Ponticity post authorKiwi 26 Juli 2021

Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi, Stok Vaksin Terbatas

Photo of Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi, Stok Vaksin Terbatas Pelaksanaan vaksinasi massal di GOR Pangsuma Pontianak, belum lama ini. Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 saat ini sangat tinggi. Namun terkendala jumlah vaksin Covid-19 yang terbatas.

 

PONTIANAK, SP - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 saat ini sangat tinggi. Namun terkendala jumlah vaksin Covid-19 yang terbatas. Sehingga diharapkan kiriman vaksin Covid-19 dari pemerintah bisa dilakukan segera jika telah habis.

"Kita minta vaksin dari pemerintah pusat tidak terlambat dan segera dikirim kalau sudah habis, tapi untuk stok vaksin di Kota Pontianak saat ini masih ada," kata Edi Rusdi Kamtono, kemarin.

Menurut Edi, capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak saat ini mencapai angka 33 persen atau sekitar 150 ribu orang. Untuk menjaga ketersediaan vaksin Covid-19, dia meminta agar pasokan dari pemerintah pusat tidak terlambat.

Edi juga mendorong anak muda di Kota Pontianak agar menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Pemuda-pemudi bisa menjadi duta tangguh terhadap Covid-19. Diantaranya dengan selalu menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan secara ketat di tengah masyarakat.

"Sebenarnya ada anak muda yang aktif tapi belum optimal, di Kota Pontianak jumlah anak muda hampir 300 ribu, mereka harusnya menjadi role model pencegahan penyebaran Covid-19," ucapnya.

Sementara untuk ketersediaan oksigen diharapkan bisa diatasi dengan kedatangan oksigen dari Kuching-Malaysia dan Batam. Saat ini ketersediaan oksigen di rumah sakit Kota Pontianak sangat darurat. Sehingga diharapkan kondisi seperti sekarang segera membaik.

"Sekarang dalam sehari di Kota Pontianak rata-rata kebutuhan oksigen bisa mencapai 2 ribu hingga 3 tiga tabung," tutupnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji sebelumnya mengatakan bahwa saat ini pasokan vaksin di Provinsi Kalbar tengah menipis. Beberapa waktu lalu, Provinsi Kalbar hanya mendapatkan 1.500 vial vaksin. Jumlah tersebut hanya cukup untuk memvaksin sebanyak 15 ribu orang.

"15 ribu itu hanya untuk satu hari di Provinsi Kalbar, sekarang sudah mulai masa vaksin kedua," ucap Sutarmidji.

Jika berbicara antusiasme masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Misalnya setiap diadakan vaksinasi massal pendaftar 600 orang tetapi yang datang bisa mencapai 2 ribu orang. Akan tetapi sekarang ketersediaan vaksin Covid-19 sangat terbatas.

"Itu sebenarnya bagus tapi vaksinnya tidak ada, stok kita menipis hanya untuk pelajar," ujarnya.

Sutarmidji juga mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk percepatan capaian target vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalbar.

"Untuk Kota Pontianak kita menargetkan pada 17 Agustus mendatang vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 250.000 orang yang divaksinasi. Kemudian se Kalbar sudah harus mencapai 1 juta orang pada 17 Agustus nanti," ucapnya.

Saat ini koordinasi antara TNI, Polri dan Pemda dalam menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 juga sangat baik. Sehingga diharapkan upaya tersebut terus ditingkatkan dan agar target capaian vaksinasi bisa direalisasikan.

Vaksinasi menurutnya merupakan satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk menangani pandemi Covid-19 dalam jangka panjang. Kemudian vaksinasi juga minimal menurunkan angka keparahan penderita. Sehingga keperluan vaksinasi sangat penting untuk kita sukseskan.

"Kenapa saya minta vaksinasi di Kota Pontianak harus mencapai 250 ribu itu berarti 60 persen dari usia 12 tahun ke atas. Kita akan terus mengevaluasi dengan capaian vaksinasi yang mencapai 60 persen itu bagaimana tingkat keparahan orang yang terpapar Covid-19," tutupnya.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dadang Fitrajaya menerangkan, capaian vaksinasi hingga Jumat (23/7) lalu mencapai sekitar 132 ribu orang untuk vaksin tahap pertama. Sementara vaksinasi tahap kedua mencapai 62 ribu.

"Sasaran target kita sebanyak 473 ribu orang yang divaksin. Memang target kita kalau distribusi vaksin lancar, target itu bisa terselesaikan," ucapnya.

Dadang merincikan, untuk anak usia 12-17 tahun yang sudah divaksin sekitar 2.800 orang. Tenaga kesehatan 8.100 orang, lansia 15.800 orang, pelayan publik 40.000 orang, dan yang paling banyak adalah masyarakat umum usia 18-40 tahun sekitar 66.000.

"Bulan Agustus mendatang vaksinasi massal yang ada di GOR Pangsuma akan kita dialihkan kembali ke Gedung PCC," katanya.

Ormas Mengeluh

Sementara itu, Ketua Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar, Gusti Edi mengeluhkan tidak adanya kepastian ketersedian vaksin dalam kegiatan vaksinasi massal yang akan digelar BPM Kalbar pada 28 Juli hingga 29 Juli 2021 mendatang.

Menurutnya, dalam kegiatan itu peserta yang mendaftar melonjak mencapai 2 ribu orang dari target awal yang hanya 300 sampai 500 peserta. Namun sayangnya tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.

“Yang saya kesalkan, Satgas Covid-19 yang ada di Kalbar ini yang khususnya Pontianak dan Provinsi sampai sekarang tidak ada mendatangi posko kita. Padahal kita ini membantu mereka. Ini kan sangat luar biasa sekali tidak ada perhatian dari Satgas Covid-19," keluhnya.

Edi mengaku untuk koordinasi pihaknya sudah menyampaikan kepada Satgas Covid-19, bahkan melalui media massa juga disampaikan rencana vaksinasi massal tersebut.

“Kita sebelumnya sudah konfirmasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dari 600 peserta kita update sampai 1.500 peseta kita update terus, jadi jawaban dari dinas menyanggupi permintaan tersebut,” katanya.

Edi pun meminta kepastian ketersedian vaksin dalam kegiatan vaksinasi massal yang akan digelar oleh ormas tersebut. 

"Jangan main-main, saya akan lepaskan 2.000 peserta ini di lapangan dan saya akan gagalkan ini kalau vaksin tidak tersedia," ancamnya. 

Serbuan Vaksin Masyarakat Maritim

Sudah dua hari berturut-turut Lantamal XII Pontianak menggelar vaksinasi kepada masyarakat sejak Sabtu, 24 Juli 2021 dan Minggu, 25 Juli 2021.

Vaksinasi ini dalam rangka menyukseskan program pemerintah satu juta vaksin sehari bagi masyarakatyang melibatkan unsur TNI dan Polri di Pontianak.

Komandan Lantamal XII Brigjend TNI (Mar) Andi Rukman mengatakan, pihaknya menerjunkan dua tim vaksinator yang mana masing-masing tim melakukan vaksinas di Gedung Graha Tedy Kustari Lanud Supadio dan tim lainnya melaksanakan serbuan vaksin di Gedung Konferensi Untan Pontianak.

“Kegiatan ini dilakukan bersama dengan tim kesehatan instansi lainnya yaitu dari Kesdam XII Tanjungpura, Lanud Supadio, Polda Kalbar dan Dinas Kesehatan Provinsi, KKP serta  Dinas Kesehatan Kubu Raya,” jelasnya, Minggu (25/7).

Pada Sabtu, 24 Juli 2021 kemarin pihaknya menyediakan 100 vial vaksin jenis Sinovac di Untan Pontianak dan 60 vial untuk pelaksanaan vaksinasi di Lanud Supadio, yang diperuntukan kepada masyarakat umum yang belum menerima vaksin dosis pertama dan ke dua di Kalbar.

Kepala Dinas Kesehatan Lantamal XII, Letkol Laut (K) Heru Subagyo ditunjuk langsung oleh Andi sebagai kordinator pelaksanaan untuk kelancaran kegiatan serbuan vaksin tersebut.

Sementara pada Minggu, 25 Juli 2021 ini pihaknya menyiapkan 90 vial vaksin jenis Sinovac dan hanya menerjunkan satu tim vaksinator. 

Andi menyebutkan serbuan vaksin untuk masyarakat maritim yang dilakukan di wilayah kerja Lantamal XII Pontianak merupakan implementasi arahan dari pimpinan TNI AL, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono kepada seluruh jajaran dalam menyukseskan program pemerintah.

“Tujuannya guna mencegah penyebaran virus corona dengan melaksanakan serbuan vaksin Covid-19 sesuai dengan target pemerintah 1 Juta vaksin per hari,” jelas Andi.

Selama pelaksanaan vaksinasi dua hari tersebut, setidaknya telah menjangkau 1.610 orang dengan rincian 830 orang tervaksin pada hari Sabtu dan 780 tervaksin pada Minggu. Semuanya merupakan vaksin tahap ke 2 dengan jenis vaksin yang di gunakan Sinovac.

Selama pelaksanaan serbuan vaksin antusias masyarakat begitu besar, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta vaksin yang datang, bahkan tidak hanya dari Kota Pontianak namun juga warga masyarakat dari Kabupaten Kubu Raya dan kabupaten-kabupaten lainnya yang ada di Kalbar.

“Sebelumnya, kita juga gencar melakukan serbuan vaksin bagi masyarakat maritim di beberapa lokasi. Di antaranya di Pelabuhan Umum Dwikora Pelindo II Pontianak, PPN Pemangkat dan Pelabuhan Sheng Hie Pontianak,” tutup Andi. (din/lwu/sms)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda