Ponticity post authorelgiants 19 September 2020 3,644

Masyarakat Kalbar Nantikan Jembatan Kapuas III

Photo of Masyarakat Kalbar Nantikan Jembatan Kapuas III

PONTIANAK, SP - Pembangunan jembatan Kapuas III, yang menghubungkan Kabupaten Kubu Raya dengan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, diharapkan dapat segera terealisasi.

Harapan tersebut disampaikan langsung oleh   sebagian besasr warga Kalimantan Barat. Karena dengan adanya Jembatan Kapuas III selain mengurai kemacetan dan mempermudah akses juga akan berdampak sangat luas terhadap perekonomian Kalimantan Barat.  Diantaranya Sofyan misalnya, warga  Sungai Rengas, Sofyan. Menurut dia, pembangunan jembatan Kapuas III menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Kalbar. Karena jika tidak segera dibangun, maka jembatan Kapuas I yang ada saat ini akan terjadi kemacetan yang parah.

“Saat ini akses menuju wilayah pesisir warga mesti melewati Jembatan Kapuas I yang semakin hari semakin padat,” katanya, Sabtu (19/9).

Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak terkait, di antaranya wakil rakyat asal Kalbar yang duduk di Komisi V DPR RI untuk bisa mengawal berbagai program pembangunan di Kalimantan Barat, termasuk pembangunan Jembatan Kapuas III.

“Mari bersama - sama mengawal dan membangun daerah, semata untuk kesejahteraan masyarakat. Saya minta para elit di atas untuk membuang ego atau kepentingan politik, terlebih ini mengenai hajat hidup orang banyak,” pesannya.

Senada juga disampaikan oleh, Asun (60) salah seorang pengusaha bahan bangunan. Ia mengatakan, pemerintah baik pusat, provinsi maupun kota Pontianak, diminta untuk segera membangun jembatan Kapuas III. Hal ini penting karena dengan ditutupnya jembatan Kapuas I bagi kendaraan roda empat atau lebih, sangat merugikan bagi dunia usaha.

Ia mengatakan, dua tahun terakhir ini jembatan Kapuas I yang berada di tengah kota Pontianak sudah beberapa kali ditabrak oleh tongkang atau tag boat. Hal itu mengakibatkan kerusakan pada jembatan khususnya tinga jembatan dan jembatan Kapuas I harus ditutup bagi kendaraan roda empat atau lebih.

Kondisi ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat secara umum, dan secara khususnya bagi para pengusaha. Baik itu dari segi waktu juga dari segi ekonomi.

Hal itu disebabkan, posisi atau letak jembatan yang sangat strategis yaitu membelah kota Pontianak mengakibatkan harus memutar jauh jika hendak ke seberang kota. Karena letak jembatan Kapuas II berada di daerah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya lokasinya sudah jauh dari kota Pontianak.

Jika warga yang berada di daerah seberang sungai Kapuas atau di Pontianak Timu dan Utara hendak bepergian ke Pontianak Barat dan Selatan atau kota dengan menggunakan kendaraan pribadi atau roda empat maka harus memutar jauh dari jembatan Kapuas II yang berada di Kabupaten Kubu Raya.

Demikian juga sebaliknya warga yang dari Pontianak Barat, Selatan dan kota hendak ke Pontianak Timur dan Utara, maka harus memutar jauh ke jembatan Kapuas III dan hal itu memerlukan waktu yang relatif cukup lama.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, ada tiga proyek stategis nasional di Kalimantan Barat guna menunjang pertumbuhan serta kemajuan daerah.

Tiga proyek strategis nasional itu Jembatan Kapuas III, Duplikasi Jembatan Kapuas I dan Jembatan Sungai Sambas Besar.

Dari tiga proyek strategis nasional tersebut yang menjadi tanggungjawab Pemprov Kalbar dalam pembebasan lahannya adalah Jembatan Kapuas III. Biaya pembangunan jembatan disebutnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Menindaklanjuti hasil Musrenbang, regional dan nasional. Kita diminta oleh Bappenas tentang dua sampai tiga proyek strategis nasional di Kalbar,” kata Midji.

Pemda, diminta untuk mengusulkan dua sampai tiga proyek strategis nasional, Pemprov Kalbar mengambil pilihan untuk pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, Duplikasi Jembatan Kapuas I dan Jembatan Kapuas III.

“Nah kenapa ini saya pilih, karena ketiga ini sangat penting bagi percepatan serta kelancaran transportasi darat di Kalbar,”tegasnya.

“Untuk Kapuas III, saya berkomitmen dan akan segera kita bebaskan lahan yang dibutuhkan,” ujar Midji.

Ia menambahkan memang proyeksi anggatan yang dibutuhkan untuk memebaskan lahan Jembatan Kapuas III tidak sedikit. Bahkan ia memperkirakan sekitar Rp200 miliar yang diperlukan untuk membebaskan lahan.

“Cukup besar memang, perkiraan saya lahan yang dibebaskan paling sedikit memerlukan anggaran Rp200 miliar. Tapi insyaallah bisa kita lakukan,” ujarnya.

Rencana realisasi pembangunan jembatan Kapuas III dilaksanakan pada tahun 2021.

Siap Perjuangkan

Sementara itu,  Anggota DPR RI, Sy Abdullah menuturkan bahwa pembangunan  Jembatan Kapuas III akan menjadi prioritas pembangunan yang akan diperjuangkan.

“Pembangunan jembatan Kapuas III juga strategis untuk dilakukan karena akan yang menghubungkan tiga daerah di antaranya Kota Pontianak, Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah. Tak ayal, Jembatan Kapuas III juga akan menjadi titik tekan perjuangan di DPR RI utamanya kami di Komisi V,» pungkasnya.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan bahwa selama ini ia juga sudah terus menyuarakan perihal progress realisasi pembangunan Jembatan Kapuas III kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Lasarus mengungkapkan, progress pembangunan Jembatan Kapuas III saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan oleh Kementerian PUPR.

“Khusus progress realisasi pembangunan Jembatan Kapuas III sesuai dengan aspirasi warga,” kata dia.

 Anggota Komisi V DPR RI, Boyman Harun mengatakan, apa yang menjadi aspirasi pemerintah daerah, terutama pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I dan jembatan Kapuas III tetap akan diperjuangkan. Menurutnya, usulan tersebut merupakan skala prioritas karena kondisi di  daerah ini memang pertambahan penduduknya sudah sangat luar biasa.

“Saya pikir usulan pembangunan Jembatan Kapuas I dan Kapuas III itu sangat layak dan pantas harus segera mungkin dibangun,” jelasnya.

Dijelaskannya, skala prioritas karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, yang mana kemacetan sudah sangat luar biasa di Kota Pontianak. Dalam waktu dekat pihaknya akan membahas hal tersebut.

“Kita berharap secepatnya yang menjadi usulan-usulan pemerintah daerah bisa dibangun,” tuturnya.

Boyman menerangkan, Komisi V secara keseluruhan sudah melakukan peninjauan semua fasilitas-fasilitas yang akan dibangun dan dibiayai oleh pemerintah pusat. Selain itu, ia menilai yang sudah dibangun progresnya juga sudah sangat membanggakan. Kemudian yang akan dibangun juga sudah sangat layak untuk segera direalisasikan.

Dirinya berharap, seluruh masyarakat mendukung pembangunan ini demi kepentingan dan kenyamanan bersama dalam rangka transportasi maupun peningkatan sosial ekonomi di Kalbar.

“Sudah seharusnya masyarakat semua mendukung program ini sehingga kepentingan bersama ini menjadikan kenyamanan kita bersama untuk memajukan Kalbar khususnya di Pontianak ini,” pungkasnya.

Hidupkan Perekonomian

Beberapa waktu lalu, tokoh Kalbar yang sukses nasional, Oesman Sapta mengatakan, Jembatan Kapuas III merupakan solusi bagi Kalbar yang semakin padat. Karenanya, ia mengharapkan semua pihak bisa memahami kebutuhan warga Kalbar akan infrastuktur.

“Ini sesuai dengan prinsip Presiden Jokowi dalam nawacita dan pembangunan infrastruktur Indonesia. Jembatan ini akan jadi solusi mengurai kemacetan di Pontianak dan menghidupkan perekonomian di Kubu Raya dan Mempawah,” ujar OSO.

Sebagaimana diketahui, jembatan ini akan dibangun sepanjang 1,4 Km dengan empat lajur. Bentuknya kurang lebih Jembatan Pak Kasih, Tayan, hanya lebih lebar dan tinggi. Secara keseluruhan tingginya 90 meter, sehingga memungkinkan kapal setinggi 35 meter lewat di bawahnya. Infrastruktur ini dirancang tahan hingga lebih dari 100 tahun. Terhubung langsung ke Jalan Lingkar Luar Pontianak, sepanjang 71 Km yang sebagian besar berada di Kubu Raya, memungkinkan perekonomian di wilayah tersebut tumbuh.Oesman Sapta menambahkan jembatan ini dapat mengurai kemacetan Pontianak karena nantinya angkutan berat tidak diperbolehkan masuk kota. Dan disekitar jembatan Kapuas III bisa dibangun kawasan gudang besar untuk bongkar muat.  

Oesman Sapta menjelaskan, proyek pembangunan Jembatan Kapuas III ini sudah diajukan beberapa waktu lalu ke pemerintah pusat, sekarang sedang dalam tahap pengulangan. Dirinya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, Pelindo dan pemerintah pusat agar pembangunannya direalisasikan segera.“Kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya ini adalah kebangkitan bagi Kalbar. Karena kalau Jawa masa lalu, Sumatera masa kini, maka Kalimantan adalah masa depan. Mari kita laporkan kepada presiden bahwa ini saatnya pembangunan untuk Kalimantan,” tegas OSO. (ant/sp/khc/hd)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda