Ponticity post authorKiwi 26 September 2021

Gonjang-ganjing Pendamping Jarot, 5 Kader Partai Koalisi Bersaing Jadi Wabup Sintang

Photo of Gonjang-ganjing Pendamping Jarot, 5 Kader Partai Koalisi Bersaing Jadi Wabup Sintang

PONTIANAK, SP – Kader partai koalisi pendukung Jarot Winarno (61 tahun) dan mendiang Yosef Sudiyanto (60 tahun), yaitu Nasdem (7 kursi), Golkar (4 kursi), PKB (4 kursi), PPP (1 kursi) dan PKPI (1 kursi), bersaing merebut posisi Wakil Bupati Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Perebutan kursi Wakil Bupati Sintang, mendampingi Bupati Sintang, Jarot Winarno, setelah Wakil Bupati Sintang, Yosef Sudiyanto, meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Sabtu (18/9).

Nama-nama yang beredar sebagai calon pengganti Yosef Sudiyanto, adalah Rudy Andryas (Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Sintang), Usmandy (Ketua DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Sintang), Ghulam Raziq (Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Persatuan Pembangunan), dan Liyus (Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Persatuan dan Kesatuan Indonesia).

Nama lain diisukan terus mencari dukungan untuk mencalonkan diri pengganti Yosef Sudiyanto, adalah Florensius Ronny, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaupaten Sintang, Yosepha Asnah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, dan Kartiyus, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang.

Sumber di Kabupaten Sintang menyebutkan, figur Florensius Ronny, Yosepha Asnah dan Kartiyus saling bersaing ketat untuk diusung, mengingat kondisi kesehatan Bupati Sintang, Jarot Winarno yang belum sepenuhnya pulih. Jarot Winarno sekarang cuti setelah sempat terserang stroke ringan.

Petahana Jarot Winarno berpasangan dengan Yosef Sudiyanto (pensiunan Aparatur Sipil Negara) Kabupaten Sintang, berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak, Rabu, 9 Desember 2020.

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sintang, Nomor:  14/PL.02.6-Pu/6105/KPU-Kab/XII/2020, tanggal 16 Desember 2020, tentang:  Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Tahun 2020, menetapkan Jarot Winarno dan Yosef Sudiyanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sintang periode 2021 - 2024.

Drs. Askiman, M.M (Wakil Bupati Sintang) dan Drs. Hatta, M.Si (Aparatur Sipil Negara Kabupaten Sintang) mengantongi 24.877 suara, dan Yohanes Rumpak, S.Pd., M.M(anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat) dan Drs.Syarifuddin, M.M (Aparatur Sipil Negara Kabupaten Sintang) mengantongi  99.466 suara.

Membahas penggantian Wakil Bupati Sintang, harus melihat struktur politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Sebanyak 40 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 20219, perolehan sebagai berikut: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada 4 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 4 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ada 6 kursi.

Partai Golongan Karya (Golkar)  ada 4 kursi, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ada 7 kursi, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ada 1 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ada 1 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) ada 3 kursi, Partai Hatinurani Rakyat (Hanura) ada 5 kursi, Partai Demokrat ada 4 kursi dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ada 1 kursi.

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny dari Partai Nasdem dilantik pada 25 Oktober 2019, dan dua Wakil Ketua, yaitu Jeffray Edward dari PDIP dilantik pada 25 Oktober 2020 dan Heri Jambri dari Partai Hanura dilantik pada 23 Maret 2020.

Bupati dan Wakil Bupati Sintang atas nama Jarot Winarno dan Yosef Sudiyanto, dilantik Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Jumat, 26 Februari 2021.

Stabilitas Politik

Pengamat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, Pontianak, Dr Yulius Yohanes mengatakan, partai pengusung tetap akan meminta masukan dari Bupati Sintang, Jarot Winarno, untuk menetapkan calon yang akan diusulkan di DPRD Kabupaten Sintang.

Dikatakan Yulius Yohanes, stabilitas politik di Kabupaten Sintang, tetap akan diperhitungkan untuk diusulkan dan ditetapkan menjadi pengganti mendiang Yosef Sudiyanto sebagai Wakil Bupati Sintang.

Calon yang diusulkan, mesti diterima luas di masyarakat dari aspek keterwakilan basis-basis tradisional.

“Karena Bupati Sintang, Jarot Winarno merupakan kader Partai Nasdem, maka tidak menutup kemungkinan calon pengganti Yosef Sudiyanto, akan menjadi rebutan Golkar dan PKB, karena sama-sama memiliki fraksi utuh di DPRD Kabupaten Sintang. Keduanya sama-sama memiliki 4 kursi di DPRD Kabupaten Sintang,” kata Yulius Yohanes.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alqadrie mengatakan, partai partai koalisi yang memiliki satu fraksi penuh di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, punya hak untuk mengusulkan calon pengganti mendiang Yosef Sudiyanto.

“Sebelum mengusulkan calon pengganti Yosef Sudiyanto, partai koalisi melakukan rapat internal terlebih dahulu, untuk menentukan calon.Kalau tidak sepakat, maka partai yang memiliki fraksi utuh di DPRD Kabupaten Sintang, dapat mencalonkan kadernya untuk diproses lebih lanjut,” kata Syarif Abdullah Alqadrie.

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mengatakan, Sekretariat DPRD Kabupaten Sintang, sudah melakukan konsultasi dengan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat, untuk memulai langkah administrasi penggantian kursi Wakil Bupati Sintang yang lowong.

“Kita tetap mengacu kepada aturan yang berlaku. Sama dengan jabatan Bupati, jabatan Wakil Bupati adalah jabatan politik, maka proses penggantian mesti pula melalui proses politik di DPRD Kabupaten Sintang,” kata Florensius Ronny, Ketua DPRD Kabupaten Sintang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang dari PDIP, Jeffrey Edward mengatakan, kelembagaan DPRD Kabupaten Sintang, sifatnya hanya melakukan proses politik didasarkan calon yang diserahkan partai politik pengusung Jarot Winarno dan Yosef Sudiyanto.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Hanura, Heri Jambri mengatakan, sesuai ketentuan calon yang diusulkan menjadi Calon Wakil Bupati Sintang dari partai koalisi pendukung, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Bupati Sintang, Jarot Winarno.

“Kalau sepakat, maka Bupati Sintang, akan mengusulkan satu nama untuk diproses melalui sidang paripurna penetapan Calon Wakil Bupati Sintang di DPRD Kabupaten Sintang, dan diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri lewat Gubernur Kalimantan Barat,” ujar Heri Jambri.

Kalau memang tidak sepakat, maka mesti dilihat dulu jumlah kursi partai koalisi pendukung  di DPRD Kaupaten Sintang, karena untuk mencalonkan Pimpinan Daerah, satu calon minimal didukung 8 kursi dari partai koalisi.

Menurut Heri Jambri, jika dilihat dari jumlah kursi partai koalisi pendukung Jarot Winarno dan Yosef Sudiyanto, maka calon yang diusung maksimal dua orang, karena satu orang minimal didukung 8 kursi dari partai koalisi di DPRD Kabupaten Sintang.

Dikatakan Heri Jambri, kalau sampai diusulkan 2 calon pengganti Yosef Sudiyanto, maka DPRD Kabupaten Sintang mesti menggelar sidang paripurna pemungutan suara atau voting. Peraih suara terbanyak langsung ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati Sintang, pengganti Yosef Sudiyanto,” kata Heri Jambri.

Setelah Menteri Dalam Negeri menetapkan Wakil Bupati Sintang, dan ternyata kemudian hari, Bupati Sintang, Jarot Winarno, berhalangan karena sesuatu dan lain hal, maka Wakil Bupati Sintang melalui proses pergantian antar waktu tadi, otomatis menjadi Bupati Sintang, untuk selanjutnya kembali diproses politik pergantian Calon Wakil Bupati Sintang kedua kalinya.

“Demi stabilitas politik, Bupati Sintang Jarot Winarno, akan menentukan siapa figur calon pengganti Yosef Sudiyanto, karena Wakil Bupati, sama dengan Bupati, merupakan jabatan politik,” kata Heri Jambri.

Gulam Mohamad Sharon, salah satu pelaku usaha di Kabupaten Sintang mengharapkan, elit politik di Kabupaten Sintang, melihat kepentingan masyarakat lebih luas di dalam menentukan figur untuk dicalonkan menjadi Wakil Bupati Sintang, pengganti Yosef Sudiyanto.

“Calon pengganti Yosef Sudiyanto, harus bisa diterima semua pihak.Bisa mengayomi semua lapisan masyarakat,” kata Saron.

Ingkari Religi Dayak 

Wakil Bupati Sintang, Yosef Sudiyanto, meninggal dunia, Sabtu, 18 September 2021, membuat situasi pemerintahan di Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, dalam kondisi lowong, karena Bupati Sintang, Jarot Winarno, masih cuti.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, telah menunjuk Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Asnah, sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang, berdasarkan surat nomor131.61/3285/Pem-B, tanggal 20 September 2021.

Dalam suratnya, Gubernur Sutarmidji, mengatakan, dua alasan Yosepha Asnah, ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Bupati Sintang.

Pertama, karena Bupati Sintang, Jarot Winarno, masih cuti karena dalam perawatan medis.Bupati Jarot sebelumnya sempat terkena serangan stroke ringan.

Kedua, lantaran Wakil Bupati Sintang, Yosef Sudiyanto, meninggal dunia karena sakit di Jakarta, Sabtu, 18 September 2021.

Pasangan Jarot Winarno – Yosef Sudiyanto (JADI) dideklarasikan di halaman Stadion Indoor Apang Semangai, Sintang, Ibu Kota Kabupaten Sintang, Minggu siang, 6 September 2020.

Sejumlah kelompok pendukung, terutama di kalangan Suku Dayak Uud Danum, kemudian membuat perjanjian permohonan doa sesuai religi Dayak. Perjanjian permohonan itu, namanya bohajat.

Perjanjian permohonan atau doa di dalam bohajat pada religi Dayak Uud Danum dinamakan nyuhko hajat.

Dalam nyuhko bohajat, kalangan Dayak Uud Danum pendukung JADI, berjanji menggelar religi Dayak Uud Danum kepada arwah para leluhur di Air Terjun Nohkan Lonanyan, air terjun tertinggi di Kalimantan di Desa Deme, Kecamatan Momaluh (Ambalau), Kabupaten Sintang.

Tekad menggelar religi Dayak Uud Danum di Nohkan Lonanyan, jika nanti hasil perjuangan selama kampanye, September – Desember 2020, Paket JADI, memenangkan pertarungan pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sintang.

Jika nyuhko bohajat terwujud, kemudian untuk menepati janji kepada arwah para leluhur Dayak Uud Danum di Nohkan Lonanya dinamakan ngubhat bohajat (menepati janji bojahat, berupa ucapan terimakasih kepada arwah para leluhur).

Dalam kenyataan, kalangan Dayak Uud Danum yang menggelar nyuhko bohajat, mengingkrari religi Dayak Danum, karena semenjak Bupati Jarot Winarno dan Wakil Bupati Yosef Sudiyanto dilantik Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat pagi, 26 Februari 2021, sampai sekarang tidak diwujudkan.

Warga Dayak Danum, Petrus Edison mengaku, pernah menggelar nyuhko hajat demi pemenangan Jarot  Winarnojadi Bupati Sintang dan Yosef Sudiyanto jadi Wakil Bupati Sintang. Tapi khusus ngubhat bohajat di Nohkan Lonanyan, segera digelar, dengan tanggungjawab sendiri dan biaya sendiri.

Rudi Andryas, anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Nasdem, mengatakan, ngubhat bohajatatas nama Jarof Winarno dan Yosef Sudiyanto, pasti digelar, tapi karena kesibukan, maka sudah dijadwalkan digelar di Nohkan Lonanyan tahun 2022 tahun depan.

Pomadik Hajat

Pemuka masyarakat Dayak Uud Danum Kabupaten Sintang, Badjau Djambang SH, mengatakan, kalau memang benar para pendukung Jarot Winarno dan Yosef Sudiyanto, pernah menggelar religi bohajat, berupa nyuhko bohajat, maka harus ditepati melalui nguhbat bohajatdi Nohkan Lonanyan.

Dikatakan Badjau Djambang, dalam religi Dayak Uud Danum, tidak dikenal menunda ngubhat hajat. Orang Dayak Uud Danum, tidak berani menunda pelaksanaan ngubhat hajat, setelah pernjanjian dalam doa terpenuhi.

Jika seseorang melakukan nyuhko bojahat, tapi dalam kenyatan kemudian hari perjanjian doa di dalam bohajat tidak terwujud, maka tidak perlu digelar nguhbat bohajat. Tapi kalau di dalam nyuhko bohajatberupa perjanjian perikatan dalam doa memang kemudian terwujud, maka wajib segera digelar religi ngubhat bohajat.

“Karena implikasi pengingkaran religi nyuhko bohajat dengan tidak menggelar ngubhat bohajat, maka diyakini akan terjadipomadik hajat.Pomadik hajat, yaitu kena sumpah,berupa kemalangan dalam kehidupan manusia di alam nyata, karena arwah para leluhur marah.Dalam religi Dayak, termasuk Dayak Uud Danum, janji adalah utang.Utang harus segera dibayar,” kata Badjau Djambang.

Badjau Djambang mengingatkan kalangan internal Dayak, untuk bisa memahami dan menghayati betul apa itu kebudayaan Dayak yang di dalamnya ada unsur religi Dayak.

Karena sebelum agama samawi masuk ke Indonesia, orang Dayak sudah memiliki agama sendiri.OrangJawa sudah memiliki agama sendiri.Orang Batak sudah memiliki agama sendiri.

Agama asli dari berbagai suku bangsa di Indonesia, kurang dikenal, karena jaringan infrastrukturnya belum maksimal dibenahi, yaitu belum disepakati nama agama, belum disepakati nama tempat ibadatnya dan belum disepakati nama kitab sucinya.

Baru Agama Kaharingan sebagai agama asli Suku Dayak Ngaju dan Suku Dayak Uud Danum di Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah dibangun infrastrukturnya, yaitu disepakati nama Agama Kaharingan, Kitab Suci Panuturan dan Tempat Ibadat Balai Basarah.

Istilah ateis dan menyembah berhala, menurut Badjau Djambang, sudah tidak dikenal lagi dalam peradaban manusia sejak abad ke-13, setelah filsuf Thomas Aquinas (1225 – 1274), menelurkan teologi naturalis alamiah atau teologi adikodrati, dimana ditegaskan, seseorang mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.

Itu artinya, menurut Badjau Djambang, sejak abad ke-13 masyarakat dari berbagai suku bangsa di dunia, termasuk Suku Dayak, sudah diakui mampu mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.

Air Terjun Nohkan Lonanyan (Nokan Nayan) dan Puruk Mokorajak (Bukit Raya), dikenal sebagai tempat sakral, lokasi bersemadi arwah para leluhur bagi Suku Dayak Uud Danum. Karena itulah kiblat religi Dayak Uud  Danum, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat, di antaranya di Nohkan Lonanyan dan Puruk Mokarajak.

Demikian pula, kiblat religi Dayak Kanayatn adalah Bukit Samabue di Kabupaten Landak dan Gunung Bawakng di Kabupaten Bengkayang.Sementara kiblat religi Dayak Hovongan adalah Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu.

Badjau Djambang, mengingatkan orang Dayak mesti bersikap arif dan bijaksana. Jangan main-main dengan kebudayaan Dayak yang ada aspek religi di dalamnya. Religi Dayak hanya bisa dipahami dan diselami bagi orang yang sangat paham akan Kebudayaan Dayak.

“Religi Dayak atau Agama Dayak lahir dari Kebudayaan Dayak.Kalau memaksakan diri melihat religi Dayak dari doktrin agama samawi, maka kemudian memunculkan pandangan ateis dan menyembah berhala.Ini tidak bijaksana dan sangat keliru,” kata Badjau Djambang.

Suku Dayak sebagai salah satu suku bangsa di Asia Timur, menganut trilogy peradaban kebudayaan, yaitu hormat dan patuh kepada leluhur, hormat dan patuh kepada orangtua, serta hormat dan patuh kepada negara.

Trilogi peradaban kebudayaan kebudayaan Asia Timur dimaksud, membentuk karakter dan jatidiri Dayak beradat, yaitu berdamai dan serasi dengan leluhur, berdamai dan serasi dengan alam semesta, berdamai dan serasi dengan sesama, serta berdamai dan serasi dengan negara.

Faktor pembentuk karakter dan jatidiri manusia Dayak beradat tersebut, lahir dari system religi Dayak, dengan sumber doktrin: legenda suci Dayak, mitos suci Dayak, adat istiadat Dayak dan hukum adat Dayak, dengan menempatkan hutan sebagai simbol dan sumber peradaban (Aju, 2020).

Itulah sebabnya, bagi kalangan Suku Dayak, hutan belantara, gunung, bukit dan sumber resapan air, bekas pemukiman kuno, sebagai tempat sakral, karena diyakini sebagai tempat bersemadi arwah para leluhur.

Nohkan Lonanyan dan Puruk Mokorajak dijadikan kawasan sakral pula bagi Agama Kaharingan, karena diyakini tempat bersemadi arwah para leluhur.

Salah satu pensiunan Aparatur Sipil Negara di Pontianak yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, janji dalam budaya orang Timur itu adalah utang yang harus dilunasi bagi para leluhur.

Sumber tadi mengatakan, saat anak bungsunya lahir berjenis kelamin laki-laki, pernah berniat untuk syukuran memotong kambing satu ekokor.

Saat sudah berusia 2 tahun, anak laki-lakinya belum bisa bicara.Kemudian diingatkan salah satu familinya tentang kemungkinan ada nazar (janji) yang belum berwujud.

“Setelah teringat, saya langsung potong kambing satu ekor. Dua minggu kemudian, anak saya sudah mulai belajar bicara dan sekarang menjadi anggota Polisi,” katanya sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya tadi. (tip lipsus)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda