Ponticity post authorBob 27 November 2021

BKKBN Beri Penghargaan Daerah Ciptakan Inovasi, Genjot Percepatan Penurunan Angka Tengkes

Photo of BKKBN Beri Penghargaan Daerah Ciptakan Inovasi, Genjot Percepatan Penurunan Angka Tengkes PENGHARGAAN - Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (kiri) saat memberikan penghargaan secara daring di Jakarta, Jumat (26/11) kepada daerah yang telah berinovasi mempercepat penurunan angka tengkes (kekerdilan).              (ANTARA/HO-BKKBN

Sejumlah penghargaan diberikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada daerah-daerah yang telah menciptakan berbagai inovasi, untuk menggenjot percepatan penurunan angka tengkes (kekerdilan).

Penghargaan inovasi tersebut, kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo diberikan BKKBN bersama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dan The habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG) kepada 12 pemenang yang terbagi dalam enam kategori.

“Inovasi penting sekali untuk mempercepat penurunan kekerdilan. Saya berharap inovasi ini tidak sekadar mencari pemenang, tetapi bisa membawa perubahan untuk wilayah masing-masing.

Inovasi akan menghasilkan revolusi perubahan mindset dalam mengubah tatanan dengan cara-cara baru untuk menyebarkan informasi secara menyeluruh,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/11/2021).

Beberapa pemenang tersebut, antara lain dalam kategori edukasi masyarakat diraih oleh Sumarji dari Ceting E Abah Kolel Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada kategori kolaborasi lintas sektor diraih oleh Sofiana Nur Khasanah dari Sehati Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penghargaan juga diberikan pada pemenang kategori penggunaan teknologi informasi Prof Rosmala Nur perwakilan dari Mom’s Care Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah.

Kategori pemberdayaan masyarakat diraih oleh Dedik Kurniawan dari UKM Flash Kabupaten Malang, Jawa Timur, serta pada kategori pengolahan pangan lokal diberikan pada Suharmianti Mentari, A.Md.Gz dari Gasing Permata Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Hasto mengatakan inovasi sangat penting untuk membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan dan dapat membantu desa untuk bebas dari kemiskinan serta menurunkan angka tengkes yang tinggi.

Melihat dukungan dari pemerintah daerah, ia mengaku optimistis Indonesia bisa mencapai target penurunan angka tengkes menjadi 14 persen pada tahun 2024. Ia berharap melalui penghargaan yang diberikan, semua inovasi terbaik bisa tersampaikan ke seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, dapat diikuti oleh daerah lain dengan memanfaatkan kearifan lokal dan berbagai sumber daya alam lokal yang tersedia di wilayah masing-masing.

Kepala Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dr M Subuh MPPM mengatakan dengan adanya penghargaan inovasi cegah tengkes di seluruh daerah, diharapkan dapat menjaga serta memperluas cakupan inovasi yang telah dilakukan.

“Kami yakin bahwa setiap daerah memiliki inovasi yang baik untuk daerah masing-masing. Untuk itu, perlu dukungan dari kepala daerah di setiap wilayah agar inovasi bisa berguna untuk masyarakat daerah,” kata Subuh.(ant)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda