Ponticity post authorKiwi 27 September 2021

Pokja Rumah Demokrasi Komitmen Menata Generasi Muda

Photo of Pokja Rumah Demokrasi Komitmen Menata Generasi Muda Istimewa

 

PONTIANAK, SP - Pokja Rumah Demokrasi memasuki usia ke empat tahun. Dalam usia yang masih muda Pokja Rumah Demokrasi terus berkomitmen menata generasi dan merawat demokrasi di Provinsi Kalbar. Diantaranya melalui diskusi-diskusi publik yang melibatkan anak muda.

Ketua Umum Pokja Rumah Demokrasi Zainuddin Kismit mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk terus menata generasi dan merawat demokrasi di Provinsi Kalbar. Dalam usia empat tahun merupakan waktu yang masih tergolong muda. Kedepan diharapkan Pokja Rumah Demokrasi bisa memberikan warna baru dalam merawat demokrasi.

"Kita berkomitmen bisa memberikan narasi-narasi baik untuk demokrasi di Provinsi Kalbar, sehingga hoaks politik tidak tersebar begitu jauh," ucap Ketua Umum Pokja Rumah Demokrasi Zainuddin Kismit pada Sabtu (25/9).

Ia menambahkan keterlibatan kaum muda di dunia politik sejauh ini memang menunjukkan adanya peningkatan. Dalam beberapa waktu kebelakang di warung-warung kopi dan kumpulan anak muda. Sudah tidak tabu membicarakan masalah politik.

"Ini menunjukkan pergeseran paradigma politik bukan hal yang tabu untuk dibicarakan tetapi sebagai keharusan untuk pengetahuan," jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengapresiasi keterlibatan anak muda Provinsi Kalbar dalam kegiatan politik. Menurutnya diskusi-diskusi publik yang dilakukan anak muda harus semakin di perbanyak. Hal tersebut dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait situasi politik.

"Termasuk rencana membangun demokrasi yang sehat, diantaranya kita bisa membuat pemilih 2024 bisa lebih efektif, seperti yang disampaikan Ketum Demokrat AHY muda adalah kekuatan," ucap Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

Dirinya mengajak anak muda untuk bisa semaksimal mungkin terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Hal tersebut untuk memenuhi ruang publik dengan narasi edukatif dan positif serta konstruktif dalam politik. Menurutnya kaum muda harus bisa menunjukkan keterlibatannya dalam politik bisa memberikan warna dan semangat baru.

Ia menyebutkan keterlibatan anak muda dalam dunia politik bisa memberikan ide baru yang membuat iklim politik lebih kondusif. Anak muda menurutnya jangan sampai terlibat kegiatan-kegiatan yang tidak positif. Diantaranya malah menyebarkan berita-berita hoaks atau negatif.

"Ruang publik kita sekarang sudah di kotori oleh buzzer dan robot hanya demi tranding topic lalu kemudian melancarkan fitnah atau hoaks," katanya.

Herzaky mengungkapkan hal tersebut harus dibendung dan dilawan tidak hanya dari jemari. Akan tetapi juga media sosial dan ruang publik harus dipenuhi dengan narasi-narasi yang positif, edukatif dan konstruktif. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pokja Rumah Demokrasi.

Dirinya berharap Pokja Rumah Demokrasi bisa terus konsisten melakukan diskusi publik baik secara offline maupun online. Selian itu diharapkan juga akan ada pokja-pokja rumah demokrasi lainnya. Karena keberhasilan Pokja Rumah Demokrasi bukan diukur menjadi lembaga satu-satunya.

"Tetapi mendorong munculnya lembaga serupa di kalangan anak muda sehingga semakin luas anak muda yang terlibat langsung dalam dunia politik," tutupnya. (din)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda