Ponticity post authorKiwi 23 September 2020 1,842

Mengungkap Obat Mujarab Covid-19, Keluarga Pejabat Cepat Sembuh

Photo of Mengungkap Obat Mujarab Covid-19, Keluarga Pejabat Cepat Sembuh

PONTIANAK, SP - Usai menjalani isolasi mandiri di kediaman pribadinya, Yanieta Arbiastuti Kamtono, istri Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dinyatakan sudah negatif pada Rabu (23/9). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh sang suami, Edi Kamtono, usai membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota.

Menurut Edi, kondisi istrinya, Yanieta Arbiastutie, saat ini sudah dinyatakan negatif dari Covid-19. Kabar tersebut berdasarkan hasil swab yang dilakukan pada Minggu (20/9) malam terhadap istri termasuk dirinya sekeluarga.

“Alhamdulillah hasil swab PCR istri saya negatif. Dalam dua hari ke depan akan diswab ulang,” ujarnya.

Sebelumnya, Yanieta Arbiastutie Kamtono atau akrab dipanggil Yennie Kamtono, terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu sebagaimana pemeriksaan uji swab yang dilakukan pada Kamis (17/9) dan hasilnya keluar pada Sabtu (19/9) malam. Yanieta dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala.

Saat ini, lanjutnya, Yanieta dalam kondisi sehat dan masih menjalani isolasi mandiri di rumah pribadi. Selama isolasi mandiri, Ketua TP-PKK dan Dekranasda Kota Pontianak rutin setiap pagi melakukan olahraga treadmill di rumah. Selain itu, ibu dari tiga anak ini juga beres-beres rumah.

“Jadi selama isolasi mandiri, istri saya mengisi aktivitasnya dengan berolahraga dan beres-beres rumah karena sudah cukup lama juga ditinggalkan kosong,” tutur Edi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Tak kalah pentingnya, menjaga imunitas tubuh dan rutin berolahraga. Diakuinya, dirinya berusaha menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga. Apalagi aktivitas kesehariannya cukup padat dan sering bertemu dengan masyarakat.

“Oleh sebab itu pentingnya menjaga imunitas tubuh, cukup istirahat, makanan bergizi dan olahraga,” pesannya.

Edi menilai munculnya kluster di kalangan keluarga memang tidak bisa dihindari. Sebab mungkin saja anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah, ketika kembali ke rumah membawa virus. Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya mencegah terbawanya virus ke rumah. Salah satunya langsung mandi dan ganti pakain ketika tiba di rumah sepulang dari beraktivitas di luar.

“Ketika keluar rumah, jangan lupa mengenakan masker dan bekal hand sanitizer,” paparnya.

Selain mengumumkan bahwa sang istri sehat dan sudah dinyatakan negatif, Edi menyebut akan memberlakukan pembatasan aktivitas malam hari. Hal ini merupakan rekomendasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pontianak, yang berencana melakukan pembatasan aktivitas malam hari di Kota Pontianak selama 14 hari.

Edi menyebut untuk pembatasan tersebut masih menunggu keputusan Tim Gugus Tugas Covid-19 kapan mulai diberlakukannya. 

"Belum diputuskan kapan dimulainya sebab hal ini tengah dibahas Tim Gugus Tugas," lanjutnya.

Ia menambahkan, dalam melakukan pembatasan aktivitas pada malam hari diantaranya terkait jam operasional warung kopi, mal atau pusat perbelanjaan, taman-taman dan sebagainya nantinya harus tutup pukul 21.00 WIB.

Selama 14 hari itu, aktivitas perkantoran juga dibatasi dengan menerapkan Work From Home (WFH). Demikian pula pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak akan dilakukan pembatasan. 

"Pembatasan ini akan dilakukan dalam kurun waktu 14 hari, setelah itu kita akan evaluasi kembali," ucapnya.

Pihaknya juga akan melakukan razia masker secara sporadis. Dari hasil monitoring di lapangan terhadap 360 warung kopi (warkop), 172 diantaranya dinilai cukup dalam penerapan protokol kesehatan.

19 warkop dinilai baik dan masih terdapat 16 warkop yang dinilai masih kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Edi menyebut, tidak sedikit pelaku usaha warkop yang dikenakan sanksi denda akibat tidak mematuhi protokol kesehatan. 

"Kita tidak menginginkan banyaknya pelaku usaha yang didenda kalau masyarakatnya disiplin dan pelaku usaha mentaati protokol kesehatan," katanya.

Sejumlah warga masyarakat di sejumlah Kota dan Kabupaten kepada Suara Pemred berharap pemerintah tidak melaksanakan aturan dan pratokol Covid-19 secara berlebihan. Warga berharap para pemimpin daerah yang pernah terpapar virus Corona dapat menjelaskan kepada masyarakat secara terbuka, kenapa dan bagaimana caranya mereka bisa sembuh.

Sehingga bisa menenangankan perasaan masyarakat yang sangat resah. Khusus kepala daerah dan keluarganya, jika dinyatakan positif bisa negatif, pasti jadi heboh beritanya.

“Apalagi  istri Wali Kota Pontianak, Ibu Yennie, dalam hitungan tidak sampai satu minggu sudah sembuh. Ini yang harus diungkap, apa obat mujarabnya, jangan disimpan karena  masyarakat membutuhkan obat yang bisa menyembuhkan Covid -19, bukan dengan tutup atau pembatasan sana-sini,” kata H. Pahlawan Manaf, warga Kebangkitan Nasional Pontianak Utara kepada Suara Pemred.

Pengalaman Bupati Panji

Virus Covid-19 memang tak memandang kasta dan jabatan. Semua orang bisa terserang virus yang hingga kini belum ada obatnya. Termasuk Bupati Melawi, Panji yang sempat terkonfirmasi positif awal Juni lalu. 

Penyebaran virus Covid-19 menyebar hingga ke anggota keluarga Bupati Panji dan juga staf. Namun, seluruhnya bisa kembali sembuh seperti sedia kala.

Bebagai aktivitas pun dijalani Panji saat menjalani karantina mandiri di rumah dinasnya. Mulai dari berolahraga rutin bersama anak dan istri hingga memimpin rapat secara virtual. 

Panji mengisahkan, Ia bahkan sempat menjadi tukang cukur bagi putra bungsunya, Wafi saat isolasi mandiri. Dalam kesempatan ini, ia sempat mengenang saat SMP tinggal di asrama Setya Budi sering mencukur rambut temannya. 

Panji juga mengungkapkan dirinya intens berolahraga. Apalagi memang ia termasuk kategori OTG sehingga masih tetap aktif menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

"Memimpin rapat saat itu masih dilakukan,tentunya secara virtual. Hanya koordinasi langsung dan rapat kecil itu dilaksanakan wakil bupati dan sekda serta kepala OPD. Sehingga tidak ada pelayanan masyarakat yang terhambat, " katanya. 

Sementara sang istri, Nurbetty Eka Mulyastri Panji yang juga sempat dinyatakan terkonfirmasi positif    menuturkan berbagai aktivitas dijalani selama masa karantina. Salah satunya dengan mengkonsumsi berbagai makanan dan vitamin hingga madu agar bisa cepat sembuh dan mempertahankan imun tubuh.

"Kami diberikan resep oleh pak Gubernur yang disampaikan langsung ke pak bupati. Yakni selain obat juga konsumsi madu satu sendok campur dalam teh panas tiga kali sehari, pepaya, pisang, alpukat serta putih telur rebus," katanya.

Aktivitas hari-hari yang dijalani Astri Panji diantaranya berolahraga rutin, mengkonsumsi vitamin C dan obat serta beristirahat cukup. Selain itu, ibadah juga dijalani setiap hari dan juga mengisi waktu dengan membaca buku. 

Kasus positif Covid-19 yang menimpa Panji dan keluarga, kata Astri ternyata juga membawa hikmah yang selama ini jarang didapatkan. Seperti kebersamaan bersama keluarga yang semakin intens. Bisa berolahraga bersama.

"Bahkan Wafi (anak bungsu Panji) sekarang bisa main bulutangkis bersama bapaknya. Malam juga dibacakan dongeng oleh bapak," katanya.

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda