Ponticity post authorBob 20 Juli 2020 18,663

Jenderal Kopasus Jabat Kasdam XII/Tpr

Photo of Jenderal Kopasus Jabat Kasdam XII/Tpr CEK - Waaspam Kasad, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, yang segera menjabat Kasdam XII/Tpr, saat menemui warga di lokasi TMMD ke 106 Kodim 0603/Lebak di kecamatan Cileles, Lebak.Ist

PONTIANAK, SP – Gerbong mutasi Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali bergerak. Sesuai dengan salinan lampiran Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/580/VII/2020, Tanggal 17 Juli 2020,ada 14 perwira yang dimutasi.

Mereka terdiri dari 10 TNI Angkatan Darat, tiga TNI Angkatan Laut, dan satu TNI Angkatan Udara. Dua di antaranya mereka, merupakan perwira tinggi yang berdinas dan akan berdinas di Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura.

Yang pertama adalah Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tpr, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Alfret Denny D Tuejeh. Pati Abituren Akmil 1988 ini, akan menjabat sebagai Sahli Bidang SDM dan Teknologi Kemenko Polhukam. Dengan jabatan baru ini, maka mantan Kadispenad ini akan mendapat tambahan bintang di pundaknya, menjadi dua.

Sebelumnya, Brigjen TNI Alfret Denny D Tuejeh, telah menjabat sebagai Kadam XII/Tpr sejak menggantikan Brigjen TNI Sulaiman Agusto,pada Sertijab yang dipimopin oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achmad Supriyadi, Jum’at, 3 Agustus 2018.

Sementara pengganti Brigjen TNI Alfret Denny adalah Brigjen TNI Djaka Budhi Utana. Ia adalah seorang Pati TNI AD dengan jabatan terakhir yaitu Wakil Asisiten Pengamanan (Waaspam) Kasad. Brigjen TNI Djaka Budhi Utama, merupakan lulusan Akmil Tahun 1990. Kemudian lulusan Seskoad Tahun 2001. Ia berasal dari kecabangan Infanteri, tepatnya di Komando Pasukan Khusus (Kopasus).

Karier militernya meliputi Danyonif 115/Macan Lauser (2004-2007), Danrem 012/Teuku Umar (2016-2017), Komandan Pusintelad (2017-2018), dan terakhir Waaspam Kasad sejak 2018.

Nama Brigjen TNI Djaka Budhi Utama sangat tenar saat ia dan beberapa perwira Kopasus yang pada April 1999, diadili melalui Mahmakah Militer Tinggi (Mahmilti) II Jakarta, karena terkait kasus penculikan aktivis prodemokrasi.

Saat itu, Brigjen TNI Djaka Budhi Utama masih berpangkat Kapten Inf. Ia bersama Mayor Inf Bambang Kristiono (Komandan Tim Mawar) sempat diadili. Mahmilti juga memvonis Kapten Inf Fausani Syahrial (FS) Multhazar (Wakil Komandan Tim Mawar), Kapten Inf Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Inf Yulius Selvanus dan Kapten Inf Untung Budi Harto, masing-masing 20 bulan penjara dan memecat mereka sebagai anggota TNI.

Sedangkan, enam prajurit lainnya dihukum penjara tapi tanpa dikenai pemecatan sebagai anggota TNI. Mereka itu adalah Kapten Inf Dadang Hendra Yuda, Kapten Inf Djaka Budi Utama, Kapten Inf Fauka Noor Farid masing-masing dipenjara 1 tahun 4 bulan.

Sementara Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi dikenai hukuman penjara 1 tahun.Saat ini para perwira Tim Mawar ini memiliki jabatan yang lumayan tinggi dengan pangkat letnan kolonel (Letkol).

Rata-rata mereka menjabat Komandan Kodim (Dandim). FS Multhazar misalnya, saat ini menjabat Dandim 0719/Jepara dengan pangkat Letkol. Untung Budi Harto menjabat Dandim 1504/Ambon dengan pangkat Letkol.

Sementara Dadang Hendra yang saat Mahmilti II hanya dikenai hukuman penjara tanpa dikenai pemecatan menjabat sebagai Dandim 0801/Pacitan dan Djaka Budi Utama sebagai Komandan Yonif (Dan Yon) 115/Macan Lauser.(mul/wik)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda