Ponticity post authorKiwi 26 Juli 2021

Modus Nitip Beras, Penyeludupan Narkoba Ke Lapas Pontianak Digagalkan

Photo of Modus Nitip Beras, Penyeludupan Narkoba Ke Lapas Pontianak Digagalkan Petugas Lapas Kelas IIA Pontianak menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu dari tamu yang mengaku ingin menitipkan beras ke napi di dalam Lapas pada Sabtu (24/7).

 

PONTIANAK, SP – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu dari tamu yang mengaku ingin menitipkan beras ke napi di dalam Lapas.

Dari pengecekan, petugas menemukan sebungkus sabu yang dibungkus dengan kantong klip plastik dan dimasukkan ke dalam kantong kresek yang di dalamnya berisi beras.

Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Farhan Hidayat mengatakan penemuan ini terjadi pada Sabtu, 24 Juli 2021 kemarin sekitar pukul 14.30 WIB.

Penemuan ini berawal dari adanya seorang tamu  yang mengaku ingin menitipkan es batu terhadap warga binaan Lapas bernama Anton. Setelah akan pulang, tamu tersebut justru kembali lagi dengan alasan ada barang yang kelupaan dititipkan.

“Setelah ingin pulang, tamu tersebut balik lagi dan bilang ada kelupaan barang yang ingin dititipkan,” kata Farhan, Minggu (25/7).

Ketika diterima, ternyata yang dititipkan itu adalah sekantong beras seberat lima kilogram. Setelah titipan beras itu diterima petugas, tamu tersebut langsung beranjak pergi.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, kata Farhan petugas kemudian melakukan pengecekan di dalam beras tersebut.

“Ternyata di dalamnya ada narkoba. Setelah ditimbang beratnya sekitar 51 gram,” ungkap Farhan.

Farhan menjelaskan, tamu tersebut bernama Wahyu. Ia memang rutin menitipkan barang ke petugas untuk warga binaannya bernama Anton dan Margono. Keduanya merupakan napi kasus narkoba yang dihukum pidana tujuh tahun penjara.

“Jadi memang ada dua petugas kita yang berjaga di penitipan barang. Mungkin dia (Wahyu) berfikir petugas tidak akan mengecek lagi,” terang Farhan.

Farhan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Kubu Raya untuk menyelidiki kasus tersebut. Saat ini, Farhan menegaskan untuk napi Anton dan Margono telah dimasukkan ke dalam sel terpisah dengan napi yang lain untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Polres Kubu Raya,” tutup Farhan. (sms)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda