Ponticity post authorKiwi 23 Januari 2021 2,793

Penyerahan Terakhir Korban Pesawat Sriwijaya SJ-182

Photo of Penyerahan Terakhir Korban Pesawat Sriwijaya SJ-182

PONTIANAK, SP – Minggu (24/1) pagi ini, rencananya akan dilakukan penyerahan enam jenazah korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Boing 737-500 PK-CLC kepada pihak keluarga. Diantaranya dua jenazah yang terayar teridentifikasi, yaitu Yumna Fanisyatuzahra (3) dan Muhammad Nur Kholifatul Amin (46).

Yumna selama ini identik dengan jaket pink bergambar minnie mouse seperti terekam dalam video terakhir yang diunggah Ratih Windania (26), ibu Yumna di Instastory Instagram, saat-saat terakhir mereka di Bandara Soekarno Hatta, sebelum berangkat ke Pontianak menggunakan pesawat Sriwijaya SJ-182.

Yumna menjadi sosok yang paling ditunggu jenazahnya oleh pihak keluarga. Sebab, jenazah ibu kandung, sepupu, serta kakek dan neneknya sudah lebih dulu teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Iya sudah teridentifikasi lagi keluarga kami,” kata Iwan Kurniawan, paman dari Yumna via WhatsApp (WA) ketika dikonfirmasi Suarapemred, Sabtu (23/1).

Iwan mengatakan, rencananya pemulangan jenazah anak beserta empat keluarga lainnya dari Jakarta diberangkatkan menuju Bandara Supadio Pontianak menggunakan pesawat Sriwijaya SJ-184, Minggu (24/1) pukul 05.00 WIB.

Lazimnya penyerahan jenazah korban pesawat SJ-182 dilakukan Kepala Basarnas Kalbar Yopi Haryadi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar. Selanjutnya Pemprov menyerahkan kepada pihak keluarga korban pesawat SJ-182.

Dikatakan Iwan, jenazah Yumna Fanisyatuzahra, Ratih Windania, Toni Ismail, Rahmawati, dan Athar Rizki Riawan akan dibawa ke rumah duka di Kompleks Sepakat Damai Blok C5, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Pontianak. Selanjutnya akan disalatkan di Masjid Al-Hikmah, tidak jauh dari rumah duka sekitar pukul 09.00 WIB. “Dimakamkan di Pemakaman Babusalam Gang Alhikmah, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo,” terang ayah dari Athar Rizki Riawan ini.

Sebelumnya, Iwan kepada Suarapemred menerangkan, ada lima orang anggota keluarganya yang ikut dalam penerbangan pesawat Sriwijaya SJ-182, yakni Toni bin Ismail, Rahmawati binti H Sahrani Baiduri, Ratih Windania binti Toni, Yumna Fanisyatuzahra binti Apriansyah, dan Athar Rizky Riawan bin Iwan Kurniawan.

Kata Iwan, Athar Rizky Riawan merupakan anak kandungnya. Sedangkan Toni Ismail merupakan paman dari Iwan, dan Rahmawati istri dari Toni Ismail yang juga merupakan nenek Athar. "Kami memang berharap semua ditemukan, sehingga dimakamkan sekaligus di Pontianak. Terima kasih kepada para tim penyelamat yang telah susah payah membantu mencari mereka, " kata Iwan. Menurut Iwan, Athar—anak bungsunya—adalah anak yang soleh dan suka bergaul. Ia sering salat di surau dan rajin menghidupkan lampu."Yang sangat menyedihkan, dia serng menasehati saya agar salat lima waktu dan usahakan untuk salat di masjid sebelum azan dikumandangkan. Heran, umurnya 8 tahun tapi fikirannya seperti orang dewasa, karena sering menasehati kami, kakaknya, saya dan mamahnya. Seperti apa yang dia sampaikan semua itu semacam pesan untuk kami yang kini ditinggalkannya," papar Iwan dengan nada sedih.

Seperti diketahui, Tim DVI Polri pada Jumat (22/1), berhasil mengidentifikasi dua korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. Dengan demikian, total yang sudah teridentifikasi adalah 49 orang.

"Tim rekonsiliasi berhasil mengidentifikasi kembali dua jenazah melalui identifikasi DNA," kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Asep Hendradiana.

Dua jenazah yang berhasil diidentifikasi yakni Yumna Fanisyatuzahra (3) dan Muhammad Nur Kholifatul Amin (46). Kemudian, hingga Jumat (22/1), sebanyak 40 jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Jenazah Yumna Fanisyatuzahra adalah anak dari korban lainnya, yaitu Ratih Windania (26), teridentifikasi pada 20 Januari 2021. Keduanya, bersama tiga anggota keluarga lainnya, yaitu Toni Ismail (59) sang ayah dari Ratih dan Rahmawati (59) ibu dari Ratih, teridentifikasi 15 Januari 2021. Sementara keponakan Ratih, Athar Rizki Riawan (8), teridentifikasi pada 18 Januari 2021.

Sedangkan Muhammad Nur Kholifatul Amin, warga Kabupaten Mempawah, adalah suami Agus Minarni, yang telah dimakamkan oleh keluarga pada 16 Januari 2021 di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

Muhammad Nur Kholifatul bersama istrinya, Agus Minarni, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Mempawah yang masuk dalam daftar manifest pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di peraian Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Muhammad Nur Kholifatul Amin di kursi Nomor 60, merupakan tenaga pengajar Sekolah SKB Mempawah, dan Ustadz di Ponpes Sengkubang Mempawah. Sedangkan istrinya duduk di kursi nomor 61. Agus Minarni yang merupakan  pengajar di SMAN 1 Mempawah Hilir.

Jenazah Kholifatul Amin rencananya akan dipulangkan ke Mempawah

pada Minggu, 24 Januari, dengan pesawat Sriwijaya Air SJ-184, dengan jadwal keberangkatan 06.30 WIB dari Jakarta.

Komandan Tim (Katim) DVI RS Polri, Kombes Hery Wijatmoko menuturkan hingga saat ini sudah lebih dari 50 persen penumpang SJ-182 telah teridentifikasi. Hery kembali menegaskan, pihaknya akan terus melakukan proses identifikasi hingga seluruh korban berhasil teridentifikasi.

"Alhamdulillah, Tim DVI Polri sudah 49 jenazah yang sudah teridentifikasi. Artinya 79 persen dari total on board, itu sudah bisa teridentifikasi," tutur Kombes Pol Hery.

Sebelumnya, Basarnas menyatakan pihaknya memutuskan untuk menyudahi operasi pencarian Sriwijaya Air SJ 182 per Kamis (21/1). Kepala Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito mengatakan, keputusan itu berdasarkan hasil pertimbangan teknis hasil temuan korban, efektivitas dan unsur lainnya di lapangan.

Identifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182 melalui pencocokan data DNA oleh Tim DVI menemui kendala. Dengan berlalunya waktu tidak semua (bagian tubuh jenazah) bisa diperiksa.

"Kenapa? Karena DNA terurai, salah satunya karena pembusukan," kata Katim Rekonsiliasi Tim DVI, Kombes Pol Agung Widjajanto.

Di katakan Kombes Pol Agung, semakin lama waktu evakuasi jenazah setelah kematian, maka kondisinya makin sulit untuk dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel DNA. Sebab, lanjut dia bagian tubuh yang akan diidentifikasi sudah terkontaminasi bakteri dan tidak menutup kemungkinan mulai membusuk.

"Dengan proses yang lama, misalnya jaringan kulit akan mengalami pembusukan sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan DNA," ujarnya.

Kombes Pol Agung menuturkan, cara terakhir untuk mengidentifikasi jenazah korban yakni dengan pencocokan sidik jari jenazah yang bisa diambil dari berbagai bagian tubuh jenazah lewat uji laboratorium. Termasuk, kata dia, tulang dan jaringan otot, proses pengembalian sampel DNA dari jenazah ini bergantung pada bagian tubuh jenazah yang berhasil dievakuasi Tim SAR.

"Tim DNA sudah memilah mana yang bisa diperiksa dan mana yang tidak. Sebagai contoh bila ditemukan rambut tidak bisa diperiksa, maka tidak akan diambil sampel. Namun sejauh ini hampir semua body part memenuhi syarat diambil sampel," tuturnya.

Masih 13 Korban

Hingga hari ke-14 peristiwa jatuhnya pesawat komersil Sriwijaya Air kode penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak, tercatat sudah 49 korban teridentifikasi oleh Tim DVI Rumah Sakit (RS) Polri.

Artinya, dari total 62 penumpang dan kru pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang tercatat dalam daftar manifest, kini tim DVI Polri masih melakukan identifikasi terhadap 13 korban lainnya. Jumat (22/1) malam, jumlah 49 korban teridentifikasi didapat setelah Tim DVI berhasil mengidentifikasi dua korban lagi.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Pol Asep Hendradiana, mengatakan, kedua korban itu berhasil diidentifikasi dengan menggunakan pencocokan data DNA.

"Tim rekonsiliasi telah berhasil mengidentifikasi kembali sejumlah dua jenazah melalui identifikasi DNA. Pertama, Yumna Fanisyatuzahra, perempuan (usia) tiga tahun. Kedua, Muhammad Kholifatul Amin, laki-laki (usia) 46 tahun," kata Brigjen Pol Asep saat menggelar konferensi pers terkait update identifikasi korban SJ182, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri, dr Niken Budi Setiawati menjelaskan, bahwa kedua korban itu teridentifikasi berdasarkan pencocokan data keluarga ayah dan anak kandung masing-masing korban.

"Atas nama Yumna Fanisyatuzahra, perempuan, dengan pembanding ayah kandung. Atas nama Muhammad Nur Kholifatul Amin, dengan pembanding anak kandung," jelas Niken.

Korban Teridentifikasi

Seperti diketahui sebelumnya, pesawat rute Jakarta-Pontianak, Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Daftar korban Sriwijaya Air SJ-182 yang telah teridentifikasi: Okky Bisma (30), pramugara Sriwijaya Air, teridentifikasi 11 Januari 2021. Fadly Satrianto (38), co-pilot NAM, teridentifikasi 12 Januari 2021. Khasanah (50) teridentifikasi 12 Januari 2021. Asy Habul Yamin (36) teridentifikasi 12 Januari 2021.Indah Halimah Putri (26) teridentifikasi 13 Januari 2021. Agus Minarni 47 (Mempawah) teridentifikasi 13 Januari 2021.

Sedangkan Ricko Mahulette (32) teridentifikasi 14 Januari 2021. Ihsan Adhlan Hakim (33) teridentifikasi 14 Januari 2021. Supianto (37) teridentifikasi 14 Januari 2021. Pipit Supiyono (23) teridentifikasi 14 Januari 2021. Mia Tresetyani (23), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 14 Januari 2021. Yohanes Suherdi (37) teridentifikasi 14 Januari 2021.

Selanjutnya, Toni Ismail (59) teridentifikasi 15 Januari 2021. Dinda Amelia (15) teridentifikasi 15 Januari 2021. Isti Yudha Prastika (34) teridentifikasi 15 Januari 2021. Putri Wahyuni (25), teridentifikasi 15 Januari 2021. Rahmawati (59), teridentifikasi 15 Januari 2021.

Kemudian, Arneta Fauziah teridentifikasi 16 Januari 2021. Arifin Ilyas (26) teridentifikasi 16 Januari 2021. Makrufatul Yeti Srianingsih (30) teridentifikasi 16 Januari 2021. Beben Sopian (58) teridentifikasi 16 Januari 2021. Nelly (49) teridentifikasi 16 Januari 2021. Rizky Wahyudi teridentifikasi 16 Januari 2021. Rosi Wahyuni teridentifikasi 16 Januari 2021.

Selanjutnya, Fao Nuntius Zai, bayi berumur 11 bulan, teridentifikasi 17 Januari 2021. Yuni Dwi Saputri (34), pramugari Sriwijaya Air, teridentifikasi 17 Januari 2021. Iuskandar (52), teridentifikasi 17 Januari 2021. Oke Dhurrotul Jannah (24), pramugari NAM Air, teridentifikasi 17 Januari 2021. Satu korban tidak disebutkan namanya, teridentifikasi 17 Januari 2021.

Kemudian, Athar Rizki Riawan (8) teridentifikasi pada 18 Januari 2021. Didik Gunardi (49) teridentifikasi pada 18 Januari 2021. 32 Gita Lestari (36) teridentifikasi pada 18 Januari 2021. Fathima Ashalina (2) teridentifikasi pada 18 Januari 2021. Rahmania Ekananda (39).

Selanjutnya, Kolisun (37) teridentifikasi 19 Januari 2021. Grislend Gloria (28), pramugari, teridentifikasi 19 Januari 2021. Faisal Rahman (30) teridentifikasi 19 Januari 2021. Andi Syifa Kamila (26) teridentifikasi 19 Januari 2021. Sinta (23) teridentifikasi 19 Januari 2021. Mulyadi (39) teridentifikasi 19 Januari 2021.

Sedangkan Ratih Windania (26), teridentifikasi pada 20 Januari 2021. Yulian Andhika teridentifikasi pada 20 Januari 2021. Teofilius Ura teridentifikasi pada 20 Januari 2021.

Selanjutnya, Sevia Daru (24) teridentifikasi 21 Januari 2021. Angga Fernanda Afrion (27) teridentifikasi 21 Januari 2021. Rion Yogatama (29) teridentifikasi 21 Januari 2021. Rusni (44) teridentifikasi 21 Januari 2021.

Kemudian, Yumna Fanisyatuzahra (3) dan Muhammad Nur Kholifatul Amin (46) teridentifikasi 22 Januari 2021.(mul/ yun/cnn/dok/)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda