Ponticity post authorKiwi 15 Oktober 2021

Teka-teki Sekda Kalbar, Peran Penting di Pilkada Gubernur Mendatang

Photo of Teka-teki Sekda Kalbar, Peran Penting di Pilkada Gubernur Mendatang

PONTIANAK, SP – Hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya pemilihan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda kalbar) memunculkan tiga besar nama yang diajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Berbagai macam pendapat dan ramalan menanggapi siapa yang bakal terpilih menjadi orang nomor tiga yang berpengaruh di Kantor Gubernur Kalbar nantinya.

Salah seorang pejabat daerah yang tak mau disebutkan namanya kepada Suara Pemred, Jumat (15/10) mengatakan, dalam menentukan orang yang akan menempati posisi Sekda, Gubernur Kalbar, Sutarmidji  harus mempertimbangkan semua aspek kepentingan pembangunan pemerintah daerah dan politik di Pilkada mendatang.

“Karena ini akan berkaitan dengan program kerja dan kerja sama yang baik dengan seluruh kepala daerah, bupati dan wali kota,” katanya.

Menurutnya, saat ini ada calon Sekda yang buruk komunikasinya dengan daerah-daerah yang bekerja hanya sekadar ‘asal bapak senang’ atau ABS.

“Isu itu sudah ke mana-mana, dan itu bisa merugikan gubernur nantinya," katanya mengingatkan.

Tiga besar nama yang diajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pertama adalah Harisson, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Harisson memperoleh nilai 88,20.

Kedua, Syarif Kamaruzaman, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalbar memperoleh nilai 85,40.

Ketiga Ignatius IK, saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar memperoleh nilai 83,40

Ketiga nama tersebut saat ini telah dikirim ke KASN untuk kemudian dipilih dan selanjutnya diserahkan kembali ke Gubernur Kalimantan Barat, Sutamidji.

Meski belum ditentukan siapa dari tiga nama tersebut yang akan menduduki kursi Sekda Kalbar, namun beberapa kalangan menilai, dalam menentukan figur

Sekda yang propesional, tidak hanya berpatokan pada nilai hasil tes. Beberapa penilaian juga penting dipandang, seperti komunikasi yang baik ke kepala daerah di Kalimantan Barat dan pluralisme suku yang ada di Kalimantan Barat.

Seperti yang dikatakan Dr Yulius Yohanes, M.Si, Sekretaris Jenderal Dayak International Organizatin (DIO). Penentuan jabatan Sekda Kalbar juga perlu mempertimbangkan aspek politis, keseimbangan keterwakilan basis-basis tradisional.

“Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, idealnya berasal dari kalangan yang mempresentasikan masyarakat dari wilayah pedalaman dan perbatasan,” katanya kepada Suara Pemred, Jumat (15/10).

Hal ini, mesti diperhitungkan karena Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, hasil pemilihan kepala daerah serentak tahun 2019, merupakan keterwakilan dari pesisir dan perkotaan.

“Jadi, Ignatius, sebagai salah satu unsur mewakili basis tradisional dari pedalaman dan perbatasan, memang layak direkomendasikan menjadi Sekda Kalbar,” kata Yulius.

Yulius Yohanes, merunutkan, Ignatius adalah presetasi keterwakilan yang harus diperhitungkan, demi pemerataan dalan penempatan personel di dalam struktur pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Diungkapkannya reputasi Ignatius, sudah tidak diragukan lagi, baik dari kualitas moral maupun jenjang pendidikan dan kepangkatan yang diraih.

Tugas pokok Sekda seperti diketahui membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian administrasi terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administrastif.

Fungsi Sekda pengkoordinasian penyusunan kebijakan Daerah; pengkoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah; pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah; pelayanan administratif dan pembinaan aparatur sipil negara pada instansi Daerah; dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000, tentang: Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, menyebutkan, sekreteris daerah provinsi merupakan unsur staf pemerintah provinsi dipimpin oleh seorang sekretaris daerah yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada gubernur.

Kemudian membantu gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tatalaksana serta memberikan pelayanan administratif kepada seluruh perangkat daerah provinsi.

Dalam menyelenggarakan tugas, sekretaris daerah mempunyai fungsi  pengkoordinasian perumusan kebijakan pemerintah daerah provinsi, penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, prasarana dan sarana pemerintahan daerah provinsi, dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Sekretaris daerah merupakan figur, harus menjadi filter dari seluruh rangkaian administrasi sebelum masuk di meja gubernur maupun wakil gubernur. Loyalitas Ignatius memang tidak diragukan lagi,” ungkap Yulius Yohanes

Sementara terpisah, Ketua Majelias Adat Budaya Melayu (MABM), Chairil Effendy mengatakan, tiga nama yang saat ini tengah berproses tentu merupakan yang terbaik dari hasil seleksi yang telah dilakukan. Terlebih, kata dia,  tim seleksi bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga didatangkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Sekda ini merupakan jabatan top manajer di Pemprov Kalbar, Sekda yang akan mengatur pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan kepegawaian," ucap Chairil Effendy, Jumat (15/10).

Dalam konteks tersebut, dipaparkan mantan Rektor Universitas Tanjungpura ini,   yang dicari untuk mengisi jabatan Sekda yakni orang yang sangat mengerti seluk-beluk peraturan pemerintah di bidang pemerintahan.

“Sekda juga harus mengetahui secara pasti terkait peraturan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota,” sebutnya.

Selain itu, sambung dia, Sekda juga akan berhubungan dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Seorang Sekda juga harus sehat secara jasmani dan rohani. Karena Sekda akan mengemban tugas yang sangat banyak dengan cakupan yang berat.

"Sekda harus mampu bernegoisiasi dengan para politisi dan lainnya, jika gubernur menjalankan kebijakan politik, justru Sekda menjalankan kebijakan di bidang pemerintahan," katanya.

Chairil Effendy mengungkapkan, Sekda nantinya harus mengetahui secara benar isi pemerintahan daerah. Selain itu hal yang juga penting adalah, sosok Sekda tersebut harus sangat dipercaya oleh gubernur.

“Oleh karena itu gubernur merupakan orang yang paling berhak untuk meminta yang patut mendampingi dirinya,” sebutnya.

Selain itu menurut Chairil, Sekda juga akan mengemban tugas mengamankan kebijakan gubernur. Sehingga memang, gubernur merupakan orang yang paling berhak untuk menentukan. Menurutnya, dari tiga nama yang saat ini tengah berproses merupakan orang yang terbaik.

"Tiga nama ini merupakan yang terbaik, Pak Gubernur tentu tidak boleh mengintervensi, tetapi sebenarnya dia (gubernur) paling berhak, karena itu tiga ini yang terbaik, maka yang terpilih tentu diharapkan menjadi keinginan gubernur," jelas Ketua Yayasan Pendidikan OSO ini.

Chairil Effendy menyebutkan dalam pemilihan Sekda Provinsi Kalbar tidak perlu mempertimbangkan keterwakilan suku. Karena untuk jabatan Sekda yang dicari merupakan orang yang memiliki kapasitas dan ilmu dibidang tersebut.

“Jika memikirkan keterwakilan suku, sementara tidak mumpuni di bidang pemerintahan, maka akan berbahaya,” tuturnya.

Untuk mengisi jabatan Sekda harus mengedepankan kompetensi. Selain itu, juga merupakan orang yang sangat mengerti pemerintahan. Apalagi gubernur dan wakil gubernur merupakan seorang politisi. Meskipun sudah lama di pemerintahan, tetapi basisnya politik. 

“Jikapun misalnya Ignasius IK yang terpilih, bukan karena dia mewakili etnis, akan tetapi pasti dipandang karena memiliki kapasitas, begitu juga Harisson dan Syarif Kamaruzzaman, jika dipilih bukan karena sukunya, akan tetapi karena faktor kemampuan dan memiliki pengalaman di bidang tersebut," paparnya.

Bijaksana Memilih

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Surianyansah membeberkan hasil pembicaraan non formal dengan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, terkait figur yang akan dipilih menjadi Sekda Kalbar.

Suriansyah bilang bahwa Sutarmidji dalam hal ini menyerahkan seluruh proses penilaian dan penentuan ke KASN.

“Beliau mengatakan tidak ada kecenderungan, biarlah semua KASN yang menentukan,” kata legislator Partai Gerindra ini, Jumat (15/10).

Jika merunut hasil tes, lanjutnya, figur yang paling berkompeten untuk menjadi Sekda tentunya adalah Harisson karena memperoleh nilai hasil tes sebesar 87,97.

“Tentu berdasarkan nilai, karena Pak Harisson nilai tinggi, dapat diasumsikan mungkin dia yang akan menjadi Sekda Kalbar, namun sebenarnya menurut saya, pada dasarnya gubernur tidak menolak nama-nama yang lain,” papar Suriansyah.

Meski begitu, dirinya tetap berharap kepada KASN nantinya dapat lebih bijaksana dalam menentukan nama yang akan diajukan ke gubernur untuk menjadi Sekda.

“Pertimbangannya adalah Sekda merupakan perpajangan gubernur dalam menentukan birokrasi dan lain-lain, tentu kita berharap ada pertimbangan, ada pluralitas terhadap komunikasi dalam birokrasi antara provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Hal-hal tersebut, menurut Suriansyah, tentunya sangat penting untuk dipertimbangkan, namun pastinya ketiga nama yang diajukan ke KASN memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dia mencontohkan, Harisson mendapat nilai tes yang tinggi membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas di pemerintahan.

Sedangkan Syarif Kamaruzaman juga memiliki kelebihan, karena memiliki komunikasi yang baik ke pemerintah kabupaten/kota. Kamaruzaman juga pernah menjabat sebagai Pj Bupati Sambas.

Kemudian Ignasius punya kelebihan sebagai simbol pluralisme kesukuan yang ada di Kalbar. Penunjukan Ignasius tentu akan membuat kesimbangan dalam mengurus  masyarakat Kalbar.

“Memang di luar, kita mendengar keluhan atau pandangan masyarakat terhadap masing-masing figur, akan tetapi sebagai user, gubernur tentu juga pasti mempertimbangkan hal-hal tersebut,” yakin Suriansyah.

Tak Ikut Campur

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memastikan dirinya tidak ikut campur dengan pemilihan Sekda Kalbar. Proses pemilihan kata dia melibatkan berbagai pihak untuk memastikan Sekda terpilih nantinya harus memahami terkait eksekusi anggaran yang cepat

"Itu saya tidak ikut campur, terserah siapa yang mau jadi Sekda, orang tidak percaya mungkin, tapi benar, saya tidak ikut campur," ucap Sutarmidji, beberapa waktu lalu.

Dalam tim panitia seleksi disebutkan Sutarmidji, juga ada sosok Prof. Kamarullah yang ahli dalam bidang administrasi negara dan tata pemerintahan. Hal tersebut untuk memastikan Sekda terpilih nantinya juga mampu mengelola dan memotori pemerintahan. Kemudian untuk bidang ekonomi dalam tim panitia seleksi tersebut terdapat Prof. Eddy Suratman.

"Lalu ada juga psikolog jadi Sekda itu jangan banyak termenung, Sekda itu harus selalu ceria dan bisa mengikuti perkembangan," katanya.

Dirinya mengungkapkan dalam tim panitia seleksi juga ada yang memahami terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Seluruh tim tersebut menurutnya berdasarkan berbagai pertimbangan. Akan tetapi, dirinya menyebutkan tidak pernah bertemu sekalipun dengan tim tersebut.

"Tidak ada arahan saya harus si A, B, C, jadi terserah saja, kita biasakan untuk mengambil profesional, jabatan ini siapa saja, saya tidak masalah, kalau saya bisa bekerja dengan siapapun," pungkasnya.

Berharap Terbaik

Bupati Sambas, Satono berharap siapapun yang nantinya menjabat sebagai Sekda Kalbar merupakan figur yang terbaik.

"Saya tidak bisa berkomentar banyak terkait ini, hal tersebut merupakan hak prerogatif Gubernur Kalbar Bapak Sutarmidji, namun tentunya kita berharap yang terpilihmerupakan figur yang terbaik,," katanya.

Kendati demikian dia meyakini bahwa siapapun yang menjadi Sekda Kalbar, maka sosok tersebut adalah yang dibutuhkan oleh Gubernur dan Kalbar.

"Siapapun yang terpilih pastinya adalah figur terbaik, kita yakin Gubernur Kalbar akan memilih mereka yang memang mampu mengemban amanah tersebut," pungkasnya.

Latar Belakang Pelamar

Sebelum disaring menjadi tiga besar, terdapat tujuh kandidat yang mendaftar untuk menjadi Sekda dan dinyatakan lolos administrasi.Mereka berasal dari beragam latar belakang pekerjaan dan jabatan, melansir berkas daftar peserta seleksi.  

Pertama, Harisson. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang lahir di Palembang, 8 Agustus 1966 ini adalah lulusan S2 Kesehatan.

Kedua, Syarif Kamaruzaman merupakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Barat. Ia lahir di Kubu, 21 September 1966 tercatat sebagai lulusan S3 Sosiologi.

Ketiga, Ignasius IK. Pria kelahiran Pusat Damai, 30 Juli 1966 ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat. Ia berlatar pendidikan S2 Studi Pembangunan.

Keempat, Alexander Rambonang. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalimantan Barat ini lahir di Putussibau, 8 Maret 1969. Alexander mendaftar dengan berkas yang lengkap dan tercatat sebagai lulusan S2 Manajemen Agribisnis.

Kelima, Vinsensius. Sekretaris Daerah Kabupaten Landak yang juga merupakan suami Anggota DPRD Kabupaten Landak Periode 2019-2024, Marsiana Ningsih, dilahirkan di sebuah kampung kecil di Jemongko, Kabupaten Sanggau, 22 Januari 1968. Peserta yang menjadi pendaftar pertama dalam seleksi Sekda ini berlatar pendidikan S2 Manajemen Agribisnisnis.

Keenam, Florentinus Anum. Pria kelahiran Bengkayang, 14 Februari 1966 sekarang menjabat Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat. Saat mandaftar, Anum berusia 55 tahun 10 bulan dan tercatat sebagai lulusan S2 Sosiologi.

Ketujuh, Bintoro. Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak ini adalah lulusan S2 Manajemen (Ekonomi). Lahir di Trenggalek pada 6 Juni 1964, Bintoro menjadi kandidat terakhir terakhir yang masuk dalam daftar hasil akhir seleksi Sekda Kalbar. (hd/aju/din/jee)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda