PONTIANAK, SP – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT) di Integrated Terminal (IT) Pontianak dan Fuel Terminal (FT) Sintang untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Barat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian operasional di tengah kondisi Sungai Kapuas yang surut. Pertamina berupaya memastikan pengiriman BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap berjalan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penguatan personel merupakan bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi di lapangan, tanpa mengabaikan keselamatan pekerja.
“Kami memahami betapa pentingnya BBM bagi masyarakat untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, dan menjalankan usaha. Di tengah kondisi Sungai Kapuas yang surut, kami terus mengupayakan agar pengiriman BBM kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Edi, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang ditempuh adalah menambah dukungan awak mobil tangki di Pontianak dan Sintang untuk memperkuat pengiriman BBM ke SPBU.
“Kami ingin masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, dengan tetap menjaga keselamatan para awak yang bertugas mengantarkan BBM,” katanya.
Penguatan personel di IT Pontianak mencakup dukungan 44 orang AMT, ditambah 8 orang AMT bantuan dari wilayah Jawa Bagian Tengah (JBT) dan 10 orang dari Jawa Bagian Barat (JBB).
Sementara itu, FT Sintang memperoleh tambahan enam orang AMT untuk mendukung pengiriman BBM ke lembaga penyalur di wilayah layanannya.
Dukungan personel tersebut memberikan fleksibilitas bagi Pertamina dalam mengatur penugasan dan jadwal pengiriman, termasuk melayani SPBU yang membutuhkan waktu tempuh lebih panjang.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan tetap memperhatikan kondisi fisik dan waktu istirahat awak mobil tangki. Pengaturan kerja tersebut menjadi bagian dari penerapan prosedur keselamatan agar pengiriman dapat berlangsung dengan baik.
Penambahan personel juga dibarengi dengan pemastian kesiapan armada, pemantauan persediaan BBM di SPBU, serta penyesuaian jadwal distribusi berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan.
Hasil pemantauan digunakan sebagai dasar penentuan prioritas pengiriman, terutama untuk SPBU yang membutuhkan pengisian kembali persediaan. Dengan langkah tersebut, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap terjaga meskipun menghadapi kendala distribusi.
Edi mengapresiasi dedikasi awak mobil tangki yang menjalankan tugas pengiriman BBM, termasuk personel bantuan dari wilayah lain yang turut mendukung pelayanan di Kalimantan Barat.
“Di balik setiap pengiriman BBM, ada awak mobil tangki yang menempuh perjalanan untuk mengantarkan energi bagi masyarakat. Kami mengapresiasi dedikasi mereka, termasuk rekan-rekan dari wilayah lain yang turut membantu pelayanan di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengaturan waktu kerja dan istirahat tetap menjadi perhatian agar para awak dapat menjalankan tugas sesuai prosedur dan kembali kepada keluarga dengan selamat.
Selain penguatan personel, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pengelola SPBU untuk mendukung ketertiban pelayanan. Koordinasi tersebut diperlukan agar pengiriman BBM dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah.
Pertamina juga memantau perkembangan kondisi Sungai Kapuas, cuaca, kabut asap, serta akses jalan sebagai bahan evaluasi operasional. Penyesuaian distribusi dilakukan dengan tetap memperhatikan penggunaan alat pelindung diri dan kesiapan peralatan keselamatan bagi pekerja.
“Kami terus mengevaluasi kebutuhan di lapangan agar dukungan personel dan armada dapat membantu menjaga pelayanan BBM bagi masyarakat Kalimantan Barat. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat, pengelola SPBU, serta masyarakat dalam menjaga distribusi dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” tutur Edi.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya serta mengikuti pengaturan pelayanan di SPBU.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan kendala terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135.(din)