Ponticity post authorKiwi 27 Januari 2021 104

Ditarget Selesai pada Februari, Sebanyak 1.163 Nakes di Pontianak Telah Divaksin

Photo of Ditarget Selesai pada Februari, Sebanyak 1.163 Nakes di Pontianak Telah Divaksin Ditarget Selesai pada Februari, Sebanyak 1.163 Nakes di Pontianak Telah Divaksin

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, hingga Senin (25/1), sebanyak 1.163 tenaga kesehatan (nakes) Kota Pontianak telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut menurutnya akan terus berkembang seiring proses vaksinasi yang terus dilakukan.

"Vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan Kota Pontianak ditargetkan selesai pada pertengahan Februari mendatang," ucap Sidiq Handanu, Selasa (26/1).

Menurut Sidiq,  berdasarkan data yang ada, jumlah nakes yang terdaftar di Kota Pontianak sebanyak 5.500 nakes. Namun dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya bisa divaksinasi karena ada kriteria yang menyebabkan orang tersebut tidak bisa divaksin.

"Kriteria eksklusif misalnya pernah terpapar Covid-19, ada penyakit komorbid sehingga tidak bisa divaksin," jelasnya.

Sidig menerangkan proses vaksinasi Covid-19 akan diberikan dua dosis dengan interval paling cepat 14 hari dan paling lambat 30 hari. Untuk imunisasi tahap kedua, tahapannya masih dengan prosedur yang sama, harus melakukan registrasi, pendaftaran ulang, dilakukan screening lagi terkait dampak imunisasi tahap pertama.

"Bila pada imunisasi tahap pertama timbul penyakit, baik yang disebabkan karena kejadian ikutan paska imunisasi maupun yang bukan dalam periode tersebut, maka masuk kategori ditunda atau tidak boleh dilakukan imunisasi ulang," kata Sidig.

Dijelaskannya, rentang usia yang diberikan vaksin Sinovac berkisar antara 18 hingga 59 tahun. Upaya imunisasi berdasarkan pada uji klinis yang telah dilakukan. Di Kota Pontianak semuanya berperan untuk memberikan suntikan, hanya waktu masing-masing fasilitas kesehatan berbeda tergantung kemampuan fasilitas kesehatan.

Untuk penyuntikkan vaksin, kata Sidiq, dilakukan secara intramoskular di lengan sebelah kiri sebagaimana imunisasi biasa yang telah dilakukan. Teknis pelaksanaan imunisasi menurutnya bukanlah hal yang baru, hanya saja jenis vaksinnya yang baru serta masih menggunakan Emergency Use Authorization (EUA).

"Sehingga siapa yang akan divaksin maka harus terus dimonitoring secara ketat," tuturnya.

Sidig meminta tenaga kesehatan agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat agar bisa berperilaku hidup sehat. Maka tenaga kesehatan juga harus kuat oleh karena itu wajib dilakukan vaksinasi Covid-19.

Jika tidak dilakukan maka tenaga kesehatan masih memiliki resiko untuk tertular Covid-19. Kemudian akan menyebar dari satu pasien ke lainnya.

"Tenaga kesehatan itu wajib, selain untuk dirinya sendiri, juga untuk orang lain," ujarnya.

Sidiq menambahkan, sasaran tahap pertama vaksinasi Covid-19 di Kota Pontianak adalah tenaga nakes. Setelah itu, kelompok prioritas penerima vaksin selanjutnya akan menyasar ke TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama para guru.

“Usai nakes, guru-guru di Kota Pontianak akan menjadi prioritas selanjutnya untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19," ungkapnya.

Guru menjadi prioritas kedua untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 agar pendidikan bisa bergerak, karena selama ini menjadi permalasahan.

"Jika guru telah diimunisasi maka keyakinan pendidikan bisa bergerak dan anak-anak bisa belajar dengan baik," katanya.

Untuk ketersediaan vaksin di Kota Pontianak sendiri yang diterima pada tahap pertama dengan jumlah 10.400 vial, jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kesehatan yang disasar, maka menurutnya terhitung cukup.

“Lalu jika menginjak ke ASN tentu kurang, maka akan ada distribusi dari pemerintah pusat lagi sesuai jadwal imunisasi yang ditentukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson mengatakan, hingga Minggu (24/1), dari 7.731 nakes yang menjadi sasaran untuk menjalani vaksinasi di tiga daerah, yakni Kota Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah, baru 1.692 nakes yang menerima vaksin Covid-19.

"Sampai tanggal 24 Januari 2021 yang yang sudah di vaksin sebanyak 1.692 Nakes di 3 daerah tersebut. Rinciannya, di Kota Pontianak 1.039 orang, Kubu Raya 355 orang, Mempawah 298 orang," ungkap Harisson, Senin (25/1).

Kemudian ada sebanyak 337 nakes yang gagal atau tidak jadi divaksin karena tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan.

"Untuk sementara ada 337 orang atau sebesar 4,35 persen calon penerima vaksin, tidak jadi divaksinasi. Karena menyangkut beberapa penyakit diderita yang merupakan kontra indikasi. Mereka ini orang-orang penyintas Covid-19 atau pernah terpapar Covid-19, sehingga mereka tidak dilakukan vaksinasi," jelasnya.

Kemudian terdapat juga nakes yang ditunda pelaksanaan vaksinanasinya karena dalam keadaan tidak sehat dan karena adanya gangguan sistem aplikasi vaksinanasi Covid-19 yang sedang bermasalah.

"Yang dipending ada 254 orang atau sekitar 3,28 persen dari jumlah sasaran, ditunda karena beberapa penyakit yang diharapkan bisa di kontrol seminggu ini, kalau terkontrol mereka akan divaksinasi," jelasnya.

Harisson mengungkapkan, pelaksanaan vaksinanasi pada tahap pertama termin satu di tiga daerah tersebut memiliki beberapa hambatan, diantaranya pada aplikasi dan jaringan yang disediakan oleh pemerintah pusat. Dimana yang seharusnya nakes calon penerima vaksin mendapatkan pemberitahuan melalui SMS, tapi tak mendapatkanya.

"Prosedurnyakan seseorang yang menerima vaksin akan menerima SMS, namun calon penerima tidak mendapatkan SMS tersebut. Menurut satgas pusat bahwa data handpone berbeda dengan data yang dipakai oleh nakes," tutur Harisson.

Selain ini masalah terletak pada aplikasi yang disediakan oleh Kemenkes RI yang datanya tidak singkron dengan data diterima puskesmas atau pelayanan kesehatan yang menjadi tujuan vaksinanasi.

"Kemudian ada hambatan lain mengenai data yang mungkin mis atau salah. Kemudian aplikasi yang disediakan mengalami kendala juga, dimana data yang menerima SMS tidak tedata dalam aplikasi yang masuk di puskesmas," terangnya.

Dijelaskan Harisson, dalam proses vaksinanasi, nama dan NIK nakes harus masuk terlebih dahulu dalam sistem yang disediakan oleh Kemenkes RI. Sehingga ketika nama dan NIK tidak terdaftar, maka fasilitas pelayanan kesehatan tidak bisa melakukan vaksinasi.

"Kita harapkan pemerintah pusat dapat memperbaiki aplikasi atau sistem pemberitahuan dengan menggunakan sms ini," tutupnya.

34.400 Dosis Vaksin Tiba di Kalbar

Kalimantan Barat kembali menerima 34.400 dosis vaksin Covid-19 jenis Sinovac dari Kementerian Kesehatan RI. Vaksin tersebut nantinya akan disuplai ke 11 kabupaten dan kota di Kalbar, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Kayong Utara, Ketapang, Sekadau, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu, Kota Singkawang.

"Alhamdulilah, hari ini kita kembali menerima kiriman vaksin Covid-19 dari Kemenkes sejumlah 34.400 dosis vaksin merek Sinovac yang sudah sampai pagi tadi melalui jalur udara," kata Harisson di Pontianak, Senin (25/1).

Vaksin tersebut tiba di Kalbar dengan dikemas dalam 18 koli dan diangkut dengan menggunakan  maskapai Garuda Indonesia dengan Nomor Penerbangan GA-500/PK-GMU.

34.400 dosis ini akan tetap diprioritaskan untuk tenaga kesehatan di 11 kabupaten dan kota. Pada termin kedua ini sebanyak 18.755 nakes yang terdata Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Adapun rician distribusinya yakni untuk Kabupaten Bengkayang akan menerima 3.360 vial untuk 1.655 nakes, Kapuas Hulu 3.040 vial untuk 1491 nakes, Kayong Utara 3.400 vial untuk 672 nakes, Ketapang sebanyak 4.920 untuk 2.437 nakes.

Kemudian Kota Singkawang akan menerima 4.320 sebanyak 2.150 nakes, Landak 2.400 untuk 2.185 nakes, Melawi 2.040 untuk 998 nakes. Sambas 4.320 untuk 2.134 nakes, Sanggau 3.160 untuk 1.569 nakes, Sekadau 2.240 untuk 1.094 nakes, Sintang 4.760 vial untuk 2.370.

"Jadi nantinya masing -masing 11 kabupaten dan kota akan ditambah 10 dosis atau vial yang 10 vaksin ini untuk pencanangan di hari pertama pelaksanakan vaksinasi di kabupaten dan kota," ujarnya.

Harisson berharap pada hari pertama 11 kabupaten dan kota melaksanakan proses pencanangan pelaksanaan Covid-19 terhadap 10 orang pimpinan daerah atau tokoh masyarakat setempat.

"Hari Rabu (27/1) akan kita lakukan pendistribusian segera mungkin. Targetnya akhir bulan Febuari seluruh nakes di Kalbar sudah mendapatkan suntikan vaksin kedua. Jadi vaksinasi suntik kedua bagi seluruh nakes yang ada di Kalbar akan selesai pada akhir Februari 2021," jelasnya. (din/iat)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda