Ponticity post authorDody 22 Mei 2020 635

PFKPM Dukung Aturan Pemerintah untuk Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

Photo of PFKPM Dukung Aturan Pemerintah untuk Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Persatuan Forum Kominikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Pontianak. Foto : Istimewa

PONTIANAK, SP - Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) melalui Bala Komando angkat bicara untuk menanggapi keputusan Gubernur Kalbar yang telah memutuskan tetap melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 hijriah secara berjamaah di masjid atau di lapangan terbuka, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Dalam rilis yang diterima Suara Pemred, Jumat(22/05). Komandan Bala Komando Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Maudiansyah menyebutkan, akan mendukung penuh surat edaran dari Gubenur Kalbar kepada seluruh Bupati dan Wali Kota. 

"Dengan adanya Surat Edaran Gubenur Kalbar, maka Kami sangat medukung kebijakan Kepala Daerah dengan arif dan bijak serta respon yang cepat dan tanggap," ujar Yayan sapaanya.

Yayan juga meminta kepada oknum-oknum yang mencoba membuat statement di media agar jangan memprovokasi, sehingga suasana yang semula kondusif dapat menjadi ricuh.

"Saya sebagai Bala Komando dan Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) meminta kepada Kesultanan Pontianak untuk tetap melakukan koordinasi kepada pihak Forkompida secara bijak dan profesional sebagai Kesultanan Pontianak. Perlu disampaikan juga kami dari Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) akan menjadi penyeimbang untuk Pemerintah Daerah dan apabila ada segelintir oknum yang mengatas namakan lembaga maupun Ormas yang mencoba bikin ricuh dan resah, Kami dari puak Pemuda Melayu  (Bala Komando) akan siap menjadi garda terdepan dan perlu di ingat itu," ucapnya.

Ia pun mengutip, apa yang tertulis dalam Surat Al-Mai'dah ayat 2 dari kitab suci Alquran, yang berbunyi : Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari masjidil haram, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.

Yayan menegaskan,  agar ormas jangan terlalu jauh mencampuri urusan dan keputusan pemerintah. Jangan mencari kesempatan dan mencari panggung atas kesalahan komunikasi antara Gubenur Kalbar dan Wali Kota Pontianak.

"Biarkan kedua Kepala Daerah ini yang memutuskan dan Kami puak Pemuda Melayu Pontianak, mendukung penuh kebijakan Kepala Daerah dan menjadi Garda terdepan sebagai pemyimbang," ucapnya.

Yayan mengingatkan, agar pemerintah provinsi dan kota bisa arif dan bijak dalam mengambil keputusan, jangan sampai hal seperti ini membuat rancu dimata masyarakat.

"Sehingga masyarakat menjadi bingung dengan beredarnya surat keputusan yang tidak sinkron dan pemberitaan di media pun menjadi viral. Kami berharap Wali Kota dan Gubernur untuk melakukan Tabayun, dan apapun keputusan tetap kita jalani," ujarnya. (**)

Keywords
loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda