Ponticity post authorKiwi 23 Januari 2021 276

Dinas PUPR Pontianak Pastikan Buka Interkonektivitas Antar Saluran

Photo of Dinas PUPR Pontianak Pastikan Buka Interkonektivitas Antar Saluran Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Firayanta

PONTIANAK, SP - Persoalan genangan air dan banjir rob masih menjadi momok di Kota Pontianak. Terlebih pada saat hujan deras, genangan air kerap menggenangi ruas jalan utama di kota ini. Penanganan saluran air (drainase) menjadi salah satu hal yang mendesak untuk segera diselesaikan.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Firayanta memastikan akan melakukan penataan sistem drainase di Kota Pontianak. Firyanta menjadi salah satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama setingkat eselon dua yang dilantik Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pada Selasa (19/1) lalu.

"Kita akan membuka interkonektivitas antar saluran di Kota Pontianak, karena hingga kini ada beberapa saluran yang masih belum terhubungkan dengan baik. Sehingga terjadi sumbatan dan kendala antara saluran tersebut," ucap Firayanta, Jumat (22/1).

Ia menambahkan, dalam upaya penanganan infrastruktur Kota Pontianak tentu akan mengikuti rencana strategis wali kota yang dituangkan dalam visi misi. Diantaranya memastikan penanganan infrastruktur jalan, saluran, taman dan beberapa kegiatan multiyears yang telah dimulai harus dituntaskan.

"Beberapa pengerjaan taman juga harus kita tuntaskan, kemudian penanganan genangan kita tengah mengevaluasi master plan drainase ini juga akan dibantu pemerintah provinsi," katanya.

Untuk penanganan jalan maka akan disinkronkan antara kebijakan pusat dan provinsi. Yakni penanganan trotoar pada jalan-jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani dan Tengku Umar.

“Pengerjaan trotoar tersebut akan dituntaskan dan sekarang yang tengah giat direncanakan Wali Kota Pontianak yakni penyediaan ruang terbuka publik seperti waterfront, taman sepeda, serta Taman Sugiono yang rencananya ada pusat kuliner," tutupnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, berdasarkan perhitungan dari Bank Dunia, dibutuhkan anggaran Rp1,8 triliun untuk menuntaskan masalah genangan air dan banjir rob di Kota Pontianak. Termasuk untuk penataan drainase dan pembangunan pintu-pintu air. Keberadaan pintu air ini diperlukan untuk menata sirkulasi air.

"Membutuhkan biaya yang sangat besar untuk menuntaskan Kota Pontianak bebas dari rob, misalnya dengan membuat tanggul keliling Kota Pontianak," ucapnya.

Edi menyebut, Pemkot Pontianak melakukan pemetaan daerah yang terendam. Upaya peninggian jalan juga dilakukan, namun jika halaman rumah tidak tinggi maka akan berulang pada waktu mendatang.

"Daratan Kota Pontianak memang rendah sehingga warga diminta untuk mewaspadai terhadap pasang tinggi air laut. Terlebih jika bersamaan dengan turunnya hujan yang disertai angin," katanya.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga berupaya memperlancar agar air bisa secepatnya surut kembali, sehingga masyarakat diminta untuk lebih kreatif agar air tidak masuk ke dalam rumah.

“Pemkot juga telah melakukan peninggian beberapa ruas jalan. Tinggi beberapa ruas jalan sudah di atas permukaan air pasang tertinggi. Meskipun belum seluruh ruas jalan ditinggikan karena terkendala anggaran yang cukup besar. Jadi secara parsial kita lakukan terutama pada jalur strategis, perkantoran pemerintah, daerah perdagangan dan lainnya," tutupnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda