Ponticity post authorKiwi 29 Juli 2021

Keterbatasan Stok, BPM Ungkap hanya 1000 Orang yang Bisa Disuntik Vaksin dari 3000 Pendaftar

Photo of Keterbatasan Stok, BPM Ungkap hanya 1000 Orang yang Bisa Disuntik Vaksin dari 3000 Pendaftar Istimewa

PONTIANAK, SP - Kegiatan Vaksinasi Massal yang di gagas oleh Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar sukses diikuti hampir tiga ribuan masyarakat Kota Pontianak. Vaksinasi yang dilaksanakan di Gedung Pontianak Convention Center (PCC) tersebut, dilaksanakan dua hari mulai tanggal 28 hingga 29 Juli 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Forkompimda bersama Walikota Pontianak yang meninjau lokasi kegiatan. Menurut Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Edi kegiatan Vaksinasi Massal ini tidak terlepas dari kerjasama seluruh anggota BPM Kalbar yang bahu membahu mensukseskan acara tersebut.

"Saya sebagai Ketua Umum BPM Kalbar memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Pengurus BPM Kalbar tanpa terkecuali yang siang malam bekerja untuk mensukseskan kegiatan ini," kata Gusti Edi, Kamis (29/7).

Selanjutnya kata Edi, kegiatan Vaksinasi Massal ini juga didukung penuh oleh Satgas Penanganan Covid19 Kota Pontianak dalam pengadaan Vaksin.

"BPM Kalbar juga berterima kasih kepada Satgas Penanganan Covid19 Kota Pontianak yang telah menyiapkan vaksin serta tenaga kesehatan untuk memberikan vaksinasi kepada masyarakat," terang Edi.

BPM Kalbar sangat mendukung program pemerintah dalam upaya memberikan vaksinasi kepada masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kegiatan Vaksinasi Massal yang dilaksanakan oleh BPM Kalbar sendiri adalah kegiatan pertama di Kalbar yang diorganisir oleh kelompok masyarakat diikuti oleh ribuan peserta.

Walikota pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang hadir dalam kegiatan Vaksinasi Massal tersebut mengajak masyarakat yang masih memiliki orang tua untuk mengajak orang tuanya mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Adik-adik, kalau ada orang tuanya yang belum vaksin, diajak vaksin. Saya harap yang masih punya orang tua, diajak vaksin," ujarnya saat membuka vaksinasi massal yang digelar Barisan Pemuda Melayu Kalbar di Gedung PCC.

Memang diakuinya saat ini ada keterbatasan vaksin karena pihaknya tergantung pasokan dari pemerintah pusat. Sementara Indonesia juga tergantung dari pasokan impor vaksin.

"Target vaksinasi kita seharusnya 450 ribu dari 670 ribu warga Kota Pontianak," ungkapnya.

Edi menjelaskan, vaksin sebagai upaya meningkatkan antibodi dari Covid-19. Dari pengalamannya yang telah menjalani vaksinasi dan penyintas Covid-19, dirinya merasakan gejala yang lebih ringan. Sedangkan pengalaman mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum divaksin, gejala yang dirasakan lebih berat dan parah.

"Kita percaya Covid-19 ini benar adanya, sanak saudara, kerabat kita saat ini tidak sedikit yang tengah berjuang melawan Covid-19 di rumah sakit karena dirawat," imbuhnya.

Namun tidak dipungkiri jumlah mereka yang sembuh juga banyak. Mereka yang imunitas tubuhnya tinggi, umumnya hari kesepuluh sudah pulih. Untuk itu, ia menekankan, meskipun sudah divaksin, bukan berarti protokol kesehatan diabaikan. Protokol kesehatan menjadi kunci utama mencegah tertularnya Covid-19.

"Kenakan masker, ketika sedang makan bersama jangan sembari ngobrol. Cuci tangan dan mandi sepulang dari beraktivitas serta hindari kerumunan," pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda