Ponticity post authorKiwi 27 Januari 2021 129

Penyeludupan Calon Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia Digagalkan

Photo of Penyeludupan Calon Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia Digagalkan DIAMANKAN - Calon Pekerja Migran Indonesia, sindikat pengiriman ilegal ke Malaysia berhasil digagalkan oleh Satgas Pamtas TNI di Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar, Minggu (24/1) kemarin.

PONTIANAK, SP - Sebanyak enam orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sindikat pengiriman ilegal ke Malaysia berhasil digagalkan oleh Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI di Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar, Minggu (24/1) kemarin.

Keenamnya berencana akan masuk ke Malaysia melalui jalan tikus setelah mendapat iming-imingan gaji besar oleh seseorang yang sudah lebih dulu bekerja di negara tetangga tersebut.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi mengatakan, keenam CPMI tersebut berasal dari Lendang Kantong, Desa Sukarame, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Masing-masing mereka bernama Ani (32), Sulhan (42), Gupran (36), Said Tuddin (22), Mardin (27) dan Khaerul Anwar (26).

"Ke enam orang tersebut tiba di Kalbar tanggal 26 Desember 2020 dari NTB," kata Andi kemarin.

Namun begitu, sebetulnya CPMI ini sudah berada di Pontianak selama sepekan, dan di sebuah rumah penampungan di wilayah Balai Karangan, sebelum akhirnya nekat menerobos jalan tikus untuk bekerja di Malaysia.

Kata Andi, seseorang yang mengajak keenam CPMI tersebut tak lain adalah teman sekampung mereka berinisial J yang menawarkan bekerja di perusahaan sawit PT  Felcra.

"Ke enam CPMI tersenut diajak oleh teman satu kampungnya bernama J untuk bekerja di perusahaan sawit Felcra. Dengan membayar Rp7 juta per orang," ujar Andi.

Saat ini, keenam CPMI tersebut dalam penanganan BP2PMI Pontianak. Mereka ditawari dua opsi, dipulangkan ke kampung halaman atau bekerja di perusahaan sawit di Kalbar yang sudah bekerjasama dengan BP2MI Pontianak.

"Dari enam orang, empat di antaranya mau bekerja di perusahaan sawit di Kalbar," tutur Andi.

Sementara untuk J sendiri, Andi menegaskan saat ini menjadi atensi pihaknya. Kata dia, Kepala BP2MI Pontianak, Kombes Pol Erwin Rachmat sedang menuju ke Entikong untuk mengambil langkah lebih lanjut. (sms)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda