disdikbud Provinsi Kalbar berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu perubahan di lapangan. Guru-guru Kalbar diharapkan semakin siap menjadi agen transformasi yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 secara adaptif, kreatif, dan inovatif. (din)