Ponticity post authorKiwi 27 Oktober 2020 3,584

Gubernur Kalbar Akui Dua Kali Terjangkit Covid-19, Midji Terapi Uap Minyak Kayu Putih

Photo of Gubernur Kalbar Akui Dua Kali Terjangkit Covid-19, Midji Terapi Uap Minyak Kayu Putih

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmijdi mengakui pernah dua kali terserang Covdi-19. ia menyatakan hal tersebut pertama kali dalam postingan di facebook pribadinya, Bang Midji. Ia juga menyebutkan, sempat mengalami meriang.

Namun, gejala lainnya, seperti pasien yang terkonfirmasi Covid-19 tidak dialami oleh pria yang pernah menjadi dosen tersebut. Kemudian, untuk mengatasi serangan virus corona tersebut, selain mengisolasi diri secara mandiri di rumah, Bang Midji juga rutin melakukan terapi uap air panas yang diberi minyak kayu putih.

“Saya rutin terapi uap air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dan bahan apa saja yang harus disiapkan saat melakukan terapi uap air panas," ujar Bang Midji.

Adapun yang pertama, lanjut politisi yang dua periode menjabat sebagai Wali Kota Pontianak ini menyebutkan, adalah menyiapkan gayung air. Selanjutnya gayung tersebut diisi dengan dengan air panas. Di mana air panasnya cukup setengah gayung saja.

"Lalu, masukan tiga tetes minyak kayu putih. Bukan minyak angin ya, tetapi minyak kayu putih,” ujarnya menyakinkan.

Kemudian, lanjutnya, tutup permukaan gayung dengan telapak tangan dan letakkan hidung dan mulut antara dua telapak tangan. Tiup uang airnya, hirup dengan hidung lalu dengan mulut selama tiga menit. Dia menyarankan untuk melakukan hal ini tiga sampai empat kali dalam sehari.

Di akun facebook-nya beberapa waktu lalu, Bang Midji menyatakan sudah dua kali terpapar Covid-19. Ia pun berbagi pengalaman, bagaimana bisa menang melawan sang virus.

Meskipun begitu, ia menyebutkan jumlah virus yang berada di tubuhnya termasuk kecil. Saat terpapar pertama, jumlah virus di tubuhnya hanya 4,89 copies virus.  Sementara yang kedua hanya dinyatakan positif pada pekan kemarin.

“Saat terpapar pertama, quality-nya haanya 4,89 copies virus, ini kategori negatif. Kemudian yang kedua 24 copies virus, ini kategori positif,” ungkapnya.

Midji merinci, ia pertama kali terpapar pada akhir September 2020 lalu. Saat itu, 25 stafnya dinyatakan positif virus corona. Yang kedua pekan lalu dengan quality 24 copies virus.

“Sejak Sabtu lalu, saya sudah sembuh dan bersih dari virus. Namun, saya tetap isolasi untuk tidak berinteraksi dengan banyak orang,” paparnya.

Selain terapi yang dilakukannya, Gubernur Midji juga menyatakan bahwa Pemprov Kalbar telah menyerahkan bantuan 21 Alat Kesehatan (Alkes) dari pihak ketiga untuk penangganan Covid-19 di seluruh rumah sakit yang ada di Kalbar. Alkes ini langsung oleh Bang Midji, berupa 3 unit ventilator dan 18 unit non invasive ventilator.

“Ventilator ada 3 unit, khusus untuk Rumah Sakit Soedarso. Sementara, Non Invasive Ventilator ini cocok untuk penanganan pasien Covid-19, yang portabel dan ada kacanya sebanyak 18 unit," katanya.

"Bantuan ini diberikan dari pihak ketiga, semuanya sudah mulai diberikan kepada rumah sakit yang ada di Kalbar agar bisa dimanfaatkan,” lanjut Sutarmidji.

Gubernur berpesan kepada seluruh Rumah Sakit wilayah Kalbar untuk mengobati pasien Covid-19 tidak hanya secara obat ataupun medis, tetapi juga dari sisi psikologis agar pasien tidak stress maupun terbebani.

Kemudian pengelolaan rumah sakit di daerah juga harus memperhatikan kenyamanan pasien dan meminta Direktur setiap rumah sakit harus peduli pada hal-hal kecil.

“Hal-hal yang kecil harus dipedulikan, jangan diabaikan itu semua, kesehatan sangat penting, makanya kita bangun Rumah Sakit Soedarso itu lebih baik,” katanya.

Sutarmidji juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan harus memperhatikan penanganan Covid-19 dan jangan menganggap remeh virus ini.

“Sebenarnya, 800 ribu copies virus itu sudah bergejala, bohong kalau bilang tidak merasakan apapun sama sekali, hanya tidak mau dirawat di rumah sakit, tapi kita harus berpikir perkembangan virus ini bisa berkembang dalam hitungan menit,” ungkap Bang Midji.

Ia juga meminta masyarakat untuk mengenal Corona Virus Desease 2019 ini agar dapat menghindari dan mengobati kalau terpapar. Sehingga ketika ada yang tertular mereka tidak panik menghadapinya.

“Kalau tak tau ya bisa panik, kepanikan yang ada sehingga bisa jadi masalah. Saya harap Direktur Rumah Sakit bisa berinovasi dan Kadis Kesehatan harus mampu menjaga penanganan Covid-19,” paparnya.

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda