Ponticity post authorKiwi 24 Mei 2026

Dirjen Kemendagri Puji Langkah BPSDM Kalbar Kembangkan ASN Muda

Photo of Dirjen Kemendagri Puji Langkah BPSDM Kalbar Kembangkan ASN Muda Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni mengapresiasi BPSDM Kalbar yang menggelar Seminar ASN Young Generation. ISTIMEWA

PONTIANAK, SP - Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni mengapresiasi langkah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang terus mendorong pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) muda melalui berbagai kegiatan penguatan kompetensi dan kepemimpinan.

Apresiasi tersebut disampaikan Agus Fatoni saat menjadi pembicara utama dalam Seminar ASN Young Generation: Strategi Pengembangan Kapasitas ASN Muda Kalbar untuk Pelayanan Publik Berkualitas Tahun 2026 yang digelar di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor BPSDM Provinsi Kalbar, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson itu dihadiri ASN muda dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Fatoni menilai seminar yang digelar BPSDM Kalbar menjadi langkah positif dalam menyiapkan ASN muda yang adaptif, profesional, dan mampu menghadapi tantangan birokrasi modern yang semakin dinamis.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, apalagi untuk ASN muda. Mereka harus memiliki wawasan yang luas, motivasi yang tinggi, dan kinerja yang baik,” ujarnya.

Fatoni menegaskan pengembangan sumber daya manusia ASN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPSDM semata, tetapi juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, pembinaan ASN harus dilakukan secara kolektif melalui pelatihan, seminar, maupun ruang diskusi yang membangun.

“Kegiatan seperti ini seharusnya bukan hanya dilakukan oleh BPSDM, tetapi juga bisa dilakukan di internal OPD melalui pelatihan-pelatihan maupun menghadirkan narasumber dan para ahli,” tuturnya.

Menurut Fatoni, ASN muda saat ini memegang peranan penting dalam menentukan arah pelayanan publik di masa depan. Karena itu, pengembangan kapasitas ASN harus dilakukan secara berkelanjutan agar melahirkan aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan integritas. 

“Bukan hanya punya kemampuan dan kapasitas saja, tetapi ASN juga harus mempunyai karakter yang baik dan mampu menempatkan diri,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa seorang ASN dituntut memiliki berbagai bentuk kecerdasan agar mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus humanis dalam melayani masyarakat.

“ASN muda harus memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan moral. Itu semua menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat,” jelas Fatoni.

Selain penguatan kapasitas individu, Fatoni juga menyoroti pentingnya menciptakan budaya kerja yang sehat di lingkungan birokrasi. Menurutnya, suasana kerja yang saling mendukung akan berdampak besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Harus ada iklim kompetisi yang sehat, saling mendukung, saling support, dan saling mengisi. Kalau iklim kerja sehat, maka kinerja juga akan semakin baik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan ASN muda agar terus meningkatkan kualitas diri dan tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini.

“ASN muda harus terus belajar, jangan berhenti belajar. Terus memperbaiki diri, meningkatkan kapasitas, memahami tugas, memiliki motivasi tinggi, serta mempunyai karakter dan kepribadian yang baik,” pesannya.

Sementara itu Sekda Kalbar Harisson Harisson menegaskan ASN muda saat ini merupakan wajah baru birokrasi Indonesia yang akan menentukan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.

“ASN muda hari ini adalah generasi yang memiliki energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk berinovasi. Saudara-saudara sekalian adalah generasi yang akan menentukan wajah pelayanan publik di masa depan,” tuturnya.

Menurut Harisson, pengembangan kapasitas ASN muda bukan sekadar kebutuhan organisasi, tetapi menjadi investasi strategis bagi kemajuan daerah dan bangsa.

“Pengembangan kapasitas ASN muda bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi merupakan investasi strategis bagi kemajuan daerah dan bangsa. Karena masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, ramah, dan mampu memberikan solusi nyata,” katanya.

Ia menilai pola pelayanan birokrasi harus berubah mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. ASN, kata dia, tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi semata.

 “ASN tidak boleh hanya bekerja sebatas menggugurkan kewajiban administratif. ASN harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Harisson juga menekankan pentingnya membangun karakter ASN muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

 “Kita membutuhkan ASN yang kreatif, kolaboratif, menguasai teknologi digital, memiliki komunikasi yang baik, dan sensitif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda