Ponticity post authorBob 23 September 2020 127

Satu Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Meninggal Dunia

Photo of Satu Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Meninggal Dunia Satu Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Meninggal Dunia

PONTIANAK, SP - KEPALA Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kadinkes) Kalbar, Harisson mengumumkan seorang pasien Positif Covid-19 meninggal dunia, pada Rabu (23/9) sekitar pukul 01.30 WIB di RSUD Dr. Soedarso Pontianak, yakni salah seorang pejabat struktural di RSUD Dr. Soedarso Pontianak.

"Jadi sampai dengan tanggal 23 September 2020 terdapat delapan orang kasus konfirmasi yang meninggal dunia," jelas Harisson kepada awak media. 

Pasien ini meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Dr. Soedarso Pontianak sejak tanggal 17 September 2020. Dimane pasien yang meninggal ini merupakan Pejabat Struktural di RSUD Dr. Soedarso. 

"Almarhum sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Dana Fungsional (di RSUD Dr. Soedarso). Jadi Almarhum ini tidak berhubungan langsung dengan pasien, karena dia bekerja sehari-hari dipusat administrasi," katanya.

"Untuk Almarhum yang meninggal di RSUD Soedarso penangganan dan pemakaman jenasahnya dilaksanakan sesuai dengan prosedur Covid-19," tambanya.

Dijelaskan Harisson almarhum meninggal dunia karena menderita Covid-19 yang disertai dengan Kormobid, seperti penyakit diabetes melitus tipe 2 atau penyakit kencing manis. 

Pada kesempatan tersebut dia mengingatkan kepada masyarakat penting sekali untuk menjaga agar penyakit Kormobid tetap terkontrol.

"Karena kalau penyakit Kormobid ini, misalnya kencing manis tidak terkontrol. Begitu tertular Covid-19 bisa berakibat fatal," katanya.

Kemudian dia menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena saat ini di Kalbar terjadi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19. Dimana pasien-pasien yang dirawat di Rumah Sakit cenderung meningkat.

"Ini menandakan bahwa sekarang kasusnya itu sudah banyak dimasyarakat. Tetapi kita belum dapat mendeteksi, sehingga pasien ini bisa beraktivitas diluar dan berpotensi menularkan kepada yang lain," jelas Harisson.

Kata Harisson untuk pelayanan Poli Bedah maupun kamar operasi bedah di RSUD Dr. Soedarso sementara ini akan ditutup. Karena pihak RSUD Dr. Soedarso melakukan swab rutin terhadap seluruh Dokter Spesialis Beda dan Dokter yang memakai kamar bedah, termasuk petugas dan perawat yang berhubungan dengan operasi bedah. 

"Ini kita tutup karena mereka sedang menunggu hasil swab. Paling lama hari senin nanti kamar bedah atau ruang operasi akan kembali beroperasi. Kita sedang menunggu hasil swab dulu," jelasnya.

Sekalipun Instalisi Bedah RSUD Dr. Soedarso ditutup sementara. Jika ada kasus emergency yang memerlukan penanganan cepat, tetap akan dilayani dengan menggunakan kamar bedah di ruangan IGD atau ruangan khusus bedah. 

"Jadi masyarakat diharapkan tidak khawatir. Kita tetap akan melaksanakan operasi atau pembedahan terhadap kasus yang bersifat emergency," katanya.

Harisson juga mengatakan, saat ini untuk pelayanan di Poli Bedah maupun Kamar Operasi Bedah RSUD Soedarso sementara ini dilakukan penutupan sampai Senin depan.

Menurutnya, penutupan sementara karena RSUD Soedarso melaksanakan swab rutin terhadap seluruh spesialis bedah dan dokter yang memakai kamar bedah, perawat bedah maupun petugas yang berhubungan dengan kamar operasi .

“Jadi kita tutup karena mereka sedang menunggu hasil swab. Paling lama Senin kamar bedah atau instalansi bedah sentral RSUD Soedarso akan dibuka lagi karena memang kita sedang menunggu hasil swab ,” jelasnya .

Kadinkes menjelaskan, apabila masih dioperasionalkan takut ada swab dari tenaga kesehatan yang dinyatakan positif dan akan mengganggu keselamatan pasien,  maupun keselamatan sesama Nakes di kamar bedah atau poli bedah atau poli penunjang dalam melayani operasi .

“Namun untuk kasus yang bersifat emergency yang membutuhkan pembedahan emergency, tetap akan dilayani dengan menggunakan kamar bedah di IGD atau Ruang Khusus,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat jangan panik dan diharapkan tidak kawatir. Pelaksanaan operasi pembedahan tetap akan dilakukan di ruangan khusus sampai dibuka kembali pada Senin depan.

“Kita tetap akan melaksanakan operasi pembedahan tehadap kasus yang bersifat emergency dan untuk kasus yang bersifat bisa ditunda kita akan tunda sampai hari Senin,” tuturnya.

Pada Rabu (23/9), Harisson menyampaikan bahwa ada tambahan 13 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar. Menurut Harisson, berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Untan Kalbar mendapatkan tambahan 13 kasus konfirmasi covid-19 baru tersebar di Kota Pontianak 5 orang , Kubu Raya 2 orang, Kota Singkawang 3 orang , Mempawah 1 orang , Sambas 1 orang dan Kapuas Hulu 1 orang .

“Jadi 13 orang ini masing-masing dirawat di rumah sakit . Sedangkan kasus sembuh ada 7 orang yakni di Singkawang 4 orang , Kota Pontianak 2 orang dan Landak 1 orang,” ujar Harisson.

Sehingga, sampai tanggal 23 September 2020 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar mencapai 892 orang dimana 727 sembuh atau 81,5 persen tingkat sembuh, dan 8 orang meninggal dunia.

Sementara itu, kasus positif dan pasien Covid-19 meninggal dunia di Indonesia terus bertambah dari hari ke hari, meskipun pasien sembuh juga bergerak naik.per Rabu (23/9), jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 257.388 orang. Angka tersebut bertambah 4.465 orang dari hari sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 187.958 orang dinyatakan telah sembuh dan 9.977 orang meninggal dunia. Data tersebut ditampilkan dalam laman resmi Kementerian Kesehatan, https://www.kemkes.go.id/ per pukul 15.15 WIB.

Tambahan kasus positif harian kembali pecah rekor hari ini. Untuk pasien sembuh bertambah 3.660 orang, sementara pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 140 orang. Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 38.181 spesimen.

Sehari sebelumnya, kasus positif Covid-19 sebanyak 252.923 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 184.298 dinyatakan telah sembuh dan 9.837 orang meninggal dunia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif terbanyak dengan 64.554 orang. Disusul kemudian Jawa Timur 41.417 orang, Jawa Tengah 19.982, Jawa Barat 18.077 orang, dan Sulawesi Selatan 14.524 orang.

Sementara, Jawa Timur menjadi provinsi yang memiliki kasus kematian terbanyak dengan 3.015 orang. Disusul DKI Jakarta 1.600 orang, Jawa Tengah 1.314 orang, Sumatera Utaran 402 orang, serta Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan masing-masing 401 orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan dan Kepala BNPB Doni Monardo untuk menekan laju kasus Covid-19 dan angka kematian di sembilan provinsi.

Sembilan provinsi itu meliputi, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatarea Utara, Kalimantan Selatan, Bali, dan Papua. Namun, setelah hampir seminggu berlalu kasus di sembilan provinsi belum menurun.

Namun, setelah sepakan Luhut menangani Covid-19 di sembilan provinsi prioritas, kasus positif dan kematian masih bergerak naik. Meskipun pasien sembuh juga bertambah dari hari ke hari.(ril/cnn)

 

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda