Ponticity post authorKiwi 18 November 2021

Lawan Rachata Khaophimai di Thailand tanpa Pononton, Daud Targetkan Menang TKO

Photo of Lawan Rachata Khaophimai di Thailand tanpa Pononton, Daud Targetkan Menang TKO

PONTIANAK, SP - DAUD Yordan, kembali bertarung di arena tinju dengan duel lawan Rachata Khaophimai. Duel Daud vs Khaophimai berlangsung di Thailand, Jumat (19/11). Pertarungan ini bakal disiarkan langsung oleh Kompas TV mulai pukul 20.00 WIB.

Pertarungan Daud Yordan vs Khaophimai bakal memperebutkan sabuk WBC Asian Boxing Council Silver Super Lightweight atau perebutan gelar juara WBC International kelas ringan super (63,5kg), yang dijadwalkan bergulir di Pattaya.

Duel Daud Yordan vs Khaophimai ini merupakan laga perdana Daud Yordan setelah terakhir kali bertinju pada 17 November 2019. Saat itu Daud Yordan berhasil menang TKO atas Michael Mokoena untuk merebut sabuk IBA dan WBO Oriental untuk kelas Super Lightweight.

Saat ini, Daud Yordan sudah berusia 34 tahun dan pernah memegang sabuk juara dunia kelas bulu dan kelas ringan versi IBO.

Sementara itu menurut data boxrec, Khaophimai adalah petinju berusia 18 tahun. Ia punya rekor 100 persen lewat tujuh kemenangan dalam tujuh laga awal yang dilakoninya.

Selama ini, Khaophimai baru berhadapan dengan sesama petinju Thailand. Duel lawan Daud Yordan adalah duel perdana Khaophimai menghadapi petinju dari negara lain.

Berbeda dengan Daud Yordan yang tak bertinju selama dua tahun, Khaophimai sempat menjalani empat pertarungan sejak Maret 2020 hingga November 2020. Barulah setelah itu ia tak bertarung selama setahun.

Kini, Cino julukan Daud Yordan sudah berada di Thailand untuk menjalani pertarungan 19 November mendatang. Saat ini, ia hanya jaga kondisi jelang tanding.

H-3 jelang pertarungan, Daud kini tinggal menjalani proses kegiatan sebelum tanding, seperti tes PCR hingga berat badan. Tak ada lagi latihan program berat.

"Kondisi saya di sini (Thailand) baik. Setibanya di sini kemarin sempat tes PCR dulu dan karantina selama satu hari. Setelah mendapat hasil negatif, kami diperbolehkan untuk memilih hotel lain. Artinya semua berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala secara psikologis," kata Daud.

"Sekarang ini juga sedang menunggu kegiatan-kegiatan yang disiapkan promotor mitra di sini. Tapi pastinya lusa timbang badan, tes PCR, dan mengikuti berbagai sebelum pertandingan," ujarnya.

Program latihan juga sudah tidak ada karena sudah diselesaikan saat masih latihan di Tangerang. Jadi ke sini sudah tidak dalam program masa latihan yang berat, ia hanya betul-betul menjaga kondisi dan siap untuk tampil di tanggal 19 November.

Karena menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, duel Daud dengan Khaophimai akan bergulir tanpa penonton. Kalaupun ada hanya 25 persen itupun tamu undangan. Bagi Daud Yordan, kondisi tersebut menjadi keuntungan.

"Ada keuntungan bagi kita sendiri karena informasinya pertandingan tidak dibuka untuk penonton umum, tapi tetap ada penonton yang kapasitas sama seperti negara kita yaitu 25 persen dari sebuah gedung (tamu undangan). Tapi paling tidak dengan kondisi dengan ramai penonton lokal, bukan ke saya ya, tapi ke dianya (Khaophimai). Sebab, dia masih muda dan membutuhkan sekali dukungan moril dari audience karena dia bertarung dengan petinju yang sarat pengalaman seperti saya," kata Daud.

"Kalau saya sudah biasa bertarung di kandang lawan, saya kira bukan sesuatu yang bagaimana, karena secara mental teruji untuk itu. Tapi tetap harus berhati-hati dan mawas diri," imbuhnya.

Pasca tiba di Thailand, Daud menyampaikan langsung melakukan latihan ringan beberapa hari, baik pagi maupun sore di tempat penginapan. Dan juga menjaga kondisi tubuh, terutama berat badan yang akan masuk timbang.

Begitu tiba di Thailand, langsung masuk ke penginapan dan tidak pergi kemana-mana. Ditambah kondisi seperti sekarang ini, penularan Covid-19. Dan selama tes PCR yang dilakukan, semuanya negatif.

"Bertarung tanpa penonton, untuk saya sendiri, tidak bermasalah, yang penting saya harus memenangkan pertandingan. Karena yang saya yakini, bahwa masyarakat Indonesia, menonton dan mendoakan,"ungkap Daud saat dihubungi Suara Pemred lewat selulernya.

Ditambahkannya, yang jauh lebih penting, karena akan disiarkan secara langsung. Dirinya bersyukur, pihak manajemen bisa menyiarkan secara langsung. Dan pemerintah harus memberikan apresiasi, karena tidak mudah untuk lakukan itu.

Daud juga berharap seluruh masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Ketapang dan 12 Kabupaten/Kota lainnya dapat menyaksikan serta mendoakan supaya dirinya bisa memenangkan pertarungan.

"Terlebih seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Juga bisa menjadi kado terindah dimasa Pandemi Covid-19 ini bagi bangsa Indonesia,"sambung Daud lagi.

Dirinya menargetkan menang TKO, karena tidak ada jalan lain, harus menang TKO. Apalagi ini tanding di kandang lawan, tentu tidak baik dengan menang angka, karena akan beresiko besar.

"Mudah-mudahan kematangan dan pengalaman yang saya miliki, bisa diimplementasikan besok malam," paparnya.

Jaga Motivasi

Sebelumnya, Petinju kebanggaan Indonesia ini, tetap menjaga motivasi setelah hampir dua tahun tak naik ring. Daud mengungkapkan bahwa sebagai petinju profesional tugasnya adalah berlatih mempersiapkan diri untuk bertanding.

Dia menuturkan saat ini pihak manajemen dalam hal ini Mahkota Promotion masih menggodok jadwal pertandingan.

"Mahkota saat ini masih mencari alternatif-alternatif untuk pertandingan saya. Karena memang kita harus memaklumi dengan kondisi COVID-19 di Indonesia dan di seluruh dunia pastinya," katanya.

Saat itu, Daud terus menjaga kebugaran tubuh dan mengasah kemampuan di sasana miliknya Daud Boxing Club di Kayong Utara, Kalimantan Barat.

"Soal pertandingan, manajemen yang paling tahu. Tapi saya sendiri tak pernah surut, tak pernah padam sama sekali tetap semangat berkiprah menjadi seorang atlet tinju," ujar Daud menuturkan.

Daud Yordan telah lama absen di ring tinju. Kali terakhir, petinju berjuluk Cino itu melakoni pertandingan ketika mengalahkan Michael Mokoena dari Afrika Selatan di Jatim Park 3, Batu, 17 November 2019.

Kala itu, kemenangan technical knockout (TKO) pada ronde delapan memastikan dirinya menjadi pemegang gelar juara dunia kelas ringan super (63,5kg) versi IBA dan WBO Oriental.

Artinya, hampir dua tahun Daud Yordan tak bertanding. Ini merupakan jeda terlama sepanjang karier profesional Daud yang sebelumnya hampir setiap tahun naik ring.

Meski telah lama tak bertanding, Daud Yordan memastikan saat ini masih memegang dua gelar juara dunia IBA dan WBO Oriental.

"Karena kami lapor terus ke badan organisasi tinju tersebut, jadi mereka memberikan dispensasi atau pemakluman. Sebab, ini bukan kemauan kami. Organisasi tinju tidak bisa mengambil secara sepihak, karena ini memang ada faktornya (pandemi COVID-19)," ujar Daud.

Sejak debut profesional 2005 silam, Daud Yordan tercatat telah melakoni 44 pertandingan. 40 di antaranya berakhir dengan kemenangan dan empat kali kalah.

Seperti tahun lalu, sejatinya Daud Yordan dijadwalkan bertanding di Singapura pada 14 April 2020. Ketika itu, dia direncanakan akan berhadapan dengan petinju asal Jepang, Rikki Naito, untuk gelar WBO Internasional dan eliminator dunia. Namun pada akhirnya kedua belah pihak belum menemui titik terang.

Sebelum Ronde 10

Daud sendiri menargetkan menang knockout (KO) sebelum ronde 10 dalam duel perebutan gelar juara WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan super (63,5kg) melawan Rachata Khaophimai di Bangkok, Thailand, pada Jumat (19/11).

Daud mengatakan menang KO wajib dilakukan mengingat pertandingan bergulir di kandang lawan. "Sangat berbahaya berakhir dengan ronde. Saya berharap menang KO dan pastinya sebelum ronde 10 ronde," kata Daud.

Untuk merealisasikan target tersebut, Daud telah menyiapkan sejumlah strategi. Dia bakal mengandalkan pengalaman puluhan tahun sebagai petinju profesional untuk bisa meraih kemenangan.

Daud juga tak ingin meremehkan lawan yang usianya masih 18 tahun. Menurutnya, petinju Thailand memiliki tipikal tak mau kalah. Kuncinya, kata Daud, adalah menghancurkan pertahanan dan merusak konsentrasi, sehingga dapat melancarkan pukulan-pukulan yang memiliki efek besar pada daya tahan lawan.

"Saya pernah berada di posisinya. Saya hari ini sudah memiliki pengalaman dengan puluhan tahun berkarier sebagai petinju. Saya akan menggunakan pengalaman itu," ujarnya.

"Saya akan berusaha tampil sebaik mungkin, menjalankan rencana yang telah dibuat agar hasilnya sesuai harapan. Saya berharap doa dan dukungan masyarakat Indonesia, terlebih Kalimantan Barat yang menjadi provinsi saya," kata Daud menambahkan.

Daud telah berada di Thailand untuk melakukan persiapan akhir. Dia dan Rachata Khaophimai dijadwalkan akan melakukan timbang berat badan pada Kamis (18/11), sebelum akhirnya saling berhadapan di atas ring pada Jumat (19/11) pukul 20:00 WIB.

Pertandingan ini akan disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi nasional. "Jadi saya berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat menyaksikan pertandingan saya nanti," kata Daud.

"Pertandingan ini adalah langkah awal saya kembali dalam kurun waktu dua tahun tak naik ring. Semua petinju di dunia pada masa pandemi ini susah sekali bertanding. Saya bersyukur menjadi satu di antara yang mendapat kesempatan bertarung di luar negeri," tutur Daud.

Doa Terbaik

Dukungan dan doa terbaik disampaikan oleh Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 121/Abw, Brigjen TNI Ronny. Ia menyatakan memang tidak mendampingi Daud Yordan, karena masih harus menyelesaikan tugas kedinasan.

"Harapan saya untuk Daud Yordan menjadi contoh bagi anak-anak muda di Kalbar, dan membawa nama baik Ketapang khususnya Kayong Utara, untuk menjadi dan mempertahankan juara dunia di Thailand, karena itu kita masih semangat, apresiasi lah supaya dia bisa memegang juara terus dan menang," katanya.

Danrem 121/Abw memprediksi Daud Yordan akan memenangi sabuk WBC Asian Boxing Council Silver Super Lightweight.

"Iya kita sudah membina lebih dari satu tahun yang lalu, membuat sasana tinju untuk petinju Alambana Whanawai terutama di Ketapang, dan tanggal 24 nanti akan ada pertandingan sabuk emas Danrem," tuturnya.

Ia mengatakan, nanti bersama Daud Yordan setelah dia menang dan pulang dari Thailand, maka Sasana Alambhana Whanawawai akan menyelenggarakan menonton bareng di Ketapang.

Penampilan Terbaik

Wakil Bupati Kayong Utara (Wabup KKU), Effendi Ahmad berharap petinju kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat terutama Kabupaten Kayong Utara, Daud Yordan, bisa menampilkan pertarungan terbaiknya.

"Saya berharap Daud Yordan bisa menampilkan pertarungan terbaiknya,"kata Wabup Effendi Ahmad di Sukadana.

Dirinya memprediksikan Daud akan memenangkan pertandingan dengan TKO. Yang tentunya akan lebih menambah prestasinya.

Wakil Bupati Effendi Ahmad menyampaikan pula bahwa Pemerintah Daerah akan menggelar Nonton bareng di Istana Rakyat dan Hotel Mahkota Kayong.

"Selain nonton bareng, saya mengharapkan masyarakat Kabupaten Kayong Utara khususnya memberikan dukungan doa untuk petinju kebanggaan kita bersama,"kata Wabup lagi.

Selain itu dirinya Sasana Daud Boxing Club akan melahirkan para petinju berkualitas dan bisa memiliki regenerasi seperti Petinju Daud Yordan.

"Dan yang tak kalah pentingnya lagi, harus ada dukungan dari para pihak, serta masyarakat," katanya.

Dibantu Ongen

Daud Yordan sebelumnya terus melakukan persiapan jelang duel melawan petinju Thailand Rachata Khaophimai, salah satunya menggelar latih tanding bersama petinju Indonesia seperti Ongen Saknosiwi.

Ongen Saknosiwi turut andil sebagai mitra lawan latih tanding atau sparring partner dalam persiapan Daud Yordan menuju pertandingan bertajuk MPRO Evolution Fight Series 2021 yang dijadwalkan berlangsung di Pattaya, Thailand, 19 November 2021.

Ongen mengatakan latihan bergulir di sasana XBC Boxing Camp, Tangerang Selatan. Ongen sangat antusias menjadi mitra latih tanding Daud. Sebab, menurutnya banyak pelajaran yang bisa dipetik dari Daud Yordan yang notabene lebih senior dalam dunia adu jotos.

"Bang Daud sangat siap untuk pertandingan ini. Dengan menjadi lawan latih tanding, saya juga banyak belajar dari segi pukulan, teknik, dan semuanya," ujar Ongen.

Petinju tak terkalahkan dalam delapan pertandingan itu pun memiliki keyakinan Daud Yordan dapat meraih kemenangan pada pertandingan nanti.

"Pukulan Bang Daud keras dan cepat. Stamina juga sangat baik. Saya rasa Bang Daud siap untuk pertandingan ini," kata Ongen.

Selain Ongen, Daud Yordan juga mendapat dukungan dari petinju Indonesia lainnya. Sebut saja Jansen Hebi Marapu dan Stevie Ongen Ferdinandus yang juga berperan sebagai lawan latih tanding. Selain itu, Daud Yordan juga berada dalam arahan pelatih lamanya, Edin Diaz.

Bagi Daud, pertandingan di Negeri Gajah Putih nanti merupakan kali pertama setelah dua tahun lamanya tak naik ring.

Kali terakhir, petinju asal Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat itu berlaga ketika mengalahkan petinju asal Afrika Selatan, Michael Mokoena, di Jatim Park 3, Batu, 17 November 2019.

Kemenangan tersebut sekaligus membuat Daud Yordan menjadi pemegang gelar juara dunia kelas ringan super (63,5kg) versi IBA dan WBO Oriental.

Pada kesempatan yang sama, Ongen juga sukses menyandang gelar juara dunia IBA kelas bulu (57,1kg) usai mengalahan petinju Filipina, Marco Demecillo.

Adapun secara keseluruhan, Daud Yordan saat ini mengantongi rekor 40 (28KO) menang dan empat kali kalah.

Sementara lawan yang akan dihadapi, Rachata Khaophimai, sepanjang karier tinju profesional tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan.

Ungkap Strategi

Pelatih Daud Yordan, Edin Diaz, sudah menyiapkan strategi menghadapi petinju Thailand Rachata Khaophimai dalam duel perebutan gelar WBC International kelas ringan super (63,5kg) di Pattaya, Thailand pada 19 November 2021.

Menurutnya, Daud harus bisa mengantisipasi setiap gerakan lawan yang dikenal sebagai fighter sejati. Daud Yordan memang lebih berpengalaman dibandingkan lawan, namun kata Edin Diaz, hal tersebut bukan jaminan dalam laga tinju. Persiapan matang dan penuh perhitungan harus tetap dilakukan, termasuk strategi meraih kemenangan.

"Kami tidak pernah meremehkan lawan dan selalu menganggap lawan punya kemampuan lebih. Siapa pun lawannya kami pasti genjot dengan persiapan keras," kata Edin.

Mengingat duel bergulir di kandang lawan, Edin bersama tim juga sudah mengamati gaya bertinju lawan dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di atas ring.

"Terkait lawan karena masih baru. Emosinya lebih menggejolak daripada petinju berpengalaman. Kami mulai baca dari itu dan kami antisipasi tipikal lawan. Petinju Thailand itu dikenal sebagai fighter sejati. Kami sudah siapkan strategi," kata Edin Diaz menambahkan.

Edin optimistis Daud Yordan bisa meraih kemenangan. "Saya mewakili Daud, mohon doa dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Dalam duel perebutan gelar WBC International kelas ringan super, secara rekor pertandingan Daud jauh di atas Rachata Khaophimai. Petinju kebanggaan Indonesia itu tercatat melakoni debut profesional pada 25 Agustus 2005.

Sepanjang karier, dia telah melakoni 44 pertandingan dan 40 di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Sedangkan sang lawan, melakoni debut profesional pada 31 Mei 2019 dan baru turun di tujuh pertandingan yang semuanya berakhir dengan kemenangan.

Dari data tersebut, di atas kertas, Daud bisa meraih kemenangan. Namun petinju 34 tahun itu tak ingin sesumbar.

Menurutnya, tinju adalah olahraga yang tidak bisa diukur. "Ukurannya secara matematis saya sudah lebih dari 40 bertanding dan lawan tujuh kali. Secara logika bunyinya saya akan menang," kata Daud.

"Tetapi tinju tidak matematis. Tidak bisa satu tambah satu menjadi dua. Segala sesuatunya bisa terjadi di atas ring. Dalam olahraga tinju, satu pukulan bisa mengubah segalanya dan itu sering terjadi," pungkasnya.

Tampilkan Sesuatu yang Berbeda

PENCINTA tinju di Tanah Air, akhirnya bisa kembali menyaksikan Daud Yordan naik ring saat berhadapan dengan petinju asal Thailand Rachata Khaophimai di Bangkok, Thailand, dan disiarkan langsung di Kompas TV pada Jumat (19/11) pukul 20:00 WIB.

Duel perebutan gelar juara WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan super (63,5kg) sangat dinantikan insan tinju Indonesia, khususnya penggemar Daud Yordan, mengingat hampir dua tahun lamanya absen di atas ring.

Daud datang dengan kepercayaan diri tinggi. Petinju asal Kalimatan Barat itu telah mempersiapkan diri dengan matang. Sebelum bertolak ke Negeri Gajah Putih, Daud menempa diri di XBC Boxing Camp, Tangerang Selatan, Banten, bersama sang pelatih Edin Diaz.

Dia juga mendapat bala bantuan dari sejumlah petinju profesional Indonesia seperti Ongen Saknosiwi, Jansen Hebi Marapu, Stevie Ongen Ferdinandus, dan Jon Jon Jet.

Lantas bisakah Daud Yordan memenuhi harapannya membawa pulang sabuk juara WBC Asian Boxing Council Silver kelas ringan super?

Andalkan Pengalaman

Dibandingkan dengan lawan, Daud lebih unggul dari segi pengalaman. Petinju 34 tahun itu tercatat melakoni debut profesional pada 25 Agustus 2005. Selama 16 tahun bergelut di dunia adu jotos, dia sudah banyak makan asam garam.

Selama itu pula, Daud telah melakoni 44 pertandingan dan 40 di antaranya diraih dengan kemenangan. Sebelum menjejaki kelas ringan super, dia pernah menyandang gelar juara dunia IBO kelas bulu (57,1kg) dan ringan (61,2kg).

Bahkan saat ini, dia masih menyandang gelar juara dunia IBA dan WBO Oriental kelas ringan super. Masih teringat jelas saat Daud meraih dua gelar tersebut di Jatim Park, Batu, pada 17 November 2019.

Dalam pertandingan terakhirnya tersebut, Daud membuat petinju asal Afrika Selatan Michael Mokoena menyerah pada ronde kedelapan.

Wasit harus menghentikan pertandingan karena lengan Mokoena mengalami disposisi. Masih banyak duel epos lainnya yang telah dilakoni Daud sepanjang karier tinju profesional.

Termasuk saat dia menjadi petinju Indonesia keempat yang berduel di Amerika Serikat. Lebih dari itu, debutnya di Negeri Paman Sam mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai petinju Merah Putih pertama yang meraih kemenangan, tepatnya saat mengalahkan Antonio Meza asal Meksiko pada 2008.

Tiga petinju Indonesia sebelumnya yang pernah tampil di AS yakni Ellyas Pical, Adrian Kaspari, dan Anis Roga. Namun semuanya gagal meraih kemenangan di negeri yang menjadi kiblatnya tinju dunia tersebut.

Cino, julukkan Daud Yordan harus memanfaatkan segudang pengalaman tersebut untuk meraih kemenangan melawan Rachata Khaophimai yang masih berusia 18 tahun dan baru melakoni tujuh pertandingan sepanjang kariernya.

Namun Daud sejak awal memang enggan sesumbar dan bukan gaya dia pula untuk meremehkan lawan. Dia menyadari pernah ada di posisi Rachata Khaophimai yang muda dan haus akan kemenangan. Kata dia tinju tidak bisa diukur secara matematis, karena satu pukulan bisa mengubah semuanya.

Berbicara gaya, Daud adalah tipikal petinju swarmer atau fighter. Dengan begitu, Daud bakal terus memberikan tekanan pada lawan. Ayah dua anak itu juga memiliki stamina dan pukulan keras yang menjadi bekal di atas ring nanti.

Pada sisi lain, Rachata Khaophimai juga seperti kebanyakan petinju Thailand yang memiliki gaya yang sama dengan Daud. Dengan kata lain, pertarungan jarak dekat akan terjadi pada pertandingan nanti.

Hasilnya tergantung nanti bagaimana Daud bisa memanfaatkan kelengahan lawan. Seperti yang diungkapkan sang pelatih Edin Diaz kepada Antara beberapa waktu lalu, Daud harus bisa memainkan peran dan merusak konsentrasi lawan.

Sehingga mendapatkan celah untuk mendaratkan pukulan yang memiliki efek besar terhadap daya tahan lawan.

Wajib Menang KO

Meski secara teknis banyak faktor yang membuat Daud unggul, tapi dia harus mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi mengingat pertandingan bergulir di kandang lawan. Sudah menjadi rahasia umum, petinju tuan rumah kerap diuntungkan.

Hasil angka bukan pilihan terbaik dalam pertandingan nanti. Dengan kata lain, Daud Yordan harus bisa menganvaskan lawan sebelum lonceng ronde terakhir berbunyi. Jika tidak, bisa merugikan yang berdampak pada hasil akhir pertarungan.

Daud pun menyadari hal tersebut. Untuk itu, dia bertekad agar bisa meng-KO lawan sebelum ronde 10. Daud harus melancarkan pukulan-pukulan keras seperti yang dilakukan pada laga-laga sebelumnya.

Cara seperti ini harus dia lakukan ketika bertanding di kandang lawan. Misalnya, ketika berhadapan dengan Pavel Malikov di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, 22 April 2018.

Daud yang bertanding di hadapan pendukung Malikov tampil agresif dan tak memberi celah sedikit pun untuk lawan mendominasi pertandingan.

Dia selalu maju dan berusaha sedekat mungkin dengan lawan untuk mendaratkan pukulan-pukulan keras. Hingga akhirnya, hook kanan Daud membuat Malikov tersungkur dan tak bisa melanjutkan pertandingan pada ronde delapan. Hal ini perlu dilakukan Daud pada pertandingan melawan Rachata Khaophimai.

Dari uraian di atas, Daud punya peluang besar untuk meraih kemenangan. Namun tinju bukan olahraga terukur. Seperti diungkapkan Daud, satu pukulan bisa mengubah semuanya.

Besar harapan, Daud dapat mewujudkan ambisi menutup tahun 2021 dengan indah. Dia sangat termotivasi untuk bisa meraih kemenangan karena ingin memberikan kado spesial pada momentum Hari Pahlawan.

Semoga apa yang menjadi harapan Daud dalam pertandingan nanti dapat terwujud. Sehingga juga memotivasi petinju-petinju Indonesia lainnya untuk terus bisa mengharumkan Indonesia di pentas tinju dunia.(ble/mul/din/ant)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda