Ponticity post authorKiwi 19 November 2021

Warga Keluhkan Air Bersih Tak Mengalir, Fasilitas Rusunawa Harapan Jaya Banyak yang Rusak

Photo of Warga Keluhkan Air Bersih Tak Mengalir, Fasilitas Rusunawa Harapan Jaya Banyak yang Rusak Rusunawa Harapan Jaya

PONTIANAK, SP - Warga penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Harapan Jaya di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, mengeluhkan kerusakan gedung dan sejumlah fasilitas di rusunawa tersebut. Air bersih tidak mengalir, sehingga warga harus mengambil air dari lantai atas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.  

Satu diantara penghuni Rusunawa Harapan Jaya, Agus Rohwanda mengakui kondisi rusunawa memang sudah tidak layak dihuni karena berbagai fasilitas yang ada mengalami kerusakan. Misalnya saluran pembuangan dan air bersih yang tidak mengalir.

"Kondisinya sangat memprihatinkan. Para penghuni harus mengambil air dari lantai atas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Memang biaya sewanya murah hanya Rp150 ribu, tetapi dengan kondisi rusunawa seperti sekarang dan tanpa keringanan maka cukup memberatkan," ungkapnya.

Agus pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan saluran air, saluran pembuangan dan mengalirkan air bersih hingga ke kamar-kamar. Terlebih menurutnya, penghuni rusunawa merupakan warga yang tidak mampu, sehingga perbaikan sangat diharapkan untuk memudahkan penghuni.

"Jadi kita berharap ini yang rusak tolong diperbaiki, setelah itu kami akan melanjutkan ke pembinaan lainnya," katanya.

Merespon keluhan itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, pemerintah pusat akan segera melakukan perbaikan rusunawa tersebut. Karena saat ini Rusunawa Harapan Jaya masih di bawah tanggungjawab pemerintah pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita sudah sampaikan kepada pemerintah pusat agar segera diperbaiki di tahun 2022 dikarenakan masih di bawah tanggungjawab pusat,” ucap Edi Rusdi Kamtono saat menyerahkan bantuan beras kepada warga Rusunawa Harapan Jaya, Kamis (18/11).

Sementara untuk penataan lingkungan di kawasan rusunawa dikerjakan oleh Pemkot Pontianak. Penataan meliputi saluran air, taman, area parkir, fasilitas olahraga dan sebagainya. Di lingkungan rusunawa juga akan disediakan area bermain anak-anak.

“Taman di sini akan kita tata lebih asri dan humanis dengan adanya pepohonan yang sesuai dengan fungsinya diantaranya tanaman-tanaman produktif seperti hidroponik dan lainnya,” sebut Edi.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga rusunawa untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan fasilitas yang ada, baik itu fasilitas kesehatan maupun pendidikan, mulai dari balita hingga anak usia sekolah.

Pemkot Pontianak sudah memberikan fasilitas kesehatan berupa layanan kesehatan gratis bagi warga Kota Pontianak. Agar fasilitas layanan kesehatan ini bisa dimanfaatkan, warga diminta untuk melaporkan atau mendaftarkan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Bisa lapor ke posyandu maupun puskesmas untuk menyempatkan pemeriksaan seperti melakukan imunisasi, atau vaksinasi polio, difteri, skabies dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sedangkan fasilitas pendidikan, lanjut Edi, sekolah-sekolah negeri di bawah naungan Pemkot Pontianak seluruhnya gratis. Oleh sebab, fasilitas pendidikan ini harus bisa diakses oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Pontianak.

“Anak-anak kita ini harus pintar-pintar, harus sekolah supaya nanti hidupnya lebih layak lagi,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kota Pontianak Derry Gunawan menjelaskan, lahan yang ada di Rusunawa Harapan Jaya milik Pemkot Pontianak, namun gedungnya dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Menurutnya, hingga saat ini bangunan Rusunawa Harapan Jaya memang belum dilakukan serah terima dari pemerintah pusat kepada Pemkot Pontianak. Oleh sebab itu berkaitan dengan perbaikan beberapa kerusakan rusunawa masih menjadi tanggungjawab Kementerian PUPR.

“Kementerian PUPR akan melakukan revitalisasi perbaikan rusunawa dan sudah dianggarkan di tahun 2022,” terangnya.

Sementara tahun ini, kata Derry, pihaknya tengah mengerjakan penataan lingkungan yang ada di Rusunawa, mulai dari penataan landscape, jalan masuk, drainase, taman dan fasilitas olahraga. Untuk penataan taman sifatnya stimulan, selanjutnya taman itu perawatannya dilakukan secara bergotong-royong oleh warga rusunawa.

“Karena rusunawa ini boleh dikatakan sebagai kampungnya rusunawa, lingkungan mereka,” sebutnya.

Kendati demikian, fasilitas yang disediakan nantinya adalah milik Pemkot Pontianak sehingga dirinya berharap fasilitas seperti taman dan sarana olahraga tidak bersifat eksklusif yang hanya bisa dinikmati oleh warga rusunawa saja. Akan tetapi warga sekitar termasuk kelurahan setempat bisa ikut memanfaatkannya.

Untuk itu dia berharap pihak kelurahan setempat melakukan pembinaan dengan membentuk kelompok-kelompok dasawisma, kelompok tani dan lain sebagainya. Sehingga lahan dan pekarangan di rusunawa ini bisa dimanfaatkan, misalnya untuk ditanami sayur-sayuran, buah-buahan, atau usaha kuliner.

"Sehingga warga yang tinggal di rusunawa yang sebagian besar termasuk masyarakat berpenghasilan rendah bisa memperoleh tambahan penghasilan,” tutupnya. 

Dapat Bantuan Beras dari Pemkot

Warga penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Jalan Harapan Jaya, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, mendapat bantuan cadangan pangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Masing-masing Kepala Keluarga (KK) menerima 20 kilogram beras.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan beras yang dibagikan kepada warga Rusunawa Harapan Jaya ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Pontianak di tengah kondisi pandemi Covid-19. Ia berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang memang membutuhkan.

"Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga Rusunawa Harapan Jaya untuk tetap semangat menjalankan kehidupannya dan kita harapkan bisa terus meningkat kualitas dan rezekinya sehingga nanti bisa memiliki rumah sendiri," ujarnya usai menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada warga di Rusunawa Harapan Jaya, Kamis (18/11).

Edi berpesan bahwa warga yang tinggal di rusunawa hanya bersifat sementara dan tidak selama-lamanya. Untuk itu dia berharap bagi warga yang telah bekerja agar bisa menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung, sehingga jika jumlahnya sudah mencukupi bisa diinvestasikan membeli tanah atau rumah yang diinginkan.

"Sehingga mereka bisa tinggal dan menempati rumah milik sendiri," ungkapnya.

Ia juga berharap masyarakat yang terdampak pandemi tidak mudah putus asa dalam menghadapi kondisi yang cukup sulit ini. Dirinya yakin dengan berikhtiar dan berusaha akan menjadikan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang pantang menyerah.

"Kita semuanya berharap agar pandemi ini segera berakhir dan semua berjalan normal kembali," ucapnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda