Ponticity post authorKiwi 30 Juli 2021

Kalbar Terima 1.920 Vial Vaksin Moderna, Dosis Ketiga untuk Nakes

Photo of Kalbar Terima 1.920 Vial Vaksin Moderna, Dosis Ketiga untuk Nakes Petugas kargo melakukan bongkar muat vaksin Covid-19 jenis Moderna dari pesawat setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (11/7). ANTARA/Fauzan

 

PONTIANAK, SP - Tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Kalbar akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga. Vaksinasi ini menggunakan vaksin M-RNA atau Moderna dari Amerika Serikat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson mengatakan Provinsi Kalbar sudah kedatangan sebanyak 1.920 vial vaksin Moderna. Sasaran awal vaksin Moderna tersebut akan diberikan kepada tenaga kesehatan. Karena tenaga kesehatan paling beresiko terpapar Covid-19.

"Tenaga kesehatan sebagai kelompok yang paling beresiko tinggi untuk tertular Covid-19 sehingga kita berikan vaksin ketiga dengan moderna," ucap Harisson pada Kamis (28/7).

Ia menambahkan hingga Kamis (28/7) di Provinsi Kalbar tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua sebanyak 26.761 orang. Berdasarkan data tersebut maka Kementerian Kesehatan mendistribusikan sebanyak 1.920 vial vaksin moderna untuk tenaga kesehatan di Provinsi Kalbar. 

Harisson menjelaskan, satu vial vaksin moderna bisa untuk memvaksin sekitar 14 hingga 15 orang tenaga kesehatan. Setelah pelaksanaan vaksinasi moderna maka Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar akan mengumpulkan data-data terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). 

"Vaksin moderna saat ini sudah datang dan segera akan kita distribusikan ke kabupaten/kota. Dinas kesehatan kabupaten/kota harus segera melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan," katanya 

Harisson mengungkapkan vaksin moderna memerlukan perlakuan khusus diantaranya harus disimpan di freezer dengan suhu minus 25 derajat celsius. Berbeda dengan vaksin Astrazeneca dan Sinovac yang cukup di simpan pada suhu dua hingga delapan derajat celsius. 

Dikatakannya dinas kesehatan kabupaten/kota di Provinsi Kalbar pasti memiliki kulkas dengan suhu minus 25 derajat celsius. Penyimpanan tersebut hanya bersifat sementara, setelah itu dinas kesehatan kabupaten/kota harus segera mengirimkan ke puskesmas-puskesmas untuk pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan.

"Jika vaksin tersebut sudah berada di puskesmas cukup disimpan dalam suhu dua hingga delapan derajat celsius. Akan tetapi harus segera digunakan untuk divaksinasi bagi tenaga kesehatan," tutupnya.

Dimulai di RSCM Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memulai penyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan dengan menggunakan vaksin Moderna.

Vaksinasi pertama dilakukan terhadap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (16/7) lalu.

Sebanyak 50 Guru Besar FKUI dan sejumlah dokter mendapatkan vaksinasi di RS tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi ini ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono.

Budi mengatakan, penyuntikan dosis ketiga vaksin ini pertama kali diberikan kepada para senior Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia berharap tenaga kesehatan lainnya dapat diikuti vaksinasi booster tanpa ragu.

“Harapan kami kalau para senior ini yakin untuk bisa menerima vaksin booster atau vaksin yang ketiga dengan Moderna ini, seharusnya para juniornya, murid-muridnya juga bisa mengikuti (divaksinasi) dengan segera," kata Budi dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes RI.

"Jadi harapan saya segera para Nakes ini diberikan booster yang ketiga untuk bisa melindungi mereka sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang,” sambungnya.

Budi menilai pelaksanaan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan ini akan lebih mudah mengingat tempat kerja mereka ada di fasilitas layanan kesehatan.

“Kebetulan Nakes itu kan kerjanya di fasilitas kesehatan jadi relatif harusnya jauh lebih mudah. Saya lihat (vaksinasi) kemarin itu sekitar 7 minggu atau 8 minggu sudah bisa selesai 1,5 juta, saya harapkan kali ini bisa lebih cepat selesai karena kan hanya satu kali suntik,” ujarnya. (din/pas)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda