Ponticity post authorKiwi 22 September 2021

Tes CPNS Dijadwal Ulang, Jaringan Internet Telkom Jadi Penyebab

Photo of Tes CPNS Dijadwal Ulang, Jaringan Internet Telkom Jadi Penyebab

PONTIANAK, SP – Akibat gangguan jaringan internet, pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di beberapa wilayah Kalimantan Barat mengalami kendala. Seperti diketahui, pelaksanaan tes CPNS berbasis computer assisted test (CAT) yang mengandalkan jaringan internet dalam pelaksanaanya.

Terputusnya jaringan internet ini telah terjadi sejak kurang lebih empat hari lalu akibat imbas dari jaringan gangguan sistem komunikasi kabel laut milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkomsel di bawah naungan PT Telkom, di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Jasuka) letak ruas Batam - Pontianak.

Di Kabupaten Melawi, kacaunya jaringan internet menyebabkan sejumlah peserta CPNS yang sedang menjalani tes terganggu karena sistem error yang terjadi berkali-kali.

Kondisi ini disampaikan seorang tokoh muda Melawi, Kaleb Elevensi yang mendapatkan laporan langsung dari peserta yang mengikuti seleksi pada Minggu (19/9).

"Pada sesi IV yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB, ternyata molor hingga pukul 16.30 WIB baru masuk ruangan. Ternyata karena jaringan dan sistem error," katanya, kemarin.

Kaleb yang mendapat pengaduan dari peserta berinisial AS menerangkan, peserta tersebut awalnya masih bisa mengerjakan soal SKD dengan lancar. Walau ia juga sudah mendengar jika beberapa peserta mengeluh. 

"Namun setelah kurang lebih 20 menit, komputer peserta langsung error dan mati, ketika melapor kepada petugas di suruh pindah ke komputer lain, namun tetap error, sehingga sampai berpindah sampai lima kali," ungkapnya. 

Setelah itu, ketika peserta baru mulai mengerjakan soal seluruh komputer mati selama 15 menit, dan ketika komputer kembali nyala, waktu sudah banyak terbuang. Kaleb meminta panitia bertanggungjawab, mengingat hal tersebut merupakan kelalaian dan kesalahan dari panitia.

"Kondisi komputer yang mati dan jaringan yang error, tapi masih melanjutkan rangkaian tes, seharusnya mereka melaporkan ke panitia pusat dan mempertimbangkan untuk peserta diberi kesempatan lagi, karena ini bukan kesalahan peserta. Ini sangat jelas kesalahan sistem," ucapnya.

Kondisi yang sama, kata dia kembali terjadi sehari setelahnya, yakni Senin (20/9).

Sistem error akibat gangguan jaringan terjadi secara keseluruhan mulai dari pagi hari (sesi I). Sehingga peserta di hari itu diminta tes ulang pada 7 sampai Oktober mendatang.

"Berarti sistem memang sudah mulai error sejak sesi IV di hari Minggu, seharusnya panitia juga mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta lain, yang dirugikan sistem," katanya.

Kaleb berharap jangan sampai, panitia berlaku tidak adil. Setidaknya harus ada pertimbangan dan solusi untuk waktu yang banyak terbuang karena sistem error.

"Dan harapan saya, peserta yang merasa dirugikan karena kesalahan sistem, untuk melaporkan dan meminta pertanggungjawaban panitia seleksi," katanya.

Dikonfirmasi terkait gangguan tersebut, Kabid Perencanaan, Pengembangan dan Diklat Aparatur BKPSDM Melawi, Hendra Permana mengungkapkan gangguan jaringan memang sempat terjadi saat pelaksanaan seleksi CPNS. Namun ia menyebutkan gangguan jaringan internet hanya terjadi pada, Senin (20/9) sehingga membuat pelaksanaan tes ditunda.

"Terkait gangguan gagal jaringan yang terjadi pada tanggal 20 september kemarin. Dan telah kami laporkan ke panselnas pusat via surat. Saat ini menunggu putusan pusat untuk penjadwalan ulang," jelasnya.

Sementara, untuk pelaksanaan seleksi CPNS pada Minggu (19/9) khususnya sesi IV, Hendra mengatakan tidak ada gangguan pada saat itu. Sehingga pelaksanaan seleksi CPNS tetap berjalan hingga selesai.

"Pada hari Minggu (19/9) tidak ada gangguan, dan dari pihak BKN selaku pelaksana di dalam ruangan tidak ada menyampaikan kendala gangguan ke kami," ungkapnya.

Hendra mengatakan gangguan akibat tumbangnya jaringan Telkom yang terjadi di sejumlah wilayah ini baru terjadi setelah tes CPNS di sesi IV telah berakhir. Laporan dari peserta terkait gangguan juga tersebut juga tidak ada. "Untuk yang sesi Selasa (21/9) pelaksanaan tes CPNS sudah kembali lancar," katanya.

Sementara di Kabupaten Landak, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS terpaksa ditunda karena gangguan jaringan internet. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berharap kondisi ini tidak berlangsung lama agar tahapan tes SKD kembali dilaksanakan.

"Jaringan internet di Kabupaten Landak sedang mengalami gangguan, hal ini juga berpengaruh pada tes SKD. Kita berharap gangguan yang menyebabkan tertundanya pelaksanaan tes dapat segera diatasi oleh pihak penyedia layanan, karena jika terlalu lama hal ini dapat mengganggu konsentrasi peserta yang sudah disiapkan sebelumnya," ujar Karolin, Senin (20/9).

Karolin juga berharap para peserta yang seharusnya melakukan tes, namun tertunda supaya dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri lebih baik.

"Mungkin ini juga dapat dimanfaatkan untuk para peserta belajar lebih giat, karena dengan memiliki persiapan yang baik, tentu peserta akan dapat dengan mudah mengikuti seleksi ini," tambah Karolin.

Sementara itu Kepala BKPSDM Kabupaten Landak, Marsianus mengatakan jaringan yang ada saat ini untuk mengkases server masih belum stabil dan berharap gangguan ini dapat teratasi segera.

"Yang menjadi kendala ini adalah adanya gangguan jaringan yang dimiliki Telkom dan ini terjadi secara nasional. Petugas sudah mencoba hal ini, tetapi yang terjadi adalah lamanya respon server saat kita akses dari sini,” sebutnya.

“Kita khawatirkan jika dipaksa maka akan menjadi masalah besar saat peserta memilih dan menyimpan jawabannya ternyata gagal tersimpan, sedangkan waktu berjalan terus yang dapat mengakibatkan kurangnya waktu dalam mengikuti seleksi ini," ungkap Marsianus.

Marsianus juga menambahkan pelaksanaan seleksi akan tetap digelar, jika jaringan sudah teratasi dan dinyatakan stabil.

"Karena ini menyangkut orang banyak dan menghindari resiko yang terjadi sehingga pelaksanaan SKD CPNS Kabupaten Landak pada sesi 23,24,25 dan 26 yang semestinya dilaksanakan pada hari, ini kita nyatakan ditunda dulu dan pelaksanaannya akan kita jadwal ulang pada tanggal 7 sampai 9 Oktober 2021," ucapnya.

Penundaan pelaksanaan tes CPNS juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

"Dampak gangguan internet, 4 sesi tes SKD pada Senin (20/9) lalu ditunda dan dijadwalkan pada hari terakhir, yakni tanggal 29 September 2021," ucap Kepala BKDPSDM Bengkayang, Gerardus, Rabu (22/9).

Gerardus menyampaikan, pada Selasa (21/9), [ihaknya sempat melakukan pelaksanaan tes hingga malam hari setelah panitia melakukan pengalihan sinyal provider dengan menggunakan modem.

"Akibatnya pelaksanaan sampai malam karena harus menunggu penambahan modem pada peralatan registrasi peserta untuk mengurangi beban jaringan peralatan di ruangan lab BKPSDM  yang digunakan untuk tes CAT," ungkapnya.

Jumlah peserta yang melamar CPNS Bengkayang pada tahun ini sebanyak 4.800 peserta namun yang lolos administrasi sekitar 2.800 orang.

Sementara di Kabupaten Mempawah, meskipun pelaksanaan tes terkendala akibat jaringan internet, namun tidak sampai menyebabkan jadwal tes berubah. Tes tetap dilakukan namun waktu tes berlangsung hingga malam hari.

“Tes pada Senin (20/9) terpaksa sampai malam hari karena gangguan internet. Pelaksanaan tes tetap kita lakukan, tidak ada penundaan,” sebut Kepala (BKPSDM) Mempawah, Hermansyah saat dikonfirmasi Suara Pemred, Rabu (22/9).

Biasanya, dijelaskan dia pelaksanaan tes selesai pukul 17.30 WIB. Namun karena gangguan jaringan internet, tes digelar hingga malam hari. "Kita kemarin melakukan tes hingga pukul 19.00 WIB," paparnya.

Koordinasi dengan BKN

Di Kota Singkawang, pelaksanaan seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS baru akan dilakukan pada 25 September 2021. Namun kondisi internet yang mengalami gangguan telah diantisipasi oleh Kepala BKPSDM Singkawang, Zulhiar.

"Karena seluruh tes menggunakan sistem CAT yang keseluruhan bergantung pada ketersediaan jaringan internet," katanya, Rabu (22/9).

Apabila nanti pada jadwal pelaksanaan tes jaringan internet terganggu, maka pihaknya akan berkoordinasi  dengan Tim Panselnas BKN, apakah tes dijadwalkan ulang atau tidak.

“Namun saat ini, tim kami sudah berkoordinasi dengan Kandatel Telkom Singkawang untuk mohon dukungan agar bisa menjaga stabilitas jaringan internet saat pelaksanaan SKD kelak,” sebutnya.

Menurutnya, pelaksanaan tes SKD CPNS akan digelar selama tujuh hari untuk 20 sesi. "Berdasarkan rilis resmi BKPSDM Kota Singkawang, bahwa pelaksanaan tes SKD akan digelar selama tujuh hari untuk 20 sesi," ujarnya.

Adapun teknis pelaksanaannya, antaralain, sesi 1-3 dilaksanakan pada hari Sabtu 25 September 2021, sesi 4-6 pada hari Minggu 26 September 2021, sesi 7-9 pada Senin 27 September 2021 dan sesi 10-12 pada Selasa 28 September 2021.

"Kemudian, sesi 13-15 pada Rabu 29 September 2021, sesi 16-18 pada Kamis 30 September 2021 dan sesi 19-20 dilaksanakan pada Jumat 1 Oktober 2021," ungkapnya.

Untuk tempat, komputer, dan persiapan lainnya sudah pihaknya lakukan pemantauan sejak bulan Juli lalu, hingga saat ini.

"Tidak ada kendala, sedangkan penerapan Prokes (protokol kesehatan) akan kami laksanakan sesuai Peraturan Badan Kepegawaian Negara, Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara dan surat Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara dan Rekomendasi Ketua Satgas Covid-19," jelasnyanya.

Saat ini jumlah peserta yang lolos seleksi administrasi dan yang berhak mengikuti tes SKD ada sebanyak 2.362 orang. "Dengan rincian, memilih tes dilokasi mandiri SMKN 2 Singkawang sejumlah 2.316 orang dan yang memilih diluar titik lokasi sejumlah 46 orang," tuturnya.

BKN Lakukan Penjadwalan Ulang

Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara, Satya Pratama mengatakan BKN akan menjadwal ulang pelaksanaan SKD, 20—21 September 2021, di sejumlah titik lokasi akibat gangguan teknis.

"Untuk sejumlah wilayah yang terdampak, BKN akan menjadwalkan ulang pelaksanaan SKD (seleksi kompetensi dasar)," kata Satya Pratama dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (21/9).

Titik lokasi yang terdampak adalah titik lokasi Mandiri BKN Balikpapan untuk instansi Kejaksaan Agung dan instansi Kementerian Pertanian. Beberapa titik lokasi Mandiri Instansi Daerah juga terdampak oleh gangguan teknis.

"Kedua instansi tersebut (Kejaksaan Agung dan Kementerian Pertanian, red.) dapat mempublikasikan kembali jadwal ulang sesuai dengan waktu yang diberikan BKN," ucap Satya Pratama.

Sementara itu, bagi titik lokasi Mandiri Instansi Daerah, kata dia, dapat segera bersurat ke BKN agar penjadwalan ulang setelah berkoordinasi dengan kepala kantor regional BKN setempat.

Adapun gangguan teknis yang mengganggu berjalannya SKD adalah gangguan pada sistem komunikasi kabel bawah laut yang melalui Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, ruas Batam-Pontianak, Minggu (19/9) mulai pukul 17.33 WIB.

Gangguan tersebut telah dikonfirmasi dalam keterangan resmi PT Telkom Group dan berdampak pada penurunan kualitas layanan ISP PT Telkom Group di beberapa wilayah di Indonesia.

Satya mengatakan bahwa BKN telah meminta PT Telkom untuk menambah kapasitas dan mempercepat pemulihan jaringan.

"BKN mengambil langkah mitigasi berupa pemanfaatan koneksi jaringan dari provider lain sebagai alternatif pada beberapa titik lokasi SKD yang memungkinkan," ucap Satya.

Titik lokasi Mandiri Instansi diharapkan dapat siapkan provider internet lain yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika provider utama alami gangguan. Antisipasi ini sudah diimplementasikan di sejumlah titik lokasi Mandiri BKN yang tersebar di 13 kota.

"BKN juga akan terus melakukan monitoring dan koordinasi terkait dengan perkembangan pemulihan jaringan oleh PT Telkom Group," kata Satya. (eko/ben/nar/rud/ant)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda