Ponticity post authorKiwi 29 Maret 2023

Kasus Pengeroyokan di Taman Untan 'Mandek'

Photo of Kasus Pengeroyokan di Taman Untan 'Mandek'

PONTIANAK, SP - Kasus pengeroyokan yang dialami oleh Ernawati remaja 16 tahun di taman sepeda Untan Pontianak, Rabu (28/12) lalu mandek atau tidak ada perkembangan lebih lanjut dari kepolisian.

Anisa 52 tahun ibu korban mengatakan kasus ini sebetulnya sudah ditangani oleh penyidik Polresta Pontianak, namun sampai sekarang tidak ada perkembangan terbaru sampai dimana progres proses  hukumnya.

"Dari awal kejadian sejak tanggal 28 Desember tahun 2022 sampai dengan tanggal 29 Maret tahun 2023 hampir tiga bulan kasus ini ditangani penyidik Polresta Pontianak, tapi tidak ada perkembangan. Bahkan pelaku pengeroyokan sampai sekarang tidak ditahan, masih berjualan di sekitar lokasi Untan Pontianak," kata Anisa, Rabu (29/3).

Anisa mengaku sudah beberapa kali mendatangi Polresta Pontianak didampingi kuasa hukum untuk menanyakan sampai dimana perkembangan kasus pengeroyokan. Tapi hasilnya nihil.

"Jawaban yang kami dapat dari penyidik disuruh tunggu, dengan alasan mau ada pergantian Kasatreskrim Polresta Pontianak yang baru. Kenyataannya, Kasatreskrim sudah diganti, tapi tidak ada perkembangan terbaru dari kepolisian," kata Anisa.

Ia menduga, kasus yang dialami oleh anaknya ini sengaja dibiarkan begitu saja sehingga keluarga korban tidak ingat lagi dengan perkara ini.

Terlebih pelaku yang berjumlah lima orang tersebut masih berkeliaran bebas dan aktif berjualan di sekitar taman sepeda Untan Pontianak.

Di satu sisi, Anisa mengaku heran atas keterangan penyidik yang menyebutkan bahwa saksi yang dihadirkan untuk bisa membuktikan pelaku sebagai tersangka tidak lengkap, namun di saat siap menghadirkan saksi baru dalam perkara ini, pihak penyidik malah menyebutkan saksi yang ada sudah cukup.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Pontianak Kompol tri Prasetyo menerangkan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, karena korban dan pelaku saling lapor ke Polresta Pontianak.

"Korban kita pernah panggil untuk datang ke Mapolresta Pontianak, namun yang bersangkutan tidak datang," ujar Tri.

Untuk diketahui kasus tersebut terjadi pada tanggal 28 Desember  2022 lalu di Taman Sepeda Untan Pontianak berawal dari perselisihan tempat berjualan antara korban dan pelaku.

Akibat kejadian tersebut, Ernawati 16 tahun anak kedua dari Anisa mengalami pendarahan pada bagian alat kelaminnya, karena dikeroyok dan diinjak perut korban oleh lima orang pelaku sehingga harus dirawat ke rumah sakit Soedarso Pontianak. (mrg)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda