Ponticity post authorKiwi 23 Juni 2021

Serbuan Vaksinasi Hadapi Varian Baru, Pemprov Target 1.000 Orang Per Hari

Photo of Serbuan Vaksinasi Hadapi Varian Baru, Pemprov Target 1.000 Orang Per Hari
1 Juta Warga Disuntik

TNI-Polri akan melaksanakan serbuan vaksinasi dengan target satu juta vaksinasi mulai 26 Juni mendatang. Pelaksanaannya dibagi menjadi 40 persen dilaksanakan oleh TNI-Polri, sedangkan 60 persen sisanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lewat pemerintah daerah.

"Program vaksinasi nasional yang rencananya sampai Juni ini targetnya adalah 700 ribu per hari untuk masyarakat," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Selasa (22/6).

Panglima TNI menyatakan, TNI-Polri akan melakukan serbuan vaksinasi mulai 26 Juni ini dengan target satu juta vaksin per hari. Itu dilakukan dengan pembagian 40 persen dilaksanakan oleh TNI dan Polri serta 60 persen dilaksanakan oleh Kemenkes, dalam hal ini adalah pemerintah daerah.

“Terkait dengan implementasi PPKM mikro, kita ketahui bersama, lonjakan kasus Covid-19 di lima provinsi terlihat naik. Kami laporkan, pelaksanaan di lapangan PPKM mikro sangat efektif untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan mengerahkan empat pilar, yakni pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri,” kata dia.

Hadi menyampaikan, implementasi PPKM mikro paling efektif dilaksanakan di tingkat desa yang berbasis RT-RW. Sebab itu, kata dia, peran dari ketua RT-RW, bidan desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sangatlah penting.

Dia berharap pelaksanaan PPKM mikro akan dapat memberikan pemahaman kepada satuan tingkat yang paling bawah.

“Pelaksanaan PPKM mikro supaya memberikan pemahaman kepada kepala desa, RT RW, Bidan desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas mengenai apa yang harus dilakukan dengan pelaksanaan PPKM mikro tersebut. Lurah bertugas menyiapkan data warganya yang terpapar kemudian menyiapkan tempat isolasi mandiri,” ungkap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, koordinasi dengan kecamatan untuk mengklasifikasi mana harus isolasi mandiri atau isolasi terpusat dan harus dirujuk ke rumah sakit juga harus dilakukan.

Babinsa dan Babinkamtibmas bertugas untuk membantu bidan desa untuk melaksanakan tracing dan juga membantu kepala desa untuk mengawasi pelaksanaan isolasi mandiri terpusat.

Semua itu, Hadi katakan, saat menggelar video conference (vicon) yang dipimpin langsung olehnya dengan membahas berbagai hal yang menyangkut rencana penyelenggaraan PPKM mikro.

Dia juga membahas mengenai kegiatan vaksinasi nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pelaksanaan program vaksinasi massal Covid-19 telah mencapai target sebesar 700 ribu per hari sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menkes menyebut, pemerintah telah melakukan vaksinasi hingga 716 ribu per harinya.

"Bapak Presiden minggu yang lalu meminta agar kita bisa bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mencapai angka 700 ribu (vaksinasi) pada bulan ini. Kami sampaikan bahwa angka 716 ribu sudah tercapai Kamis kemarin," ujar Budi saat menyampaikan keterangan pers, Senin (21/6).

Selanjutnya, dia optimistis target pelaksanaan vaksinasi sebanyak satu juta per harinya dapat tercapai pada Juli nanti. Budi yakin, dengan koordinasi dan kerja sama yang baik antara Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, target tersebut akan mampu dicapai.

"Alhamdulillah, kami bekerja sama terus, berkomunikasi dengan Bapak Panglima dan Bapak Kapolri. Insya Allah, kita percaya dan yakin bahwa angka 1 juta vaksin per hari kita bisa capai pada awal bulan depan sesuai dengan arahan Bapak Presiden," ucapnya

Vaksinasi Covid-19 massal di Kalimantan Barat (Kalbar) memasuki hari kedua. Target vaksinasi selama tiga hari ini yaitu 3.000 orang.

"Kami menargetkan 3.000 masyarakat yang divaksin dalam kegiatan serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan keroyokan bersama TNI dan Polri," ujar Kadinkes Kalbar, Harisson.

Dia mengatakan, serbuan vaksin digelar di GOR Pangsuma, Pontianak dan Stadion Sultan Abdul Syarif (SSA) Pontianak. Vaksinasi sudah dimulai sejak Kamis 17 Juni 2021 dan akan berakhir pada Sabtu 19 Juni 2021.

Kemudian pada Minggu hingga Selasa, akan dilanjutkan di Gaia Mall di Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, dari 3.000 masyarakat tersebut, ditargetkan ada 500 orang masyarakat yang berumur di atas 40 tahun. Sedangkan 2.500 orang lainnya adalah masyarakat dengan umur 18 tahun ke atas.

Kemudian untuk vaksinasi masyarakat 18 tahun ke atas akan dimaksimalkan pelaksanaannya pada hari Minggu nanti.

"Untuk 500 orang masyarakat dengan umur 40 tahun ke atas ini sudah tercapai, sehingga sampai Sabtu besok akan ada 1.500 masyarakat dengan umur 40 tahun ke atas yang sudah divaksin," tuturnya.

Dia mengatakan, agar tidak rerjadi kerumunan saat proses vaksinasi, masyarakat harus mendaftar secara online sesuai dengan aplikasi yang sudah disiapkan. 

"Jadi masyarakat akan tahu jam berapa dia datang dan akan divaksin, sehingga tidak akan ada penumpukan," katanya.

Vaksinasi Covid-19 secara massal di tiga tempat berbeda di Kota Pontianak sudah menjangkau 2.128 orang.

Masyarakat dinilai antusias mengikuti program vaksinasi massal yang digelar Pemprov Kalbar bersama Kodam XII Tanjungpura dan Polda Kalbar. Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, target awal vaksinasi 500 orang per hari, tapi yang datang ke lokasi mencapai 800 orang.

“Masyarakatnya antusias. Target kita per hari 500 tapi yang datang 800, tenaga medisnya yang tidak siap,” kata Sutarmidji.

Maka dari itu, lanjut Sutarmidji, Satgas Penanganan Covid-19 akan menambah target vaksinasi hingga 15.000 orang per hari.

“Saat ini, vaksinasi baru gencar di Kota Pontianak. Tapi di kabupaten dan kota lain juga sudah jalan, TNI dan kepolisian sudah rapat bersama pemerintah daerah, masing-masing daerah ditarget 1.000 orang per hari,” terang Sutarmidji.

Selain itu, ungkap Sutarmidji, untuk mencapai target baru vaksinasi tersebut, pihaknya memungkinkan menggunakan metode pintu ke pintu. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email

“Vaksinasi massal inikan digelar hingga tanggal 1 Juli 2021. Nanti kita evaluasi, jika memungkinkan vaksinasi dari pintu ke pintu kita lakukan,” ungkap Sutarmidji.

Sebagaimana diketahui, untuk menekan penyebaran Covid-19, Satgas Covid-19 Kalbar meluncurkan program vaksinasi yang menyasar masyarakat umum berusia di atas 18 tahun.

Vaksin ini diberikan secara gratis, tanpa pungutan biaya. Masyarakat yang telah divaksin juga akan menerima sertifikat tanda telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Vaksinasi massal sedang digelar, berkat kerja sama Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura dalam rangka memperingati HUT ke-75 Bhayangkara dan menyukseskan percepatan vaksinasi nasional," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombespol Donny Charles Go.

Dia menjelaskan, vaksinasi tersebut diselenggarakan di tiga tempat yang berbeda di Pontianak, yakni Gaia Mal Pontianak yang dilaksanakan selama tiga hari pada 20-22 Juni.

Kemudian di Hanggar Heli Polda Kalbar dilaksanakan selama lima hari pada 21-25 Juni dan Lapangan Basket PSP Pontianak dilaksanakan selama empat hari pada 21 sampai 24 Juni 2021.

Vaksinasi gabungan dari Polri, TNI dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar didukung tujuh dokter dan tenaga medis lainnya. "Sasarannya adalah pelayan publik, lansia hingga masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas," ujarnya.

Selain itu, yang paling penting peserta vaksinasi harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, pihaknya mulai memfokuskan sasaran vaksinasi Covid-19 kepada kaum milenial di provinsi itu.

"Sebelumnya kita sudah fokuskan vaksinasi untuk lansia, namun capaiannya masih belum terpenuhi. Daripada kita tunggu lansia maka sekarang kita bebas untuk anak-anak milenial atau yang berusia 18 tahun ke atas, yang memenuhi syarat silakan divaksin di Kalbar," katanya.

Dia menjelaskan, untuk vaksinasi tersebut saat ini tidak ada lagi batasan umur atau profesi. Melalui kegiatan vaksinasi massal tersebut, pihaknya menargetkan vaksinasi untuk sebanyak-banyaknya masyarakat.

Untuk mengoptimalkan kegiatan dunia usaha di Kalbar, Sutarmidji meminta semua karyawan hotel, mal, pelayan toko dan pelayan warung kopi divaksin karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat.(din/eko/rif/jul/ben/pas/lip)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda