Ponticity post authorKiwi 24 Juni 2021

Ingin Masuk Wilayah Kalbar, Penumpang Kapal Laut Wajib Swab PCR

Photo of Ingin Masuk Wilayah Kalbar, Penumpang Kapal Laut Wajib Swab PCR Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Pemerintah Provinsi Kalbar mempertegas kembali aturan bagi penumpang jasa transportasi laut yang ingin masuk ke wilayah Kalbar. Setiap penumpang kapal laut diwajibkan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus Corona dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau Swab PCR test.

Pemberlakuan tersebut tercantum dalam surat yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Kalbar, Dinas Perhubungan Nomor: 553/280/DISHUB-C perihal Penegasan Kembali Persyaratan Penumpang Kapal Laut Tujuan Kalbar pada Rabu (23/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengatakan, sampel swab PCR harus diambil dalam kurun waktu paling lama 3x24 jam sejak tanggal pemeriksaan sebelum keberangkatan.

“Penumpang kapal laut harus membawa surat keterangan hasil pemeriksaan swabs PCR negatif untuk masuk ke wilayah Kalbar. Surat harus ditunjukkan kepada petugas pada tiba di pelabuhan. Kalau tidak ada surat PCR negatif, jangan ke Kalbar," kata Harisson kepada wartawan, Rabu (23/6).

Harisson menjelaskan, alasan pemberlakuan tersebut dengan memperhatikan perkembangan Covid-19 di Kalbar yang meningkat cukup signifikan serta adanya varian Delta di beberapa provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jakarta.

"Kami minta bantuan dan kerja sama semua operator dan perusahaan pelayaran serta operator pelabuhan untuk menyosialisasikan dan menerapkan ketentuan ini kepada seluruh penumpang dengan tujuan Kalbar," jelasnya.

Harisson melanjutkan, persyaratan perjalanan bagi penumpang kapal laut ini juga diberlakukan bagi para sopir yang membawa kendaraan menggunakan jasa kapal roll on-roll off (roro).

"Bagi perusahaan dan operator pelayaran yang tidak bisa memenuhi ketentuan, tidak diperkenankan untuk berlabuh atau menyinggahi pelabuhan Kalbar," tutup Harisson.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Ignasius mengatakan bahwa aturan masih mengacu pada aturan lama, yakni penumpang kapal laut yang ingin masuk ke wilayah Kalbar wajib menunjukan keterangan negatif Swab PCR atau negatif Rapid Antigen.

“Bukan aturan baru, sejak terbit Pergub 110 Tahun 2020 sudah ada regulasi untuk PCR dan atau Antigen,” kata Ignasius seperti dikutip dari Warta Pontianak, Rabu (23/6).

Dirinya menambahkan, jika penumpang kapal laut menunjukan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan Swab PCR, maka penumpang tersebut tidak dilakukan pemeriksaan lagi di pelabuhan kedatangan.

“Kalau PCR tidak akan dicek lagi kalau masuk Kalbar, sedangkan kalau menggunakan Antigen sewaktu-waktu akan di Swab PCR pada saat kedatangan,” ungkapnya.

Kadishub Kalbar ini menuturkan, saat ini aturan syarat perjalanan masih terpacu pada aturan Satgas Covid-19 Nasional dan Satgas Provinsi.

Untuk penumpang pesawat yang masuk ke Kalbar, syarat terbang wajib menunjukan hasil negatif pemeriksaan Swab PCR. 

Aturan Penumpang Pesawat  Diperpanjang

Sebelumnya pemberlakuan wajib swab PCR untuk penumpang moda transportasi udara yang ingin masuk ke Kalbar di Bandara Internasional Supadio Pontianak juga diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson menjelaskan, perpanjangan pembelakukan syarat swab tes PCR di Bandara Supadio Pontianak berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 75 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peratuan Gubernur Nomor 110 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

“Perpanjangan ini berlaku mulai 24 Mei 2021 sampai waktu yang belum ditentukan atau sampai nanti ada ketentuan lebih lanjut,” kata Harisson kepada wartawan, Selasa (25/5).

Dalam pergub tersebut, setiap penumpang dari luar Kalbar yang datang dengan menggunakan pesawat, wajib melampirkan surat negatif Covid-19 dari hasil tes swab PCR, yang kemudian divalidasi dengan E-HAC dan barcode yang bisa dipindai.

Harisson menambahkan, bagi penumpang pesawat yang terbang antar kabupaten di Kalbar, seperti Pontianak-Ketapang dan Pontianak-Putusibau, wajib melampirkan hasil swab antigen negatif yang juga divalidasi dengan E-HAC, dan barkode yang bisa dipindai.

“Masa berlaku surat keterangan pemeriksaan swab PCR diatur tiga kali 24 jam,” tegas Harisson.  

Selain itu, bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara antar wilayah di Kalbar wajib menunjukkan hasil negatif berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen.

“Misalnya dari Putussibau ke Supadio, dari Ketapang ke Pontianak. Penerbangan dengan pesawat udara itu harus menggunakan rapid test antigen,” kata Harisson. (ien/wp/pas)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda