Ponticity post authorKiwi 16 September 2020 374

Hasil Survei Dinkes Pontianak, Kesadaran Warga Gunakan Masker Rendah

Photo of Hasil Survei Dinkes Pontianak, Kesadaran Warga Gunakan Masker Rendah

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat menggunakan masker saat pandemi Covid-19 masih sangat rendah, terutama di kawasan fasilitas umum seperti pasar-pasar tradisional.

"Kesadaran masyarakat menggunakan masker saat berada di fasilitas umum cendrung masih rendah," ucap Sidiq Handanu, Selasa (15/9).

Sidiq mengungkapkan, berdasarkan hasil survei rutin pada fasilitas umum yang potensial terjadinya penularan Covid 19, seperti di kawasan pasar tradisonal, menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat menggunakan masker dalam mencegah agar tidak terpapar atau memutus rantai penyebaran Covid-19 masih jauh dari apa yang diharapkan oleh pemerintah.

“Rata-rata tingkat kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker hanya sekitar 50 hingga 55 persen. Padahal tingkat kepatuhan yang kami harapkan adalah sekitar 90 persen," ujarnya.

Survei kepatuhan menggunakan masker itu dilakukan di sejumlah pasar tradisional yang tersebar di enam kecamatan yang ada di Kota Pontianak. Data-data survei tersebut menurut Sidiq bisa menjadikan indikator perilaku masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan Covid 19.

"Masyarakat masih perlu untuk diedukasi dalam penggunaan masker," tegasnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada pekan lalu juga sempat berkeliling ke pasar-pasar tradisional, salah satunya Pasar Flamboyan dalam upaya menyosialisasikan pemakaian masker kepada pedagang maupun pengunjung dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

"Ini kami mengkampanyekan Pontianak Wajib Pakai Masker dalam rangka gerakan pakai masker yang serentak digelar secara nasional," kata Edi saat itu.

Saat menemukan salah satu warga yang tengah berbelanja tanpa mengenakan masker, ia pun menegur langsung.

"Terhadap mereka yang tidak mengenakan masker akan mendapat sanksi, mulai dari sanksi sosial hingga denda Rp200 ribu," katanya.

Kampanye Pontianak Wajib Pakai Masker dilakukan pada empat titik, yakni di Pasar Flamboyan, Kemuning, Dahlia dan Puring. Selain sanksi, mereka yang ditemukan tidak mengenakan masker juga langsung dilakukan tes usap.

Menurut Edi, secara umum masyarakat sudah mengetahui dan memahami tentang kewajiban mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19. Namun disayangkan masih ada segelintir masyarakat yang tidak mengenakan masker dengan berbagai alasan.

Ada yang mengaku lupa, merasa tidak nyaman dan sebagainya. "Nah, bagi mereka yang mengabaikan kewajiban memakai masker ini siap-siap mendapatkan sanksi," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, secara nasional tingkat penularan Covid-19 sudah sangat tinggi. Oleh sebab itu, Edi mengajak seluruh masyarakat agar disiplin menggunakan masker serta menghindari kontak langsung.

Dia juga terus mengajak masyarakat, agar mulai membiasakan diri dengan adaptasi kebiasaan baru merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kuncinya ada di masker, dengan kita tidak gampang asal sentuh barang, selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan langsung mandi ketika pulang ke rumah," ujarnya. (din)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda