Ponticity post authorKiwi 18 Juni 2021

Indonesia Alami Bom Lonjakan Pasien Covid-19, Ramuan dan Obat Diyakini Sembuhkan Corona

Photo of Indonesia Alami Bom Lonjakan Pasien Covid-19, Ramuan dan Obat Diyakini Sembuhkan Corona
Seruan Lockdown dari Yogyakarta

PENAMBAHAN jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 harian di Indonesia tembus 12.990 kasus pada Jumat (18/6). Angka ini merupakan jumlah kasus harian tertinggi kedua setelah 30 Januari 2021.

Dengan lonjakan kasus Covid-19 yang masih berlangsung, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyerukan wacana karantina wilayah alias lockdown, pun ratusan orang dalam sebuah petisi daring mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengambil sikap lockdown.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 itu, pemerintah daerah juga semakin banyak menemukan klaster-klaster baru penularan Covid-19. Disebut-sebut klaster keluarga mayoritas mendominasi sebaran kasus Covid-19 di Indonesia.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengatakan empat provinsi meliputi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur mengalami krisis tenaga kesehatan. Bantuan relawan kini dibutuhkan.

Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan bukan hanya meliputi perawat dan dokter, namun juga tenaga teknis lain seperti pekerja di laboratorium. Khusus untuk tenaga perawat, Harif mengatakan DKI Jakarta membutuhkan tambahan perawat hingga seribu orang. Sementara kebutuhan perawat di provinsi lain masih dipetakan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai tidak ada cara yang lebih tepat selain karantina wilayah atau lockdown secara total ketika pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tak cukup menanggulangi masifnya penyebaran Covid-19.

Sultan menyebut, PPKM berbasis mikro didesain membatasi kegiatan masyarakat dari tingkat terkecil, yakni RT dan RW. Namun dirinya melihat kebijakan ini belum mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 di DIY.

Kementerian Kesehatan memberikan lampu hijau kepada pemerintah daerah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk memperluas sasaran vaksinasi pada masyarakat umum dengan usia di atas 18 tahun.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut upaya itu dilakukan guna mengakselerasi vaksinasi di daerah yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. DKI Jakarta kota pertama yang mengantongi izin perluasan sasaran vaksinasi itu sejak 7 Juni 2021.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut beberapa Rumah Sakit (RS) mulai terjadi kondisi triase pasien alias proses penentuan atau seleksi pasien terpapar virus corona yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Anggota Satgas Covid-19 IDI Erlina Burhan menyebut kondisi itu terjadi seiring dengan mulai penuhnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di berbagai RS belakangan ini.

IDI menduga kasus positif dan kematian warga yang terpapar Covid-19 di lapangan lebih banyak dari yang dilaporkan pemerintah pusat. Hal itu berkaca pada beberapa kasus jumlah pemakaman Covid-19 yang lebih banyak daripada data harian yang dilaporkan pemerintah daerah.

Dengan dugaan itu, Anggota Satgas Covid-19 IDI Erlina Burhan meminta agar pemerintah daerah setransparan mungkin dalam menyampaikan data, sehingga tidak terjadi kekeliruan persepsi di masyarakat. Misalnya, kasus Covid-19 menurun, lantas masyarakat mulai merasa aman dan lengah dalam mematuhi protokol kesehatan.

Ratusan orang yang tergabung dalam LaporCovid-19 dan segenap kelompok masyarakat sipil lainnya meneken petisi daring yang mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan 10 langkah penanganan pandemi virus corona di Indonesia, salah satu poinnya adalah lockdown.

Dari pantauan CNNIndonesia.com hingga pukul 17.40 WIB, Jumat (18/6), petisi yang disertai surat terbuka dan dibuat melalui Google Documents itu telah diteken oleh 340 orang.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo menyatakan tidak ada penutupan atau lockdown kantor-kantor instansi pemerintahan.

Wacana lockdown di kantor-kantor kementerian sebelumnya sempat mencuat. Wacana ini berkembang akibat dampak lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa hari terakhir.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan tingkat kematian pasien anak berusia 0-18 tahun yang terpapar virus corona di Indonesia paling banyak terjadi jika dibandingkan negara lain.

Apabila melihat data sebaran usia kasus covid-19 di laman Satgas Penanganan Covid-19 RI per 17 Juni 2021, maka dapat dilihat setidaknya 1,2 persen anak berusia di bawah 18 tahun di Indonesia meninggal akibat terinfeksi virus corona. Bila dihitung dari kumulatif kasus kematian secara keseluruhan, maka 1,2 persen itu kurang lebih 645 anak Indonesia.

Data Kemenkes per Jumat (18/6) Pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 22.455.167 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona. Sementara baru 12.096.066 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Itu artinya, target vaksinasi pemerintah baru menyentuh 12,36 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 6,66 persen.

Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari ini, Jumat (18/6) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 12.990 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 7.907 kasus, dan kasus meninggal 290 kasus baru.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 1.963.266 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.779.127 orang dinyatakan pulih, 130.096 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 54.043 lainnya meninggal dunia.

Kasus positif Covid-19 secara nasional bertambah 12.990 pada Jumat (18/6). Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.963.266 sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan dari total kasus positif tersebut, sebanyak 1.779.127 di antaranya telah sembuh. Jumlah pasien yang sembuh itu bertambah 7.907 dari hari sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 54.043 orang di antaranya meninggal dunia. Pasien yang wafat usai terinfeksi virus corona bertambah 290 dari kemarin.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 132.215 sampel. Kasus aktif Covid-19 atau pasien yang dirawat dan isolasi kini mencapai 130.096 orang. Sedangkan suspek Covid-19 sebanyak 111.635 orang.

Sehari sebelumnya, kasus positif Covid-19 terakhir kali berada di angka 12 ribu dalam sehari terjadi pada 6 Februari 2021. Tambahan 12 ribu hari ini menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Belakangan data terkait Covid-19 yang dilaporkan pemerintah kembali dipertanyakan. Sejumlah anggota organisasi profesi dokter di Indonesia mendesak agar pemerintah transparan dalam menyajikan data, terutama terkait temuan kasus varian mutasi virus corona.

Transparansi data dinilai perli dilakukan agar publik memahami pemetaan wilayah varian corona sehingga dapat lebih waspada. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat menentukan kebijakan antisipatif selanjutnya.

"Negara harus transparan, setiap minggu Whole Genome Sequence (WGS) baru harus dipaparkan," kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan dalam acara daring, Jumat (18/6).

Selain itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menduga kasus positif dan kematian warga yang terpapar Covid-19 di lapangan lebih banyak dari yang dilaporkan pemerintah pusat.

Hal itu berkaca pada beberapa kasus jumlah pemakaman Covid-19 yang lebih banyak daripada data harian yang dilaporkan pemerintah daerah.

Pihak lain yang meragukan data pemerintah yaitu Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI). Lembaga ini menyebut 29,91 persen dari populasi di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pernah atau sedang terinfeksi Covid-19. Jumlah itu lebih besar 12 kali lipat dari data yang dilaporkan pemerintah.

Demi menekan laju penyebaran virus corona, sejumlah daerah menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Beberapa di antaranya yaitu Bandung dan Yogyakarta. Sejumlah lembaga negara, seperti beberapa komisi di DPR dan sebagian Kementerian Sosial juga menerapkan lockdown.

Hingga kini, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menanggulangi pandemi virus corona. Mulai dari penerapan pembatasan kegiatan masyarakat, program vaksinasi nasional hingga pemberian bantuan ekonomi kepada kalangan yang terdampak.

Penambahan kasus Covid-19 di Jakarta semakin mengkhawatirkan. Per tanggal 18 Juni 2021, penambahan kasus baru Covid-19  sebanyak 4.737 kasus. Angka ini adalah rekor tertinggi sepanjang pandemi berlangsung sejak Maret 2020.

Tambahan kasus tertinggi terakhir terjadi pada 7 Februari 2021 dengan 4.213 kasus. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menjelaskan, penambahan kasus itu merupakan hasil pemeriksaan tes PCR 17.368 orang.

"Sebanyak 17.368 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.737 positif dan 12.631 negatif," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6).

Dwi menjelaskan, dengan penambahan itu, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 463.552 kasus. Terima kasih telah membaca Kompas.com. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Angka kasus aktif juga bertambah, kini tercatat 24.511 orang masih berstatus pasien aktif Covid-19 di DKI Jakarta. Korban meninggal juga menunjukan tren peningkatan, terdapat 64 orang meninggal dunia akibat Covid-19 hari ini.

Dengan lonjakan kasus ini, positivity rate di Jakarta dalam sepekan terakhir berada di 21,8 persen. Dwi meminta agar masyarakat terus waspada terhadap penyebaran Covid-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. "Mengingat, vaksinasi Covid-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian," ucap dia.

Rumah sakit hadapi krisis Lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan sejumlah rumah sakit rujukan penuh. Banyak pasien yang harus antre untuk mendapatkan tempat tidur isolasi maupun ICU.  

Sebanyak 84 persen tempat tidur isolasi, dari total kapasitas 8.524, dan 74 persen tempat tidur ICU, dari kapasitas 1.186, sudah terisi. Pihak Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran bahkan harus menambah kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19.

Berdasar data terbaru pada Jumat (18/6/2021) pukul 08.00 WIB, jumlah pasien di RS Wisma Atlet sudah mencapai lebih dari 5.812 orang. Ada penambahan jumlah pasien dibandingkan sehari sebelumnya.

Angka pemakaman menggunakan protokol tetap (protap) Covid-19 meningkat dua kali lipat hanya dalam satu minggu terakhir. Dilansir dari laman corona.jakarta.go.id, sebanyak 197 jenazah dimakamkan dengan protap Covid-19 di Jakarta pada tanggal 4-10 Juni 2021. Di sisi lain, sudah muncul varian delta B.1.1.7 di Jakarta yang dikenal sebagai varian virus corona yang menular jauh lebih mudah dan cepat.

Warga mulai longgar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan tingkat kepatuhan warga Jakarta untuk menggunakan masker turun drastis. Pada akhir tahun 2020, kata Widyastuti, tingkat kepatuhan warga menggunakan masker berada di angka tertinggi sekitar 70 persen, kini angka turun drastis menjadi 20-25 persen saja.

"Survei yang kita lakukan awal dan akhir tahun lalu kita di posisi tahap terhadap prokes itu di kisaran 60-70 persen untuk pemakaian masker. Akhir-akhir ini berkurang sampai 20-25 persen," ucap Widyastuti dalam acara webinar, Kamis (17/6). (mul/det/cnn/lip/tem)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda